
Seperti yang Marvin katakan, Mario akan di bantu oleh Ferdy orang kepercayaannya. Dan kini Mario sedang berdiskusi apa yang dia butuhkan untuk mengembalikan perusahaan Julio agar kembali stabil.
"Baiklah tuan, saya akan segera realisasikan permintaan anda." jawab Ferdy setelah cukup paham apa yang Mario ingin kan.
"Ku harap kau bisa menjaga rahasia ini dari mereka." Ucap Mario dengan serius.
"Tentu saja tuan, apapun yang dikatakan pewaris MM, pasti akan saya turuti." Jawab Ferdy dengan senyum tipis.
"Kau itu merusak suasana saja." Kesal Mario yang melihat Ferdy meledeknya.
"Cepat atau lambat, anda akan segera bergabung di MM Company. Jadi saya tidak salah bukan." Ucap Ferdy lagi membuat Mario semakin kesal.
Setelah bertemu Ferdy diruangan kerjanya, kini Mario kambali memasuki ruangan Marvin, sang Daddy.
"Nah itu putra saya." Ucap Marvin menujuk Mario yang baru saja masuk keruangannya.
Mario mengerutkan keningnya. "Nak kenalkan ini Mr Wison." ucap Marvin dengan mengunakan bahasa asli negara sana.
"Oh.. Mr Wilson." Mario mengulurkan tangannya dengan wajah biasa saja.
"Rupanya dia sangat tampan, seperti anda saat muda dulu Vin." Ucap Mr Wilson dengan senyum, menerima uluran tangan Mario.
"Ya, karena dia memang putraku." Jawab Marvin bangga.
Mario hanya diam sambil menatap layar ponselnya, dan mengirim pesan pada Hawa.
"Vin, bagaimana jika putramu kenalkan dengan Lauren putriku?" tanya Mr Wilson dengan senang.
Marvin hanya terkekeh, "Tanyakan saja dengan Mario langsung, saya tidak punya wewenang masalah wanita untuknya."
__ADS_1
Meskipun Mr, Wilson dua tingkat kekayaan dibawahnya, Marvin tidak akan ikut campur dengan masalah percintaan putranya, apalagi Marvin tahu jika dihati putranya sudah terpaut dengan satu wanita.
"Ck, ayolah Vin. Kita pertemukan saja mereka, pasti Lauren akan senang bertemu dengan putramu itu." Mr Wilson masih saja merayu Marvin.
"Maaf Wil, aku tidak mau ikut campur soal wanita putraku."
Mr Wilson tidak lagi bicara, jika Marvin sudah berkata demikian.
"Aku kira Daddy akan tergiur dengan tawaran pria itu tadi." Ucap Mario, setelah Mr Wilson pergi.
Marvin menaikan satu alisnya. "Tawaran apa? Daddy tidak mengerti?" Jawab Marvin jujur.
Mario tersenyum tipis. "Dunia bisnis tidak akan jauh-jauh dari kata perkawinan anak."
Marvin malah tertawa mendengar ucapan Mario."Kalau kamu mau, Daddy tidak keberatan menjodohkan mu dengan_"
"Cih, jangan harap." Potong Mario lebih dulu.
Marvin mengingat memori dahulu, dimana dirinya juga dijodohkan. Karena tidak mau Marvin nekat kabur hingga bertemu Michael Mommy Mario.
"Kapan kau akan pulang?" Tanya Marvin yang ikut duduk sofa.
Mario melihat jam tangannya. "Dua jam lagi jadwal keberangkatan." Ucap Mario.
"Bagiamana, Ferdy sudah menyanggupi apa yang kamu butuhkan?"
Mario mengangguk. "Hanya saja aku tidak ingin mereka tahu."
Marvin mengangguk mengerti. "Katakan saja jika kamu membutuhkan Daddy disana."
__ADS_1
"Hu'um." Mario hanya berdehem.
"Dan salam untuk calon mantu dan besan Daddy, Nathan."
.
.
Hawa menatap jam dipergelangan tangannya, Dirinya sejak tadi sudah menunggu kedatangan penumpang pesawat dari Swis. Sudah pasti Hawa sedang menunggu Mario.
"Kenapa ngak nonggol-nongol sih." gerutu Hawa kesal.
Tak lama terdengar suara operator jika para penumpang akan segera turun, Hawa yang menunggu dengan tidak sabaran, saat satu persatu para penumpang bermunculan keluar.
Menunggu hal yang menjenuhkan bagi setiap orang, tapi jika sudah melihat yang kita tunggu-tunggu, rasa dalam hati akan berbunga-bunga, seperti Hawa sekarang, yang tersenyum ceria ketika melihat pria yang dia tunggu baru saja terlihat.
Mario tersenyum, saat melihat gadisnya melambaikan tangan dengan senyum mengembang. Kaki jenjangnya melangkah untuk mendekati Hawa yang sudah menunggunya.
"Hay, princess." Mario merentangkan kedua tangannya, dan Hawa segera masuk kedalam pelukan Mario.
"Aaa akhirnya pulang juga." Ucap Hawa senang, memeluk erat tubuh Mario.
Mario yang mendengarnya tertawa. "Kamu adalah tempatku pulang, jadi tidak ada alasan untuk ku tidak pulang." Mario memeluk dan mencium pucuk kepala Hawa
.
.
Sepii oyyy😕
__ADS_1