My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Tidur diluar


__ADS_3

Sore ini Hawa sudah diperbolehkan pulang, Nathan dan Ami menunggu hingga putri mereka benar-benar diperbolehkan pulang.


Mario dan Adam tidak ada, entah apa yang dilakukan kedua pria itu karena tidak datang ikut menjemput Hawa.


Padahal gadis itu menunggu kedatangan sang kekasih, berharap Mario akan menjemputnya, tapi ternayata tidak datang.


"Hey, Kenapa wajah putri Mama cemberut begini hm? tidak suka mau pulang?" Ami menoel dagu Hawa dan memeluk putrinya dari samping.


Nathan yang baru selesai membereskan perlengkapan putrinya ikut menoleh.


"Tidak semangat karena gorio-rio tidak datang." Ledek Nathan dengan wajah datar.


"Papa namanya Om Mario, bukan gorio-rio " Protes Hawa yang tidak suka papanya mengganti panggilan seenaknya. Seperti nama jajanan.


"Serah papa dong, untung-untung papa kasih restu." Ucap Nathan tanpa sadar.


Mendengar itu Hawa diam dan langsung menunduk. Ami yang menyadari langsung menatap Nathan tajam, dengan sebuah ancaman. 'Tidur diluar.'


Nathan yang melihat tatapan tajam Istrinya meringis, menyadari ucapanya yang bercanda malah membuat petaka baginya.


"Tidak usah dengarkan papa mu, yang penting kalian bahagia." Ami mengusap kepala putrinya sayang.


"Iya sayang, papa hanya bercanda. Maafkan papa." Nathan melakukan hal yang sama sambil memeluk Hawa yang duduk diatas ranjang.


Nathan menatap istirnya dengan mimik wajah memohon, pria itu memohon agar malam ini tidak mendapat hukuman tidur diluar.


Ami hanya cuek tanpa memperdulikan tatapan suaminya yang memohon, membuat Nathan lemas.


.


.


.


"Ck, lu bisa ngak sih."

__ADS_1


"Sabar napa, gue lebih tua dari Lo sopan dikit kalau ngomong." Balas Mario ketus.


"Nyadar kalau tua, tapi lu nikahnya sama adek gue." Balas Adam dengan sindiran.


Mario hanya mendelik, dengan wajah kesal.


Sejak tadi yang ada kedua pria itu saling sibuk mencela dan menyindir. Tidak akur lantaran Adam yang sering membuat Mario kesal. Meskipun begitu Mario tetap sabar meladeni remaja yang sudah pintar berbisnis ini.


"Nah sekarang ini, taruh di sebelah sana." Adam memberikan balon berwarna biru pada Mario yang berada diatas tangga.


"Ck, gantian Dam," Mario tiba-tiba turun dari tangga.


Sejak tadi dirinya diatas tangga, untuk memasang balon dah juga ucapan untuk menyambut sang kekasih pulang dari rumah sakit.


Ternyata kedua pria itu tidak datang karena sedang mempersiapkan sambutan pesta kecil-kecilan.


"Lah kan ku calon suaminya, masa ngak ada kerja kerasnya." Ucap Adam yang melihat Mario sudah turun dari tangga.


"Gue ke lebih suka kerja keras sama Hawa diatas ranjang."


Bugh


Meksipun terasa sakit, tapi Mario malah tertawa.


"Gue yakin kalau lu nanti udah pernah ngerasain usaha diatas ranjang, pasti lu ngak akan bisa lupain."


Adam tidak menggubris perkataan Mario, dia lebih memilih memasang balon yang sebentar lagi selesai, karena papanya sudah berada dijalan menuju pulang.


Mario hanya geleng kepala, melihat Adam yang diam saja tidak bersuara yang bikin dirinya kesal.


Tak lama terdengar suara mesin mobil masuk kedalam perkarangan, Nathan lebih dulu turun untuk membukakan pintu kedua tuan putrinya.


"Non Hawa sudah pulang." Husein membantu membawakan barang bawaan mereka.


"Iya pak, Hawa sudah sembuh." Jawab Ami yang merangkul putrinya.

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu." Husein juga ikut senang.


Ketiganya berjalan masuk menuju pintu utama, Nathan lebih dulu membuka pintu sebelum keduanya masuk.


Dor


Dor


Ketiganya langsung menutup telinga, dan bersamaan itu suara riuh terdengar.


"Welcome My Quin Hawa...!!"


Mario, Adam dan art dirumah kompak menyambut kedatangan Hawa.


Hawa yang melihatnya tersenyum senang, matanya berkaca-kaca melihat dekor yang berada didepan sana.


Nathan dan Ami ikut tersenyum bahagia.


"Selamat datang, sayang." Mario mendekat dan memberikan buket bunga untuk Hawa.


Hawa tentu saja tersenyum dengan rasa haru. "Terima kasih Om." Ucapnya dengan senyum manis untuk pria yang berdiri didepannya.


Nathan yang melihat keuwuan mereka memutar kedua bola matanya malas.


"Lebay.."


"Auwwss, kok dicubit sih sayang." Nathan mengusap pinggangnya yang terasa panas karena dicubit istrinya.


"Ngak usah mulai lagi, kalau nggak mau tidur diluar satu Minggu."


Nathan membulatkan kedua matanya.


"No, bisa karatan si Singkong."


.

__ADS_1


.


Semangat kembang kopinya Sayang..💋


__ADS_2