
Sepuluh menit keduanya didalam mobil yang sama, namun belum ada yang mau bicara. Nathan yang fokus menyetir sesekali melirik gadis disampingnya, yang melihat ke arah jendela. Hati Nathan tiba-tiba menghangat bisa melihat gadis yang dia rindukan selama seminggu terakhir.
Ami yang merasa diperhatikan hanya menahan untuk tidak menoleh, entah mengapa ada perasaan yang tidak bisa Ia jelaskan.
"Kita makan siang dulu." Ucap Nathan yang baru membuka suara. Setelah hampir lima belas menit mereka saling diam.
Ami tidak menjawab, hanya deheman sebagai persetujuan.
Mobil mewah Nathan memasuki parkiran luas restoran mewah yang biasa Nathan kunjungi ketika bertemu klien di luar kantor. Dan untuk Ami adalah pertama kali mendatangi restoran mewah seperti ini.
"Apa tidak ada tempat lain." Tiba-tiba Ami berucap, dirinya yang memakai seragam sekolah merasa aneh memasuki restoran mewah itu, apalagi dengan Nathan, bisa dikira dirinya seorang sugar Beby.
Nathan menaikkan satu alisnya, menatap Ami. Sebelum dia sadar apa yang sedang gadis itu pikirkan.
Tubuh Nathan miring kesamping, mengambil hodie miliknya di jok belakang.
"Pakai ini." Ucap Nathan memberikan hodie miliknya berwarna hitam.
Ami menatap Nathan sekilas lalu mengambil hodie yang diberi Nathan. Diam-diam Ami tersenyum samar, Om kejam di sampingnya mengerti apa yang dia pikirkan. Meskipun suami istri tapi itu hanya mereka yang tahu.
Nathan lebih dulu turun, untuk menunggu Ami memakai hodie itu, setelah di rasa cukup Nathan membukakan pintu mobil untuk Ami.
Mata Ami mengerjap beberapa kali, dan terlihat lucu dimata Nathan, membuat pria itu tersenyum.
Melihat senyum Nathan semakin membuat perasaan Ami tak menentu, rasa yang selalu tidak bisa Ia gambarkan.
__ADS_1
"Ayo.." Suara Nathan menyadarkan Ami, dan gadis itu buru-buru menormalkan raut wajahnya.
Setelah menutup pintu, Nathan menarik tangan Ami untuk digenggam. Masuk ke restoran yang begitu membuat Ami merasa takjub karena baru pertama kali masuk restoran bintang lima.
Nathan tidak memilih ruangan private room karena tidak ingin membuat gadisnya tidak nyaman, berada di ruangan yang hanya berdua saja. Dan Nathan memilih meja yang dekat dengan jendela, pemandangan luar.
"Mau pesan apa?" Tanya Nathan menatap Ami sekilas, Nathan memang belum tahu makanan kesukaan Ami.
Ami melihat daftar menu yang menurutnya tidak ada yang dia tahu, apalagi melihat harga yang tertera di samping makanan itu membuat Ami menelan ludah.
"Samakan saja sama punya Om." Putus Ami pada akhirnya. Karena tidak tahu ingin pesan apa.
Nathan hanya mengangguk. Dan memesan dua stik daging dengan minuman jus yang biasa Ami beli di apartemen.
Nathan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"Ponsel milikmu."
Ami pun menoleh menatap Nathan dan beralih pada benda yang Nathan sodorkan. "Tidak baik menolak pemberian suami, apalagi pergi tanpa pamit." Ucap Nathan membuat Ami mencebik. Ami menerima ponselnya kembali.
Tak lama pelayan datang, membawa pesanan yang Nathan pesan, dan mereka makan dengan hening.
"Aku tidak tahu kamu menyukainya apa tidak, tapi ini makanan favorit disini."
Ami yang akan meraih pisau dan garpu tertegun, melihat piring yang berisikan stik miliknya melayang di ambil Nathan.
__ADS_1
Nathan menukar dengan stik miliknya yang sudah di potong-potong kecil, dan menaruhnya di hadapan Ami.
"Makanlah." Ucap Nathan yang kembali memotong stik Ami lalu memasukkan kedalam mulutnya.
Ami masih menatap Nathan yang asik makan, sedangkan dirinya merasa aneh dengan perlakuan manis Nathan barusan.
"Mau aku suapi." Nathan mengulurkan garpu yang ada potongan stik. Ami buru-buru menggeleng, lalu segera makan miliknya sendiri.
'Kalau begini, gimana hati gue gak meleleh.' Batin Ami dalam hati, yang mencuri pandang pada Nathan.
Nathan pun hanya tersenyum dalam, hati melihat Ami yang mencuri pandang padanya.
"Nathan." Seseorang datang, disaat yang tidak pas. Maudy yang melihat Nathan makan di restoran yang sama dengannya begitu senang.
Nathan pun mendongak, begitupun dengan Ami yang ikut menoleh, karena Maudy berada di sampingnya.
"Kebetulan sekali kita bertemu di sini." Maudy langsung duduk di samping Nathan, wanita itu tidak peduli dengan gadis yang duduk didepan Nathan. Maudy pikir hanya gadis kecil yang sedang menggoda Nathan untuk duduk makan bersama.
Nathan hanya diam, fokus kembali pada makanannya yang belum selesai.
"Nat, kamu sudah menerima hadiah dariku? Apa kamu menyukainya? aku sengaja memesan desain khusus untuk kamu." Ucap Maudy dengan riang. Wanita itu menatap wajah Nathan tanpa malu.
Ami sudah kehilangan selera makannya, ketika melihat wanita yang duduk disebelah Nathan menyentuh lengannya. Apalagi mendengar Wanita itu memberi hadiah suaminya. Entah mengapa Ami tidak suka dan merasa kesal. Baru saja dirinya merasa senang dan tersanjung dengan perlakuan manis Nathan, tiba-tiba datang wanita yang merusak suasana hatinya.
"Menyebalkan." Ucap Ami yang bisa didengar dua orang didepanya.
__ADS_1