My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Extra part~By, jangan tinggalkan Aku


__ADS_3

"Duh jagoan papa, kuat banget sih ne*ennya." Ucap Nathan yang menundukkan badannya dengan tangan menyangga tubuhnya dibahu kursi single yang diduduki Ami.


"Ihh, By jangan toel-toel." Ucap Ami yang memperingatkan Nathan agar tidak menganggu putranya yang akan terlelap.


Adam memang lebih kuat meminum asi dari pada Hawa yang suka tidur dan hanya sedikit jika meminum asi.


"Sayang, jangan lama-lama dong papa juga ingin."


Plak


Tangan Ami langsung menepak lengan Nathan membuat pria itu tertawa, dan untung saja Adam tidak terganggu dengan suara tawa Nathan.


"By, kecilkan suaramu!" Ami mendelik dengan suara yang tegas, dan Nathan langsung menutup mulutnya rapat-rapat.


Kini keduanya masih dirumah sakit, dokter mengijinkan Ami pulang besok pagi, dan ini masih jam sebelas malam dan bayi tampan yang sedang asik menikmati susu dari sumbernya langsung itu belum juga mau terlelap seperti Hawa. Adam akan bangun jika dipindahkan kedalam ranjang bayi, jika belum benar-benar terlelap.


Diruangan itu hanya ada mereka berempat, dan Ami lelah jika harus duduk di ranjang, dirinya meminta Nathan untuk membantunya duduk disofa.


Nathan meminta dokter untuk memberikan obat terbaik untuk sang Istri, obat agar luka sayatan operasi Ami tidak terasa sakit dan cepat kering, dan benar Ami bisa bergerak leluasa karena lukanya tidak sakit, hanya saja terkadang masih terasa perih dan nyeri jika dirinya kelepasan tertawa dan itu wajar.

__ADS_1


"Sudah bobok." Nathan menatap mata putranya yang terpejam erat dengan bibir mungil yang sudah melepas pucuk dada Ami, bahkan bibir Adam masih bergerak-gerak seperti menyusu tadi.


Ami terseyum. "Kamu gemesin banget sih kak." Ucap Ami yang menaikkan tanganya agar bisa mencium pipi Adam.


"Sini biar papa pindahkan." Ucap Nathan yang meraih tubuh Adam untuk dipindahkan kedalam box bayi bersampingan dengan Hawa yang terlelap.


Ami bangun dari duduknya untuk pindah ke atas ranjang, wanita itu mengulas senyum ketika tubuhnya tiba-tiba melayang saat berjalan pelan.


"Aku bisa sendiri papa." Ucap Ami yang sudah melingkarkan tangannya dileher Nathan.


Nathan terseyum. "Tapi papa ingin membantu Mama." Nathan menaruh tubuh istrinya diatas ranjang pasien perlahan, dan membantu menaikkan selimut sampai batas dada.


"By, sini." Ucap Ami yang menunjuk arah ranjang.


"Bobok sini, Mama kangen." Ucap Ami dengan wajah lucu membuat Nathan gemas.


Nathan naik ke atas ranjang yang sama dengan Ami, dan keduanya berbagi ranjang pasien.


"Maaf Sayang." Nathan mendekap tubuh Ami kedalam pelukannya, mengusap lengan wanitanya dan menciumi kening dan pucuk keoalan.

__ADS_1


Ami semakin mengeratkan pelukannya, dengan mata terpejam menghirup aroma tubuh suaminya yang sangat dia rindukan dua minggu yang lalu, dan kini dia kembali bisa memeluk tubuh kekar itu.


"Jangan tinggalin aku By." Ucap Ami lirih. Dadanya sesak ketika mengingat suaminya yang terbaring tak sadarkan diri selama dua minggu.


"Tidak akan sayang." Nathan memeluk Ami penuh kasih, dadanya juga merasa sesak mengingat dirinya selama dua minggu hanya bisa mendengar suara sang Istri tanpa bisa menyentuh dan melihatnya.


"Aku mencintaimu By, sangat."


Tak terasa air mata Ami meluncur begitu saja hingga membuat kaus didada Nathan basah.


"Aku lebih mencintaimu sayang, aku mencintai kalian bertiga." Mendengar Isak tangis istirnya, semakin membuat Nathan merasakan sesak.


Mengurai pelukannya, Nathan mengusap wajah Ami yang basah. "Sekarang aku akan menjaga kalian, aku janji tidak akan meninggalkan kalian." Nathan terseyum, jemarinya mengusap lembut pipi Ami.


Keadaanya yang koma, membuat Ami yang hamil besar frustrasi, tapi dsebisa mungkin wanita itu menguatkan hatinya tidak ingin membuat kandungannya bermasalah saat menjelang kelahiran.


"Em, aku rindu ini." Ibu jari Nathan mengusap bibir tipis dan ranum istrinya, bibir yang tidak dia sentuh selama dua minggu lamanya.


Cup

__ADS_1


Nathan memejamkan mata, merasakan kembali manisnya bibir Ami yang sudah membuatnya candu.


Engh


__ADS_2