My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Mengenal grandma


__ADS_3

Hawa menatap bingung wajah yang nampak di layar ponselnya.


"Hay sayang.." Tak lama munculnya wajah Mario disamping wanita yang Hawa lihat.


Melihat wajah Mario, Hawa kembali tersenyum.


"Grandma, lihat cantik bukan." Ucap Mario sambil duduk.


Jenny tersenyum melihat wajah cantik Hawa nampak begitu imut.


"Cantik calon mantu grandma." Ucap Jenny membuat Hawa tersipu malu.


Jenny adalah asli orang Indonesia, dirinya diboyong suaminya setelah menikah, karena tidak memiliki siapa-siapa, Jenny memilih menetap di Swiss.


"Sayang kenalin ini grandma." Ucap Mario memperkenalkan pada Hawa.


"Halo grandma apa kabar?" Sapa Hawa dengan bibir tersenyum.


"Baik sayang, kamu cantik sekali. Patas cucu grandma yang nakal ini tergila-gila sama kamu dari kecil." Ucap Jenny teekekeh.


Mario tertawa. "Sayang aku tidak bohong jika aku memang menyukaimu sejak kecil." Ucap Mario sambil mengedipkan matanya menggoda Hawa.


Kedua mata Hawa membulat sempurna. "Grandma, Om Mario nakal." Adu Hawa dengan wajah merajuk.


Jenny tertawa mendengar Hawa memanggil Mario dengan sebutan 'Om'.


"Kamu panggil anak nakal ini Om?" Jenny tertawa dengan wajah tuanya.


Mario mencebik. "Om-Om gini tapi dia mengakui jika aku ini ganteng grandma." Ucap Mario memuji sendiri.


Setelah mengobrol ringan seputar kabar Jenny dibawa perawat untuk masuk kekamar, setelah sarapan pagi di meja makan.

__ADS_1


Dan kini hanya tinggal mereka berdua yang nampak dilayar ponsel masing-masing.


"Om."


"Hawa."


Mereka memanggil bersama, membuat Mario tersenyum.


"Sudah makan?" Tanya Mario dengan menatap wajah Hawa yang selalu membuatnya terbayang.


"Sudah, disini hampir sore. dan Om baru memberi kabar." Hawa mengerucutkan bibirnya.


Kesal karena menunggu itu menjenuhkan, apalagi yang ditunggu-tunggu tak kunjung memberi kabar.


Mendapati pujaan hati menunggu kabar darinya, membuat Mario tersenyum bahagia.


"Jadi sejak kemarin kamu menungguku?" Tanya Mario dengan bibir selalu mengembang.


"Menunggu untuk apa? kangen atau_"


"Ish, mana mungkin aku kangen." Sanggah Hawa cepat. "Yang ada Om pasti yang bakalan kangen dan Ngak betah lama-lama di sana." Tukas Hawa dengan yakin.


Mario menunduk dan tertawa, dirinya kembali menatap wajah Hawa lamat-lamat. "Ya, aku tidak bisa lama-lama jauh dari kamu Hawa, makannya aku ingin segera membawamu kesini."


Hawa yang mendengarkannya terdiam. Ke Swiss, mengingat tempat tinggal Mario jauh disana entah mengapa membuat Hawa merasa sedih.


"Hey kenapa diam." Tanya Mario yang menatap Hawa intens.


"Kamu tidak mau aku ajak kesini?" Mario seolah tahu apa yang dipikirkan kekasihnya.


"T-tidak Om, hanya saja_"

__ADS_1


"Tidak usah dipikirkan." Mario tersenyum, dirinya tahu apa yang dipikirkan Hawa, berjauhan dengan kedua orang tuannya memang berat, tapi Mario yakin jika nanti pasti Hawa akan siap sendiri mengikuti kemanapun dirinya pergi.


"Sayang, lusa aku akan pulang." Mario terseyum saat mengatakan itu, dirinya ingin membuat suasana hati Hawa kembali baik.


"Lusa?" Hawa mengerutkan keningnya, dan menghitungnya. "Bukankah Om disana akan_"


"Aku berubah pikiran karena aku merindukanmu." Ucapan Mario sontak membuat Hawa tersenyum manis.


Mario yang melihatnya ikut tersenyum, melihat senyum manis Hawa adalah keinginanya.


"Heem gombal." Ucap Hawa dengan bibir mencebik dan tertawa.


"Dih, ngak percaya." Mario tersenyum dan berdiri dari duduknya untuk menuju kamarnya.


"Om hanya dengan grandma?" Tanya Hawa yang melihat pemandangan dari layar ponsel Mario.


"Ya, sejak kecil aku hanya tinggal dengan grandma."


Ucapan Mario membuat Hawa bingung.


"Bukankah Om, punya papa Julio dan Mama Vania?" Ucap Hawa menyembut orang tua angkat Mario.


Mario lupa jika dirinya belum menceritakan jati dirinya pada kekasihnya, dan sekarang Hawa menjadi bingung.


"Ceritanya panjang sayang, seperti aku menunggumu butuh waktu bertahun-tahun." Gombal Mario.


.


Kembang kopi boleh diseduh 🤣🤣


.

__ADS_1



__ADS_2