
"Kenapa begitu? tidak bisa Nat perjodohan ini tetap akan berlangsung." Ucap Julio yang tidak ingin perjodohan putranya dibatalkan begitu saja.
"Terserah kau Julio, yang jelas aku tidak ingin putriku memiliki pendamping hidup pria baji*ngan seperti putramu."
Nathan pun berdiri dan meninggalkan Julio dengan menahan kesal, karena Julio tetap akan melanjutkan perjodohan ini.
Sedangkan Julio menatap benda kecil berupa flashdisk yang Nathan tinggalkan, dirinya ragu untuk melihat apa yang Nathan dapatkan. Lebih tepatnya Julio tidak sanggup melihat apa yang sudah Mike lalukan hingga membuat Nathan sampai begitu marah dan memaki Mike.
Nathan keluar dari gedung perusahaan Bord Company, perusahaan milik Julio Bord atau lebih tepatnya keluar Bord yang kini temurun pada Julio.
"Cih, jangan sampai putriku mendapatkan pria seken seperti itu." Kesal Nathan yang sudah masuk kedalam mobil.
Dirinya tidak bisa diam saja melihat Mike yang bisa saja akan menyakiti putrinya, apalagi Ayana juga mengacuhkannya tanpa ada jatah satu kali dua malam, Nathan frustasi. Hanya karena Mike singkong premiumnya tidak termanjakan.
.
.
Divila semua duduk dimeja makan yang sudah kesiangan, pukul sepuluh pagi teman-teman Mike baru saja membuka mata dan duduk di meja makan. Akibat kebanyakan minum alkohol tadi malam mereka semua mabuk dan bangun kesiangan.
Hawa sendiri tidak ikut duduk bersama teman-teman Mike, Hawa memilih berada dikamar karena dirinya sudah sarapan bubur saat bersama Mike tadi.
Ketika sedang menata pakaian yang dia bawa, suara pintu kamarnya diketuk.
Tok...tok..tok
__ADS_1
Hawa berjalan untuk membuka pintu, "Ya kak Vika?" Hawa melihat Vika didepan pintu kamarnya.
"Em, itu Lika dibawah ada yang menunggumu." Jawab Vika dengan raut wajah cemas.
"Menungguku siapa?" Tanya Hawa yang tidak mengerti.
"Lebih baik kau turun saja, nanti kau akan tahu." Vika mengandeng tangan Hawa untuk ikut turun, bukan apa-apa, dibawah Mike sedang bersitegang dengan dua pria berbadan besar seperti seorang bodyguard.
"Tidak aku ijinkan kalian membawa pulang tunangan ku." Ucap Mike marah.
Ketika sendang makan, dirinya kedatangan tamu dan Mike tidak menyangka jika selama ini Hawa dikelilingi seorang bodyguard. Apalagi mereka datang untuk membawa Hawa pulang secara paksa.
"Kami tidak butuh persetujuan mu anak muda, yang kami inginkan membawa nona kami." Jawab salah satu orang kepercayaan Nathan bernama Tyo.
"Om Tyo." Hawa sedikit terkejut melihat orang kepercayaan papanya berada didalam vila. "Ada apa Om?" Tanya Hawa yang berdiri disamping Mike.
Mereka yang ada di sana sedikit terkejut melihat perlakuan pria bernama Tyo itu begitu menghormat Hawa yang seorang gadis muda.
"Papa?" Ucap Hawa yang diangguki Tyo.
"Sekarang juga Anda harus pulang bersama saya nona." Ulang Tyo yang tidak perduli ditatap tajam oleh Mike.
Hawa menoleh pada Mike yang juga menatapnya. "Kak Mike maaf aku tidak bisa menolak perintah papa." Ucap Hawa yang bermaksud untuk ijin. Karena bagaimanapun Mike yang membawanya kesini.
"Tapi Lika Om Nathan sudah memberimu ijin, tapi kenapa malah kau dijemput pulang seperti ini." Kesal Mike.
__ADS_1
Hawa menggeleng. "Mungkin ada urusan penting menyangkut keluarga, jadi papa menyuruh Om Tyo untuk menjemputku." Terang Hawa agar Mike tidak salah paham.
Mike pun menghela napas kasar, dirinya tidak bisa menahan Hawa jika tidak ingin berurusan dengan papa Hawa.
"Baiklah kalau begitu." Mike pun maju dan memeluk Hawa.
Livia yang melihatnya membuang wajah, Vika dan Sisil melirik Livia dan saling senggol.
"Maaf kak, aku tidak bisa mengikuti acara kalian." Hawa terseyum tipis.
Mike pun terpaksa terseyum. "Tidak apa, lain kali kita akan kesini lagi tentunya saat status kita sudah berubah." Ucap Mike dengan percaya diri.
Hawa hanya mengangguk saja, agar dirinya segera pergi dari vila.
Hawa dibantu Sisil dan Vika mengemasi barang yang Hawa bawa, beruntung Hawa belum mengeluarkan barang yang dia bawa, sehingga tidak butuh waktu lama untuk berkemas dan pergi.
Kini Hawa sudah berada didalam mobil dengan Tyo dan salah satu rekanya, Hawa duduk di kursi penumpang belakang seorang diri.
Saat kendaraan yang mereka tumpangi sudah berjalan jauh dari vila, tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan mobil mereka.
"Biarkan saja." Ucap Tyo pada rekanya yang ingin turun.
Pria itu membuka pintu dan langsung duduk disamping Hawa yang sedang memainkan ponselnya.
"Om Tyo kenapa merima tumpangan sama orang yang_ Om Mario!" pekik Hawa yang melihat pria disampingnya melepas topi yang dia pakai.
__ADS_1
"Maaf nona, saya minta ijin hanya menumpang sampai di Jakarta." Ucap Mario dengan tersenyum tampan.