
Bagaimana Nathan tidak merasa kembang kempis didada, jika penampilan sang Istri begitu mencolok. Apalagi Ami yang berdiri di atas panggung, wanitanya begitu cantik membuatnya tak bisa berpaling.
Disana Nathan melihat wajah Istrinya yang tertawa bahagia, dua wanita berbeda generasi itu saling merangkul dengan tersenyum.
Jika melihat seperti itu hatinya menghangat, dua wanita yang dia cintai didunia ini saling menyayangi dan mengasihi, dan mereka kompak seperti ibu dan anak.
"Baiklah, sepertinya saya harus jaga jarak ini sama nona cantik disebelah saya." Barata mengusap tengkuknya, ketika dirinya sadar sejak tadi ditatap oleh pria yang sangat dia kenal.
Ami yang menyadari ucapan Barata, matanya langsung mengedar mencari sosok yang mungkin saja sedang memperhatikannya.
Dan benar saja ketika pandangan mata mereka bertemu Ami terseyum, lalu mendekat pada Barata dan membisikkan sesuatu.
"Baiklah untuk meriahkan acara sekolah Pertiwi kali ini, ada yang spesial khususnya untuk bapak Aldrick Nathan Adhitama, dan juga bapak Allanaro Adhitama diminta sang pujaan hati untuk naik keatas panggung."
Huwaaaaa
Semua kembali bersorak dan bertepuk tangan, mereka langsung memusatkan pandangan ke dua orang pria yang masih berdiri berdampingan dengan mata membulat terkejut.
"Yang benar saja Nat, kita naik keatas panggung anak-anak sekolah." Ucap Allan yang merasa ini lelucon, seumur-umur dirinya tidak pernah bernyanyi didepan anak sekolah, apalagi satu sekolahan.
"Sepetinya mereka minta diberi pelajaran Pah, ayo kita tunjukan sama mereka jika kita juga bisa membuat Mama dan Ami kesal." Nathan terseyum licik, pria itu menatap tajam istirnya yang tersenyum padanya, "Lihat saja Ay, bagaimana suamimu ini banyak digilai wanita." Gumam Nathan yang masih di dengar Allan, pria paruh baya itu mengangguk setuju.
"Ya, ayo kita tunjukan. like father like son."
Keduanya tersenyum, ketika Barata kembali memanggil. Bak adegan Slow motion bapak dan anak secara bersamaan memakai kaca mata hitam, berjalan beriringan dengan gagahnya, wajah yang rupawan membuat siapa saja ingin memilikinya.
Semua yang hadir semakin tak terkendali dengan berteriak histeris, mengambil foto dan video dua pangeran Adhitama yang selalu berkacak didunia bisnis nomor satu. Kejadian langka ini membuat mereka begitu senang melihat secara dekat apalagi kelaurga Adhitama tidak sombong dengan sesama dan mereka sangat menghormati.
Allanaro lebih dulu naik keatas panggung, disusul Nathan, kedua pria itu langsung memeluk pinggang pasangan masing-masing dengan posesif. Barata dan personil yang lainnya ikut berteriak melihat bagaimana dua pria berbeda generasi itu sama-sama posesif, bukan hanya personil band. Para murid dan guru pun ikut menutup mulut melihat bagaimana posesifnya para pria Adhitama. Mereka melihat bertapa beruntungnya wanita yang bersanding dengan pria Adhitama.
"Huuuu,, kita yang lihat jadi Speechless, ternyata mereka pasangan yang cocok dan harmonis." Ucap pembawa acara yang sejak tadi sudah gatal ingin mengomentari. "Baiklah sepertinya mereka akan mempersembahkan lagu untuk kita semua yang ada di sini, mari kita sambut kelaurga Adhitama..!!"
Huuuuuu
Plok...Plok..plok... (Suara tepuk Tangan, bukan bukan yang lain)😩
"Byy.." Ami menatap Nathan penuh haru, dirinya tidak menyangka akan berada diposisi seperti ini, posisi dimana semua orang melihatnya bukan sebagai Ami yang miskin, melainkan Ami yang bersandingan dengan seorang pria yang memiliki kekuasaan besar, putra Adhitama.
Nathan menatap istrinya tersenyum, melihat mata istrinya yang berkaca-kaca tangan Nathan bergerak mengusap kepala Ami. "Kita bersenang-senang hari ini." Ucap Nathan untuk menenangkan sang Istri, dia tahu jika istrinya merasa terharu, ini kali pertama Ami yang berada didepan umum bersama dirinya dilihat secara langsung.
Karena saat konferensi pers mereka hanya didepan awak media saja.
