My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Kembali seperti awal perjanjian


__ADS_3

Bukan Nathan yang akan memberi pelajaran untuk Ami, tapi Ami lah yang membuat Nathan kesal bercampur dongkol dibuatnya, Nathan merasa jika gadis itu sudah mengerjainya dengan tidak pulang ke apartemen. Dan Nathan tidak tahu kemana gadis itu pergi, karena selama ini dirinya acuh dan tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Ami. Baginya sudah cukup menampungnya di apartemen untuk tempat tinggal gadis itu.


Ting


Ponsel yang dia taruh dimeja berbunyi, pesan masuk dari Mamanya.


"Al, jangan lupa nanti malam datang kerumah beserta istrimu.. Aileen baru saj datang dari LN dan kita akan malam keluarga."


Pesan Mama Indira membuat Nathan mengacak rambutnya frustrasi, dirinya tidak tahu harus mencari Ami kemana sedangkan sejak kemarin gadis itu tidak pulang.


"Bunda Raya." Nathan mengingat rumah bundanya Ami, dimana dirinya tidak pernah datang kesana sejak menikahi anak gadisnya.


Kaluar dari apartemen Nathan langsung mengendarai mobilnya ke rumah bunda Raya, Nathan yakin jika Ami pasti pulang kesana. Tanpa Nathan tahu jika Ami tidak akan pulang sebelum jam sekolah selesai dan Nathan sama sekali belum mengenal sifat Ami dan kesibukan gadis itu di jam luar belajar. Nathan hanya tahu jika Ami gadis pelajar seperti kebanyakan gadis lainnya.

__ADS_1


Tiga puluh menit Nathan sampai didepan perkarangan rumah bunda Raya, rumah sederhana itu terlihat sepi. Dan Nathan tidak melihat adanya sepeda Ami yang berada di sana.


Mau mengetuk pintu dan bertanya Nathan merasa malu, jika tidak bertanya Nathan semakin pusing ketika nanti dirinya datang ke rumah besar tanpa membawa Ami.


Nathan memutuskan untuk keluar dari mobil, dan dia dikejutkan dengan suara di belakanganya.


"Nak Nathan?" Sapa bunda Raya yang baru saja pulang dengan membawa keranjang cucian. "Nak Nathan baru pulang?" Tanya bunda Raya lagi membuat Nathan mengernyitkan keningnya.


"Iya, kata Ami nak Nathan sedang keluar kota dan tidak pulang, Mamanya tadi malam Ami menginap disini."


Nathan mengepalkan tangannya kuat, sebisa mungkin dirinya terlihat biasa saja agar bunda Raya tidak curiga. "Iya bun, Nathan memang baru sampai, dan mau jemput Ayana untuk pulang." Lanjutnya yang ingin tahu apakah Ami berada di rumah ini.


Bunda Raya tertawa, "Apa kamu tidak tahu jam Ami pulang sekolah? jam segini Ami belum pulang dia masih disekolah." Tambahnya lagi dengan berjalan masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Nathan yang mendengar sekali lagi ingin memastikan. "Jadi Ami tidak ada disini."


Bunda Raya menoleh dan menggelengkan kepalanya. "Tidak, dia belum pulang sekolah."


Nathan semakin bertambah kesal, dirinya tidak tahu mencari gadis itu kemana sedangkan mama Indira menyuruhnya datang bersama Ami.


"Tidak mau masuk dulu nak?" Tanya bunda Raya ketika melihat Nathan yang ingin kembali masuk ke mobil.


Nathan tersenyum tipis pada wanita yang usianya tidak jauh darinya itu, tapi dirinya menghormati jika wanita itu adalah ibu mertuanya. "Tidak Bun, masih ada pekerjaan yang belum saya selesaikan." Kilahnya dan langsung masuk setelah pamit.


Diperjalanan Nathan memikirkan ucapan Ami tentang surat perjanjian pernikahan mereka, dan Nathan mulai memikirkan apa yang harus dia lakukan.


"Jangan menjadi bodoh hanya karena wanita Nat, lakukan seperti yang sudah lu tulis di perjanjian itu." Gumam Nathan yang mulai kembali di posisi awal, menepati apa yang sudah dia sepakati oleh Ami di dalam surat perjanjian itu.

__ADS_1


__ADS_2