My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Ular vs ulet


__ADS_3

Nathan menyuruh Ando untuk membawa mobilnya ke bengkel, dia tidak ingin kejadian yang tidak terduga kembali membuat Istrinya marah.


Mulai hal dari yang tidak sengaja terkadang bisa salah diartikan. Nathan membawa Istrinya ke kantor lewat pintu basement pribadi, agar tidak ada karyawan lain yang melihat kecuali sekertaris dan asistennya di lantai sembilan.


Tok..tok..tok...


"Masuk.."


Pintu ruangannya didorong dan munculah Hilda dengan senyum yang dibuat semanis mungkin.


"Nat, aku pikir kamu akan kembali ke lokasi." Ucap Hilda yang baru saja masuk. "Loh itu kening kamu kenapa?" Hilda yang melihat kening Nathan diperban mendekat ingin menyentuhnya.


"Tidak apa." Nathan menghindari tangan Hilda yang hendak menyentuh keningnya.


Hilda yang merasa mendapat penolakan sedikit kesal. "Tapi itu kenapa? tadi masih baik-baik saja." Tanya Hilda lagi yang kembali biasa saja.


"Hanya insiden kecil, tidak apa-apa."


"Ada apa hingga kamu sampai dikantorku." Nathan menatap Hilda dengan bersandar dikursi besarnya.


"Em, ini ada yang harus kamu koreksi, sepertinya ini tidak bisa jika dibuat seperti ini karena akan menganggu pemandangan yang lain." Ucap Hilda memperlihatkan sketsa milikinya.


Nathan nampak mengamati desain yang dia minta.


"Tapi aku ingin patung itu ada disana." Ucap Nathan dengan tegas.


"Tapi Nat, untuk apa kamu membuat patung seperti itu bisa diganti dengan patung lain juga, tidak harus patung seorang Wanita." Kesal Hilda yang protes.


Nathan menatap tajam Hilda. "Tugas kamu hanya menuruti permintaan saya, jika kamu tidak sanggup kamu boleh pergi dan tinggalkan proyek itu." Ucap Nathan dengan suara dingin. Dirinya tidak suka apa yang sudah dia kehendaki di atur orang lain, apalagi disini dialah sebagai penentunya.


"Tapi Nat, sebenarnya siapa yang kamu ingin jadikan patung itu." Hilda yang sebenernya penasaran dengan ikon patung wanita berambut panjang itu merasa geram dan iri, jelas bukan dirinya, karena rambutnya hanya panjang sebahu.


"Bukan urusan kamu, pergilah jika sudah tidak ada urusan." Nathan kembali berkutat dengan pekerjaanya, tidak memperdulikan Hilda yang masih duduk didepannya.


Brak


"Sayang..." Maudy masuk dengan wajah cerianya, dan senyum yang begitu manis juga Ia tunjukan.

__ADS_1


"Sayang aku merindukan_ Auwws Nat, sakit." Maudy yang ingin memeluk dan mencium Nathan langsung didorong oleh Nathan, membuat Maudy terhuyung dan jatuh ke lantai karena tubuhnya tidak seimbang.


Hilda yang melihatnya tertawa, meskipun diawal dirinya merasa kesal karena ada wanita cantik yang memanggil Nathan sayang.


"Kau menertawakan ku..!" Maudy menatap tajam Hilda yang masih tertawa keras, sedangkan Nathan memijit keningnya pusing.🤣


"Cih, malu kali dateng-dateng main sosor kaya bebek." Sindir Hilda dengan masih tertawa.


Maudy yang di katai mirip bebek mengepalkan kedua tangannya kesal.


"Kau, mengataiku apa?" Maudy mendekati Hilda dan langsung menarik rambutnya.


"Uws..lepas..!!" Hilda yang kesakitan mencoba untuk melepas tangan Maudy. "Nat, sakit Nat." Hilda memelas menatap Nathan tapi pria itu malah hanya diam.


"Ini untuk wanita gatel seperti kamu, rasakan..!!" Maudy semakin kuat menarik rambut Hilda, dan suara jeritan Hilda memenuhi ruangan Nathan.


Plak


Hilda tersenyum sinis ketika melihat Maudy yang kesakitan karena tamparannya.


"Kau..!!"


Brak.


Menutup pintu kuat, Ami yang baru keluar dari kamar mandi kecil diruangan itu kaget.


"By, kamu bikin aku kaget tau gak." Ucap Ami menatap Nathan kesal.


Nathan melepas jas dan kemejanya lalu menaruhnya asal di atas kursi kecil.


"Diluar suara ribut apa?" tanya Ami yang penasaran, sejak tadi ingin keluar, tapi panggilan alam dirinya tidak bisa menghindar.


"Biarkan saja mereka." Nathan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan bertelanjang dada.


Ami mendekati pintu. "Biarkan saja sayang, Kemarilah." Panggil Nathan agar Ami tidak mendekati pintu.


Bukan Ami kalau menurut dengan mudah apalagi rasa penasarannya lebih tinggi.

__ADS_1


Membuka pintu sedikit, Ami dibuat melotot tak percaya, dua Wanita sedang adu kekuatan hingga guling-guling di lantai.


"Oh my good." Ami kembali menutup pintunya, tapi dia lupa mengunci, seperti Nathan tadi.


"By, mereka kenapa? ulat bulu sama ular sawah guling-guling." Ami tertawa, melihat dua Wanita sedang adu kekuatan seperti ular.


"Em," Nathan menarik tangan Ami, membuat gadis itu ikut berbaring di samping Nathan.


"Sumpah wanitamu kocak By," Ami masih tertawa di dalam pelukan Nathan.


"Wanitaku hanya kamu, tapi sayangnya kamu belum bisa dikatakan wanitaku." Balas Nathan yang sudah mengungkung tubuh Ami di bawahnya. Tatapan keduanya bertemu, menatap bola mata satu sama lain. "Kamu masih gadisku, sebelum aku perawani kamu."


Bugh


"Jangan aneh-aneh deh." Kesal Ami dengan wajah memerah.


Nathan terseyum tipis, tangannya mengusap wajah sang Istri.


Semakin lama wajah Nathan semakin dekat, dan bibir keduanya bersentuhan. Nathan selalu memulai lebih dulu, memberi asupan energi untuk dirinya sendiri.


Kecupan lembut semakin menuntut kala lidah Nathan sudah menerobos masuk, napas Ami yang tersengal membuat Nathan semakin memperdalam cumbuannya.


"By, emph.." Napas Ami semakin berkejaran ketika buah kelembutannya disentuh dengan lembut namun terasa sakit dan ahh.


"Hanya ini yang bisa aku mainkan." Gumam Nathan yang sudah berhasil membuka kancing baju seragam Ami. Bibirnya menyunggingkan senyum, setiap melihat dua buah benda favoritnya.


"Kamu nakal sayang, lihat dia sudah tegak." Nathan mengusap pucuk dada Ami yang sudah mengeras membuat Ami meleguh.


"By, aahh."


Nathan bermain dengan lihai, bibir dan mulutnya mengeksplor pada bagian favoritnya.


Brak.


Karena tidak terkunci pintu kamar pribadi Nathan didorong dari luar, dan kedua wanita yang penampilannya sudah tak bisa dikenali lagi bertambah syok, melihat Nathan yang sedang bercumbu dengan seseorang.


Bahkan suara pintu yang terdengar keras tak membuat Nathan menoleh. Semakin membuat kedua wanita itu panas dan sakit hati.

__ADS_1


"Ahhh By..emp"


Desahann Ami semakin membuat keduanya kepanasan.


__ADS_2