__ADS_1
Pergerakan Nathan tak luput dari mulut dan media oleh netizen, bahkan ada wartawan yang sengaja sekolah undang untuk meliput acara sekolah yang luar biasa ini.
Nathan membisikkan sesuatu pada band pengiring.
Ehem
Huuuu
Nathan terseyum, hanya berdehem dirinya langsung disambut riuh sorakan.
"Bang, aku bahagia melihat mereka." Indira tersenyum dalam rangkulan suaminya.
"Ya, karena ulah kamu mereka menjadi seperti ini." Ucap Allan yang juga bahagia, melihat putranya yang kaku kini bisa tersenyum didepan umum, bahkan Nathan tidak malu akan menyumbangkan suaranya.
"Karena hati nurani seorang ibu, tidak semua salah. Mereka berjodoh campur tangan Tuhan dan kita hanya perantara." Ucap Indira yang bersandar di dada suaminya.
Allan merangkul bahu sang istri, keduanya menatap kedua sejoli yang sedang saling terseyum dan bergandengan tangan.
Musik mulai dimainkan, Nathan menatap sang istri dengan bibir terseyum, tangannya menggenggam jemari Ami.
'Kau datang kedalam hatiku'
'Tiap kali aku hembuskan napasku'
Indira melambaikan tangan, wanita itu merasa hatinya berdesir terharu. Allan pun mengikuti sang istri, dan semua juga mengikutinya.
'Aku melewatinya setiap hari'
Semua menaikan tangan mereka mengikuti alunan musik dan suara Nathan yang ternyata sangat indah.
'Kau melangkah bagaikan angin'
Ami terseyum haru, tatapannya membalas tatapan Nathan yang penuh cinta.
'Aku terbang bagaikan butiran pasir'
'Siapa yang akan mencintaimu seperti ini'
'Seperti yang aku lakukan'
Keduanya menyatukan kening mereka, sorak ramai haru melebur menjadi satu, sungguh mereka benar-benar melihat pasangan yang romantis dan harmonis.
__ADS_1
Nathan mencium punggung tangan Ami sebagai penutup.
"I Love you my wife."
Ungkapan hati Nathan terakhir membuat mereka terharu biru, sampai ada yang meneteskan air mata, sungguh begitu beruntung seorang Ami dicintai begitu besar oleh pria tampan seperti Nathan Adhitama.
"Love you more my husband." Balas Ami disambut dengan pelukan dari Nathan.
Semua bertepuk tangan bahagia melihat pasangan yang saling mencintai.
Ehem
Nathan kembali berdehem untuk menyampaikan sesuatu.
"Terima kasih atas partisipasi dan semua yang hadir, pasti disini kalian semua bilang jika Ayana yang beruntung mendapatkan saya, tapi bagi saya tidak." Nathan menatap wanitanya bergantian pada semua murid yang menatap kearah mereka. "Justru saya yang sangat beruntung mendapatkan Ayana, Istri saya. karena dia datang dan merubah hidup saya yang kaku seperti yang kalian tahu." Nathan tertawa. "Berkat Wanita disamping saya ini, saya bisa merubah kekakuan hidup saya menjadi lebih berwarna karena dia yang hadir di hidup saya, sebagai pendamping saya dan menemani hari tua saya bersama anak-anak kami kelak."
Semua kembali merasa terharu, ternyata mereka sama-sama beruntung mendapatkan satu sama lain, melengkapi kekurangannya mereka dengan kelebihan yang mereka punya.
"By.." Ami tidak bisa berkata-kata, kali ini dirinya tidak bisa menahan cairan bening yang sejak tadi sudah menggenang dipelupuk matanya.
"Aku beruntung mendapatkan kamu sayang, tidak ada kata lain selain aku mencintaimu sekarang, esok dan selamanya."
Nathan mengungkapkan ungkapan cintanya kembali didepan umum, dengan suara keras menggunakan microfone.
Sungguh pemandangan langkah yang membuat mereka langsung mengabadikannya dengan ponsel mereka semua, bahkan sejak di mulai mereka sudah membagikan siaran langsung di akun media mereka masing-masing.
"Jangan lupakan hukumamu, yang sudah berani sayang." Bisik Nathan ditelinga Ami.
Ami membulatkan kedua matanya melihat senyum menyeringai suaminya.
"Duh Gusti, haruskah dia dibuat lupa ingatan."
Ucap Ami dengan wajah mengenaskan.
_Kaun tujhe_ (Lagu India, versi aku buat Indonesia, coba aja dengerin) ðŸ¤
Jangan lupa mampir ke karya author yang baru ya sayang..
"DINIKAHKAN DENGAN PRIA LUMPUH"
__ADS_1
Pok Amai-Amai belalang kupu-kupu 🥰