My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~Batalnya perjodohan


__ADS_3

Plak


Plak


"Papa..!!" Vania menutup mulutnya tak percaya, untuk pertama kali Julio menampar putranya.


"Pah kenap_"


"Baji*ngan!! Brengsekk..!!" Umpat Julio yang sudah diliputi amarah.


Vania sudah menangis melihat suaminya yang murka ketika melihat Mike baru saja masuk rumah setelah pulang dari vila.


"Kau," Julio menujuk Mike tepat diwajahnya. "Kebodohan apa yang kau lakukan hingga membuat Nathan membatalkan perjodohan mu."


"Apa?" Vania yang mendengar jelas begitu syok.


"Maksud papa_"


Pluk


Julio melempar benda kecil yang ternyata flashdisk milik Nathan yang sudah dia buka, dan Julio begitu marah melihat adegan yang ternyata permainya adalah putranya sendiri.


"Lihatlah, semua yang aku susun dengan baik kini kau menghancurkan dengan cara keji seperti itu." Hardik Julio dengan emosi yang meluap.


"Pah jangan bicara yang_"


"Diam kau Vania!" pekik Julio dengan tatapan tajam. "Lihat apa yang sudah diperbuat oleh putramu itu." Julio pergi meninggalkan Vania dan Mike berdiri mematung.


Vania menatap Mike dengan tanda tanya, dan tanganya terulur untuk mengambil flashdisk yang berada di lantai.


"Mah, jang_"

__ADS_1


"Jika ini bukan apa-apa, maka jangan larang Mama." ucap Vania dengan penuh penekanan.


Mike menelan ludah susah payah, dirinya mulai ketakutan dengan apa yang ada didalam flashdisk itu.


"Tapi mah, Sial..!" Mike meremat rambutnya kuat, apa yang sebenarnya terjadi, dan kenapa perjodohannya dibatalkan begitu saja.


"Pantas saja Lika dijemput begitu saja." Gumam Mike yang baru menyadari, jika keterlibatan Hawa dijemput tak lain masalah yang dia sendiri belum tahu.


Mike mengikuti Vania yang sudah berada didalam kamar, Vania langsung mengambil laptop milik suaminya dan memasang flashdisk itu pada tempatnya.


Vania duduk dipinggir ranjang dengan laptop yang ada dipangkuannya. Mike yang baru saja tiba, langsung duduk disamping Vania.


Video mulai berputar dan menampilkan seorang wanita yang dipapah oleh seorang pria tak lain adalah Mike.


"Mah ini_"


Suara Mike tercekat saat melihat Vidio itu terus berputar dan menpilkan suatu adegan yang membuatnya lemas seketika.


"Keluar!" Vania berkata dengan suara rendah dan penuh tekanan.


Mike pun tidak bisa berkata lagi, dalam hati dia mengumpati siapa yang sudah berani merekam dirinya bersama Livia saat bercinta.


"Mah, Mike bisa_"


"Keluar!!" Vania berteriak menatap tajam Mike dengan sorot mata penuh kekecewaan.


Mike pun tidak punya pilihan lain, ingin mengelak dan menjelaskan bukti sudah didepan mata, dirinya sudah tidak bisa lagi membela diri.


.


.

__ADS_1


"Apa kau yakin jika Marvin Maurer adalah orang tua mu?" Tanya Nathan masih tidak percaya.


"Tanyakan saja sama beliau." Jawab Mario.


Nathan mendengus kesal, "Aku bertanya padamu Sialan!" Umpat Nathan ditanggapi Mario santai.


"Ck, bagaimana bisa." Lagi-lagi Nathan dibuat pusing, setelah melihat kelakuan Mike kini dirinya dibuat pusing oleh Mario, lebih tepatnya dibuat tidak percaya jika Marvin Maurer adalah orang tua Mario.


Marvin Maurer adalah satu-satunya orang terkaya di Swiss, saat istrinya melahirkan Mario, beliau sengaja menaruh Mario di sebuah rumah yang menurutnya aman untuk putranya bersembunyi.


Karena banyak musuh yang mengincarnya, Marvin memilih menyelamatkan penerus kekayaan miliknya.


Dan karena pemilik rumah yang pernah Marvin taruh Mario pindah, saat itu juga Marvin kehilangan jejak puteranya.


Bahkan saat Marvin menemukan Mario, mereka masih menyembunyikan identitas keduanya, dan Julio pun tidak tahu siapa keluarga Mario yang sebenarnya, karena ibunya jenny pun juga tidak tahu.


Mario memang mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi dan IT, dirinya ingin mengembangkan bakatnya dan ternyata itu berhasil.


Meskipun Mario selalu dihantui dengan permintaan Marvin untuk mengurus perusahaan, tapi Mario belum mau menerimanya, karena jika dirinya sudah masuk, maka akan sulit untuk mencari cinta masa kecilnya seperti sekarang.


"Jadi apa restu untuk meminang putri anda sudah saya dapatkan?" Tanya Mario tanpa perduli wajah Nathan yang frustasi.


Nathan mendelik tajam. "Apa kau lupa jika putriku masih sekolah? enak saja mau meminang." Kesal Nathan mendengar ucapan Mario.


Mario tersenyum miring. "Saya tidak lupa, tapi sepertinya Anda yang lupa tuan?" Ucap Mario masih dengan senyum menyebalkan.


"Apa?" Ucap Nathan galak.


"Menikahi gadis dibawah umur, tepatnya usia enam belas tahun." Mario tersenyum menyeringai.


"Sialan kau..!!"

__ADS_1


__ADS_2