My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Rencana kelahiran


__ADS_3

Aileen dan Ami mendekati kedua pria yang memiliki daya tarik dimata keduanya, dua wanita cantik itu tersenyum, ketika melihat pangeran mereka sedang mengobrol akrab.


"Byy.."Ami lebih dulu memanggil dengan terseyum. Nathan yang hafal suara sang Istri menoleh, dan ikut tersenyum.


"Asik banget sih, kalian ngobrolnya." Ucap Aileen yang langsung mendekati Ditya, dan berdiri disampingnya.


"Ngobrolin apa sih By, dari tadi aku perhatikan kamu sibuk." Ucap Ami dengan sedikit memanyunkan bibirnya.


Nathan mengusap rambut panjang Ami, yang tergerai. "Hanya ngobrol biasa sayang, urusan laki-laki." Jawab Nathan dengan tangan menyentuh pinggang Ami.


"Kamu juga kak, tumben asik ngobrol, biasa udah kayak dikasih lem itu bibir." Aileen mencibir Ditya yang kesehariannya adalah pria pendiam dan irit bicara.


Ditya terkekeh. "Kalau aku sendiri, nanti dikira gila." Ucap Ditya yang langsung mendapat tatapan tak percaya Aileen.


Keempat orang dewasa itu asik mengobrol bercanda, sedangkan si playboy asik mencari mangsa baru untuk dia jadikan kekasih, Ando lelah jika harus seperti ini.


.


.


Ami baru saja keluar dari kamar mandi, wanita itu baru saja membersihkan diri, setelah sampai diaparteman.


Nathan masuk kekamar dengan membawa segelas susu coklat untuk sang Istri, pria itu tidak lupa untuk hal minum susu dan juga meminum vitamin ibu hamil.

__ADS_1


"Apa aku harus minum susu ini terus." Ucap Ami yang menerima gelas susu coklat hangat itu.


"Ya, sampai dokter menyarankan untuk tidak minum susu lagi." Jawab Nathan dengan duduk didepan Ami, yang bersila diatas ranjang.


Wanita hamil itu menghabiskan susunya dan memeberikan gelas kosong itu pada Nathan.


"Tapi lama-lama bosen By, enek juga." Keluh Ami yang sudah susah untuk menelan minuman nutrisi ibu hamil itu.


Nathan menaruh gelas kosong di atas nakas samping ranjang.


Menarik keki Ami perlahan agar kedua kakinya terlentang dan membawanya diatas pangkuannya.


"Tapi mereka butuh nutrisi sayang, selain vitamin." Ucap Nathan dengan memijat pelan kedua kaki Ami yang dia taruh dipangkuannya.


Ami menghela napas, "Hubby saja yang minum susunya," Celetuk Ami membuat Nathan langsung menatapnya.


"Jika aku bisa hamil, tidak masalah." Balas Nathan membuat Ami mencebik.


Ami yang memang kurang menyukai susu membuatnya terpaksa meminumnya, demi buah hati mereka Ami rela selama berbulan-bulan meminum susu.


"By, aku ingin lahiran normal." Celetuk Ami dengan tiba-tiba.


Nathan menghentikan gerakan tangannya tiba-tiba yang sedang memijit kaki Ami.

__ADS_1


"Nanti kita bicarakan pada dokter Sarah, aku ingin merasakan menjadi seorang ibu seutuhnya." Ucap Ami lagi dengan menatap Nathan intens.


Nathan kembali melanjutkan kegiatannya, diam tanpa jawaban. Hanya saja apakah Ami lupa permintaan Nathan sebelumnya.


"By, bagaimana." Tanya Ami yang merasa tidak mendapat respon.


"Terserah." Jawab Nathan singkat, tanpa menoleh pada sang Istri.


Ami mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan suaminya.


"Kata orang, jika lahiran normal maka wanita akan disebut ibu yang sesungguhnya, karena mereka harus melewati proses persalinan dan mengejan untuk mengeluarkan bayi mereka." Tutur Ami yang pernah mendengar perumpamaan seperti itu. "Mereka rela mempertaruhkan nyawa demi buah hati agar bisa melihat indahnya dunia, dan aku ingin menjadi bagian ibu hebat di dunia." Ami terseyum, menatap Nathan yang masih pada kegiatanya.


Pria itu hanya mendengar tanpa mau menjawab.


Sejak kandungannya Ami berusia tiga bulan, Nathan sudah merencanakan jika nanti Ami kan melahirkan dengan cara operasi Caesar, bukan karena tidak bisa dikatakan ibu hebat yang bisa melahirkan dengan normal. Hanya saja Ami mengandung bayi kembar, dan Nathan takut menghadapi kemungkinan terburuk jika Ami tidak kuat mengejan untuk buah hati mereka. Dan Nathan sudah memutuskan untuk melahirkan Ami harus melakukan operasi.


"By, kamu tidak setuju?" Tanya Ami lagi dengan serius.


usia kandungannya akan memasuki bulan ke enam, tiga bulan lagi masuk ke bulan sembilan dan waktunya semakin dekat, jadi Ami ingin menentukan yang pasti.


Nathan menoleh, pria itu menatap Ami dengan tatapan datar.


"By.." Ami yang ditatap datar menunduk, apakah ucapanya salah?

__ADS_1


"Normal atau operasi, tidak bisa menjadi patokan untuk sebutan wanita seutuhnya," Ucap Nathan dengan tegas. "Wanita hamil dan melahirkan adalah mukjizat dan moderatnya sebagai wanita, dan ketika melahirkan memilih dengan cara operasi maka tidak ada sebutan bagi mereka menjadi wanita yang gagal untuk menjadi seutuhnya." Tutur Nathan lagi dengan nada pelan tapi penuh penegasan. "Jika kamu tidak mengandung bayi kembar, tidak masalah jika ingin melahirkan normal, tapi kamu mengandung bayi kembar sayang, aku tidak akan mengijinkan kamu lahiran secara normal." Nathan bicara panjang lebar, sejujurnya dirinya sudah malas membahas ini, tapi istrinya yang memancingnya lebih dulu. Padahal Nathan sudah bilang jika dirinya sudah menyiapkannya kelahiran buah hati mereka dengan cara operasi Caesar, dan waktu itu Ami hanya bilang menurut saja, tapi kini wanita itu kembali berulah untuk membuat Nathan harus ekstra sabar.


__ADS_2