My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Extra part~Menunggu momen


__ADS_3

Sampainya diaparteman Ami duduk bersandar di sofa depan tv, sedangkan Nathan berjalan ke dapur untuk mengambil sesuatu.


Ami menoleh saat melihat suaminya datang membawa baskom dan kain handuk kecil ditangan kirinya.


"Kamu mau apa By?" tanya Ami yang tidak tahu untuk apa Nathan membawa baskom dan handuk kecil ditanganya.


"Tadi aku scroll, cara mengatasi apa yang kamu rasain. Dan agar tidak semakin sakit, harus dikompres pakai air hangat." Nathan duduk disamping Ami, dan membasahi kain handuk yang dia bawa dengan air hangat, lalu memerasnya agar setengah kering.


"Em, kamu so sweet By." Ami terseyum manis. Tidak menyangka jika suaminya seperhatian itu dengannya.


"Ck, jangan senang dulu. Karena semua tidak gratis." Ledek Nathan dengan perlahan menempelkan kain hangat ke bagian kelembutan Ami, menekanya pelan, sambil memijit lembut.


"Shh, emh." Ami sesekali mendesis, karena merasa ngilu dan juga sedikit sakit. Tapi tidak sesakit sebelumnya yang terasa keras.


"Apa lebih baik." Ucap Nathan masih dengan aktifitasnya, Sambil menatap wajah istrinya yang menahan sakit tapi sepertinya juga menikmati.


"Sudah lebih baik By."


"Kamu lanjutin dulu, aku mau membeli sesuatu." Ucap Nathan yang kembali memasukan kain handuk kedalam air hangat, dan melakukan seperti tadi lalu diberikan pada Ami.

__ADS_1


"Mau kemana?" tanya Ami dengan wajah penasaran.


"Hanya sebentar, supermarket dibawah." Nathan mengacak-acak rambut istrinya lembut, dan mencium pipinya.


"Jangan lama-lama sayang." Ucap Ami membuat Nathan melebarkan senyumnya sambil mengedipkan mata genit.


"Ish, genit."Ucap Ami kesal.


"Emh, kira-kira twisn sedang apa." Gumamnya sambil memikirkan kedua buah hatinya. Baru ditinggal sebentar Ami merasakan rindu pada bayi menggemaskan itu. Apalagi produksi ASI-nya seharian belum twisn konsumsi.


"Ck, papamu memang kurang kerjaan, kenapa tidak pulang kerumah tapi malah kesini." Ami mendengus kesal, mengingat suaminya membawanya keaparteman bukan pulang kerumah, agar ASI-nya bisa dikonsumsi twins.


"Sayang, coba kamu pakai pompa ASI ini." Ucap Nathan yang kembali duduk disamping Istrinya, dan mengeluarkan barang yang dia beli.


"Kamu beli ini." Ucap Ami yang menerima pompa asi dari suaminya.


"Hm, pakailah biar aku bantu." Ucap Nathan dengan memposisikan dirinya sedikit miring.


Ami memincingkan matanya. "Membantu atau hanya modus." Ucap Ami ketus.

__ADS_1


Nathan menyipitkan matanya. "Jika saja bukan punya twins, mungkin sudah aku habiskan." Kesal Nathan yang dicurigai Ami, padahal sejak tadi dirinya sudah mati-matian menahan hasrat saat menyentuh kelembutan Ami saat dimobil.


Ami mengehela napas, dirinya sedikit menegakkan tubuhnya, "Biar aku saja by." Ucap Ami yang mengambil pompa ASI dari tangan Nathan.


Nathan tidak menolak, pria mesum itu mencoba untuk mengatur napasnya saat melihat bagaimana alat yang dia beli tadi berfungsi membuatnya menelan ludah kasar.


Ami sesekali memejamkan mata, dan mengigit bibir bawahnya, leguhan kecil terkadang terdengar ketika merasakan sesuatu.


Setelah hampir tiga puluh menit, akhirnya Ami menyelesaikan tugasnya meskipun dengan menahan sakit, ternyata ASI yang dia hasilnya lumayan banyak.


"Ah, akhirnya." Ami merasa lega, seperti beban berat yang dia bawa sejak tadi sudah melebur dan menghilang.


"Biar aku bereskan." Nathan merapikan barang-barang yang dipakai tadi, membawanya kedapur.


Ami masuk kedalam kamar, mencari pakaian ganti untuk Ia kenakan, karena pakaian tadi sudah basah.


Masuk kedalam kamar mandi Ami lupa tidak mengunci pintu, sehingga pedofil yang sejak tadi sudah mengintai, begitu mudah untuk ikut masuk menerkam mangsanya.


Nathan tersenyum, saat melihat istrinya berdiri dibawah air shower yang mengalir.

__ADS_1


Ami sedang membersihkan diri. Nathan segera melucuti pakaiannya dan membuangnya asal, dirinya sejak tadi sudah menunggu momen yang akan membuat keduanya berolah raga.


__ADS_2