
Ami berjalan di lorong kelas yang sudah sepi sejak sepuluh menit lalu, tidak ada wajah sedih ataupun menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan, melainkan hanya rasa kecewa kepada dirinya sendiri.
'Bunda maafin ami.'
Setelah disuruh keruangan guru BK, Ami dan juga Nesya mendapat skorsing dari sekolah selama tiga hari, dan Ami tidak tahu harus berkata apa pada bundanya jika dia tidak sekolah.
Gadis itu terus berjalan sampai di parkiran dimana dia menaruh sepeda nya di sana, hanya ada satu sepeda di parkiran itu yaitu sepeda miliknya.
Olive yang mengetahui jika temanya mendapat skorsing merasa sedih, dirinya juga meraskan apa yang di rasakan Ami. Karena Olive tahu jika Ami tidak ingin membuat masalah disekolah karena tidak ingin membuat bundanya kecewa.
Grep
Tangan Ami di cekal ketika gadis itu ingin meraih sepedanya.
"Ikut aku." Nathan menarik tangan Ami untuk mengikutinya, tapi Ami mengibaskan tangannya kuat agar terlepas. Tanpa bicara Ami kembali meraih sepedanya dan ingin pergi. Tidak ingin melihat wajah pria yang sudah membuatnya kesal berakhir emosi dan merugikan dirinya sendiri.
Nathan menatap kesal Ami yang keras kepala, dirinya sengaja menghampiri Ami setelah keadaan sekolah sepi.
__ADS_1
"Lepas..!!" Ami yang sudah menaiki sepedanya tidak jadi karena Nathan mencekal tangannya kembali dan menghalangi jalannya, dengan berdiri didepan sepeda miliknya.
"Ngak, sebelum kamu ikut saya." Nathan menatap Ami tajam, namun tak membuat Ami gentar.
"Siapa anda ikut campur urusan saya. Dan maaf anda tidak usah sok peduli dengan orang bodoh seperti saya."
Dug
"Auwss.. Sial.!!" Nathan memegangi kakinya yang dilindas ban sepeda Ami, gadis itu nekat menabrak Nathan yang tidak mau minggir.
"Bocil sialan..!!" Umpat Nathan yang merasakan linu di kakinya. Pria itu segera menghampiri mobilnya untuk mengejar Ami.
"Dasar Om-Om gak punya perasaan." Ami yang kesal mengingat Nathan mengatainya bodoh, apalagi pria yang berstatus suaminya itu tidak membelanya sama sekali ketika guru BK memarahinya dan berakibat dirinya mendapat skorsing.
Menoleh kebelakang Ami dari jauh melihat mobil Nathan yang mengejarnya, gadis itu pun langsung membelokkan sepedanya melewati jalan pintas yang berada di kiri jalan, dan Nathan yang tidak melihat pun melakukan mobilnya terus.
"Jangan harap bisa nemuin gue." Ami tersenyum menyeringai, hari ini dirinya akan datang ke cafe untuk berkerja lebih awal, dan dia akan meminta ijin untuk bekerja seharian full pada kak Zian nanti selama masa skorsing nya tiga hari.
__ADS_1
.
.
Nathan menajamkan penglihatan kekiri dan kanan, namun tetap tidak melihat Ami yang mengendarai sepeda. Gadis itu melesat seperti setan dan menghilang.
"Ck, dasar gadis bodoh." Umpatnya lagi, mengingat Ami yang tidak mau diajak bersamanya, padahal Nathan hanya ingin mengajak Ami pulang bersama setelah merasa bersalah dengan apa yang dia ucapkan tadi, Nathan memang bermulut pedas tapi tidak bermaksud mengatai Ami di depan umum dan didepan teman-teman sekolahnya.
Jika Nathan sudah kesal pasti mulutnya tidak bisa direm.
Dan sepertinya Nathan perlu rem cakram untuk mulutnya yang suka lose kontrol. hahaha
Nathan yang tidak menemukan jejak Ami, pun kembali ke apartemen siapa tahu gadis itu sudah kembali ke apartemen dan Nathan akan memberinya pelajaran.
.
.
__ADS_1
Nathan mau beri pelajaran apa nih???
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian 🥰🥰