My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Kekantor


__ADS_3

Ami sudah berdiri didepan kantor Adhitama, gadis itu tersenyum manis saat mengingat tujuannya datang menemui suaminya.


"Sayang bantu Mama meluluhkan hati Papa." Ucap Ami sambil mengelus rambutnya.


"Pak, bapak boleh pulang nanti saya biar pulang dengan suami saya." Ucap Ami pada pak supir yaitu Husein, badannya sedikit menunduk agar bisa berbicara lewat jendela mobil yang terbuka.


"Baik Non."


Ami melangkahkan kakinya masuk keperusahaan besar milik Adhitama, dirinya tersenyum dan mengaguk ketika karyawan menyapanya.


Ami menaiki lift karyawan, entahlah hanya ingin saja. Padahal ada lift khusus petinggi dibagian kiri.


Ketika Ami masuk lift petinggi itu terbuka saat Nathan keluar dari lift tidak melihat keberadaan Ami yang baru saja masuk, dan mereka selisihan saat masuk dan keluar lift.


Ando dan Nathan hari ini memang banyak bertemu klien diluar ketimbang bekerja di kantor, mereka bekerja sama untuk menemui klien yang jadwalnya bertabrakan.


Sedangkan Ami sudah sampai dilantai sembilan lantai ruangan Nathan.


Ami tidak melihat sekertaris Nathan dimejanya mungkin Sinta sekertaris Nathan tidak masuk karena biasanya jika Ami kesana Sinta selalu ada,. karena Sinta hari ini memang tidak masuk dia sedang sakit.

__ADS_1


Membuka pintu besar didepanya, Ami masuk begitu saja, tapi sampainya di dalam Ami tidak melihat suaminya, Nathan tidak duduk dikursi kebesarannya.


"Mungkin dia sedang metting." Ucapnya pasi diri sendiri.


Ami menaruh kotak makan yang dia bawa dari rumah, kotak makan yang isinya dia masak sendiri, dan saat membikinnya Ami penuh perjuangan, karena saat mencium bau masakan yang dia buat perutnya langsung mual dan muntah, bahkan Ami sampai empat kali bolak-balik muntah sambil menyelesaikan masakanya.


Meskipun Indira sudah melarangnya, tapi Ami tetap kekeh karena ingin membuat suaminya tidak lagi marah.


"Fyuhh, sungguh drama benget hari ini." Gumam Ami membuang napas kasar.


Duduk di sofa dengan kepala bersadar lama-lama matanya malah ingin terpejam.


"Gak papalah, toh kantor suami sendiri." Ucapnya sambil terkikik. "Eh tapi kalau ada tamu, ngak baik nanti bikin citra suami sebagai bos buruk dimata Karyawan." Ucapnya lagi yang kembali duduk. "Tidur di kamar saja lah."


Karena merasa ngantuk dan tidak bisa ditahan, Ami masuk ke kamar pribadi Nathan, kamar yang memilki kenangan saat mereka melakukan siang pertama, bukan malam pertama.


Kotak nasi pun tergeletak di atas meja, sedangkan orang yang Ami tunggu sedang bertemu klien diluar kantor, dan entah sampai jam berapa akan selesai.


Nathan sedang berada di restoran xxx, pria itu sendiri tidak di dampingi asistennya, karena Ando juga sedang mewakilinya bertemu dengan klien.

__ADS_1


Ando dan Nathan adalah partner yang cocok, beruntung Ando bukan dari kalangan orang kaya yang memiliki perusahaan, karena kedua orang tua Ando adalah seorang pensiunan guru.


Sedangkan Nathan sangat membutuhkan Ando, asisten sekaligus sahabatnya itu untuk menjadi partner yang solid. Nathan juga tidak sembarang menggaji Ando, Ando adalah Aspri sekaligus tangan kanan Nathan, sehingga gaji yang Ando dapatkan sesuai dengan tanggung jawabnya untuk perusahaan.


"Baiklah pak Nathan, saya kira semua sudah clear jadi kita bisa lakukan secepatnya." Ucap pria yang lumayan masih muda.


"Baik, saya juga berharap secepatnya dilaksanakan." Keduanya bersalaman dengan senang, ini adalah kerja sama yang kesekian kali dan klien Nathan termasuk klien penting.


Klien Nathan sudah lebih dulu pergi meninggalkan Nathan, pria itu masih ada pertemuan dengan kliennya jam tiga sore, sedangkan sekarang sudah jam setengah tiga, dan kebetulan tempat yang mereka janjikan direstoran yang sama, jadi Nathan harus rela menunggu setengah jam lagi.


Mengambilkan posselnya Nathan tidak melihat panggilan ataupun chat dari sang Istri, pria itu menghela napas.


Sejujurnya dia juga tidak bisa mendiamkan ataupun menghindari Ami, hanya saja kekesalan Nathan yang belum bisa menerima kekakuan ceroboh Ami yang kadang selalu ingin dituruti.


Semakin mengingat Istrinya Nathan semakin rindu, "Janji deh nanti pulang aku baikin kamu." Gumamnya pada ponsel yang menyala, menampilkannya foto Ami yang terpampang jelas dilayar ponselnya.


Karena kurang komunikasi keduanya sama sekali tidak tahu jika Ami sudah menunggunya di kantor sejak beberapa jam yang lalu, dan Ami yang menunggu dikantor tidak tahu jika Nathan sedang bekerja diluar kantor.


Pada akhirnya keduanya berada ditempat yang berbeda.

__ADS_1


Ami yang sudah tidur selama dua lebih belum juga menunjukan jika dirinya akan bangunan, apalagi sekarang tubuhnya terasa cepat lelah, karena memasak dan juga muntah hebat sekarang gadis itu terkapar dengan neyeyak diatas ranjang, tanpa perduli sudah berapa lama dia tertidur dan jam berapa saat dia bangun nanti. Yang jelas ibu hamil tidak ada tandingannya. 😂


__ADS_2