
Dikampus Ami sudah terkenal dengan Istri konglomerat, atau yang lebih mengejutkan sebagai istri kepala yayasan kampus bergengsi itu.
Mereka yang mengetahui fakta baru, berbondong-bondong mencari tahu siapa wanita yang beruntung menjadi ratu di hati seorang pria seperti Nathan Adhitama, meskipun pernikahan mereka sudah dipublis. Tapi melihat secara langsung itu akan lebih berbeda.
"Sampai sini saja By." Ucap Ami pada suaminya yang akan ikut turun.
Nathan menaikkan satu alisnya, sedangkan Ami sedang menciumi pipi putranya.
"Memangnya kenapa?" Tanya Nathan yang merasa kesal, karena biasanya dia akan mengantar Ami sampai didepan pintu kelas, meskipun banyak orang yang memperhatikan tapi Nathan tidak perduli, yang terpenting istrinya selamat sampai didalam kelas tanpa gangguan.
"Ck , nanti kalian jadi pusat perhatian." Ketus Ami karena suaminya tidak mengerti betapa kesal dirinya saat para wanita menatap suaminya sampai tak berkedip.
Nathan mengulum senyum, seharusnya dirinya yang merasa was-was meninggalkan istri cantiknya sendiri, tapi justru istrinya yang merasa kesal.
Beruntung sekali mereka yang sama-sama memiliki rasa cemburu, merasa tidak suka jika milikinya dilirik orang lain.
"Ya bagus dong, berarti dua jagoan Mama patut diacungi jempol." Ucap Nathan malah membuat Ami semakin kesal.
"Ish, kalian ini." Kesalnya dengan wajah ditekuk.
Ami tidak ingin kedua pria yang dia cintai menjadi pusat perhatian semua wanita dikampus, mereka tahu barang yang bening dan layak sedap dipandang.
"Tenang saja, Mama tetap yang Papa cintai." Jemari Nathan mengelus pipi Ami, dengan merundukkan tumbuhnya sedikit agar bisa menyentuh wajah istrinya.
Nathan keluar mobil lebih dulu, pria itu membukakan pintu untuk istrinya, sebelum Ami keluar Nathan melupakan sesuatu.
Cup
__ADS_1
"Byyy.." Ami membulatkan kedua matanya, dengan apa yang Nathan lakukan.
"Tadi lupa sayang." Nathan hanya menyengir, sambil meraih tubuh Adam untuk dia gendong.
"Malu dilihat Adam."
"Tidak lihat, iyakan nak."
Plak
"Nyebelin." Ami memukul lengan Nathan.
Nathan hanya terseyum, mengendong Adam, Nathan tidak malu berjalan mengandeng tangan istrinya, sedangkan tangan kiri mengendong Adam.
Ketiganya menjadi pusat perhatian, untuk pertama kali Nathan membawa putranya dikhalayak umum, sedangkan Ami terseyum bahagia, sesekali menggoda putranya agar bisa tertawa.
"Sayang jangan rewel ya sama Oma." Ucap Ami yang sudah berada didepan pintu kelasnya.
"Iya Mama." Nathan menirukan suara anak kecil, sambil melambaikan tangan Adam, membuat Ami tertawa.
"Pulangnya aku jemput." Nathan mendekatkan tubuhnya, dan mencium pucuk kepala Ami seperti biasa.
Pemandangan seperti itu setiap hari mereka lihat, dan mereka masih saja merasa terhura melihat keromantisan sepasang suami istri itu.
"Bismillah semoga Tuhan memberiku jodoh seperti dia."
"Ya Tuhan titipkan satu pria seperti dia."
__ADS_1
"Pintaku hanya satu, mau pria seperti itu."
Banyak wanita yang menginginkannya pria seperti Nathan, dan memilki Nathan adalah sebuah anugrah.
"Kalau sibuk tidak usah By, pak Husein saja yang jemput." Ucap Ami yang merasa tidak enak jika menganggu pekerjaan suaminya.
"Lihat nanti, dahh Mama."
Ami terseyum, rasanya tidak rela meninggalkan buah hatinya hampir seharian.
"Hati-hati Sayang, Mama cinta kalian." Ami menciumi pipi gembul Adam berulangkali membuat Adam malah tertawa.
"Love you more Mama."
"Dahh." Ami melambaikan tangan, saat Nathan membawa pergi putranya. Nathan pun demikian dengan menggabungkan tangan Adam.
Rasa syukur selalu Ami panjatkan, dengan anugerah yang Tuhan miliki, dan Ami begitu bersyukur atas nikmat dan kebahagiaan yang Tuhan limpahkan kepada keluarganya.
.
.
SEASON 2 SEGERA HADIR 🥰
.
Ando dan Olive ada di "_LOVE IS BACK_
__ADS_1
Jangan lupa mampir 😘