My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Live streaming


__ADS_3

Nathan tidak membawa Ami pulang ke apartemen, melainkan kerumah bunda Raya.


"Kenapa kesini Om?" Ami menatap Nathan sekilas, sejak terakhir ketemu di rumah Mama Indira, Ami belum lagi menemui bundanya.


"Ck, bisa tidak panggilan Om itu dirubah." Nathan menatap Ami. "Kita suami Istri bukan Om dan keponakan." Ucapnya dengan mengehela napas dalam.


Ami terseyum tipis. "Tapi Om kan anggap aku keponakan sama bik Asih." Ucapan Ami membuat Nathan menatapnya tajam.


"Ya, itu sebelum kamu berubah perasaan."


Ami mencebikkan bibirnya. "Terus aku panggil harus apa." Ami memiringkan tubuhnya menghadap Nathan. Mereka berada didalam mobil yang sudah berhenti didepan rumah bunda Raya, tapi sepertinya bunda Raya belum pulang.


"Terserah, yang penting jangan Om," Nathan membuka sabuk pengamannya.


"Kakak?" Ami menatap Nathan dengan senyum.


"Aku bukan kakak mu." Ucapnya yang keberatan.


"Lalu apa?" Ami nampak berpikir lagi. Bingung tentu saja, karena umur mereka selisih lumayan jauh.


Apalagi mereka langsung terikat dengan sebuah pernikahan.


"Abang, Mas? Boleh?" Tanya Ami lagi, seperti sedang menawar sebuah permintaan, Nathan gemas sendiri.


"Pilih salah satu, atau sayang juga boleh." Nathan terseyum meneyringai, lagi-lagi dia membuat pipi gadisnya kembali bersemu.

__ADS_1


"Iya deh aku, panggil Mas atau abang saja." Setelah mengatakan itu Ami segera keluar dari mobil karena dirinya melihat bunda Raya masuk keperkarangan rumahnya.


Nathan hanya geleng kepala, memang sudah membuat wanita memanggil dengan sebutan sayang, berbeda dengan wanita yang mengejar-ngejarnya tanpa dia suruh kata sayang sudah meluncur bebas.


"Bunda.." Ami memeluk bunda Raya dengan penuh kerinduan.


Bunda raya menyambut pelukan putrinya dengan hangat, beliau juga merindukan putri semata wayangnya.


"Ami kangen masakan bunda." Ucap Ami tanpa basa basi, sedangkan Nathan hanya geleng kepala.


"Em, kebetulan nih bunda bawa pepes kesukaan kamu, ada sambal+sayur asem juga." Bunda Raya menunjukan bawaan yang dia bawa. Tadi dia memasak banyak di rumah pak Teguh karena adiknya datang lagi kerumah pak teguh, dan Bu Hesti menyuruh bunda Raya untuk memasak.


"Apa kabar nak?" Bunda Raya menyapa Nathan yang berdiri di belakang putrinya.


"Baik bunda," Nathan meriah tangan bunda Raya dan menciumnya. Jika dilihat bunda raya dan Nathan seperti kakak adik, tapi mau bagiamana lagi takdir memperkenalkan mereka sebagai menantu dan ibu mertua.


"A-em Mas, duh aku jadi berbelit kan." Ucap Ami didepan Nathan dan bunda Raya. Nathan menahan senyum, sedangkan bunda Raya hanya menggeleng.


"Pelan-pelan, nanti juga terbiasa." Ucap bunda raya yang mengerti ucapan putrinya. Bunda Raya menyiapkan piring dan mangkuk untuk tempat makanan yang dia bawa tadi.


Ami hanya menyengir, "Om sih mintanya aneh-aneh." Keluh Ami, dengan cemberut.


Cup


Dengan cepat Nathan menyambar bibir yang cemberut, selagi bunda Raya tidak melihat ke arah mereka.

__ADS_1


"Hukuman jika kamu panggil Om lagi." Ucap Nathan seketika membuat Ami mendelik.


Merasa di rugikan, Ami ingin protes tapi kedatangan bunda Raya membuatnya diam, hanya tatapan matanya saja yang tidak terima dengan hukuman yang Nathan katakan.


"Ayo, makan." Bunda Raya sudah menaruh semua lauk beserta sayur yang dia bawa tadi.


"Nak, layani suami kamu." Ucap bunda Raya membuat Ami mendelik, tapi tidak dengan Nathan yang malah tersenyum senang. Jika didepan bundanya gadis kecil itu tidak akan berkutik.


Dengan disertasi senyum paksa Ami mengambilkan Nathan nasi. "Em, M-mas mau pake lauk apa?" Tanya Ami dengan kikuk, lidahnya seperti keseleo ketika memanggil Nathan 'Mas'.


"Apa saja." Nathan terlihat ragu melihat menu didepanya, karena dia tidak pernah melihat masakan seperti itu. Jika dia datang kerumah besar Mamanya selalu memaksakan menu kesukaannya, berbeda jika hanya berdua Mama Indira suka memasak masakan kampung dengan suaminya.


"Dijamin enak, gak kalah sama restoran bintang lima, karena masakan bunda gak ada tandingannya." Sindir Ami, yang melihat mimik wajah Nathan.


"Maaf nak, hanya menu seperti ini yang bisa bunda siapakan." Ucap bunda Raya yang merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa, lain kali kamu harus masakin aku menu sederhana seperti ini." Lagi-lagi Nathan mengeluarkan jurusnya, untuk membuat Istrinya kesal.


Ami hanya mengangguk pasrah, apalagi bunda raya menatapnya. 'Tambah lagi pekerjaan gue.'


Bunda Raya yang melihat putrinya makan dengan lahap, apalagi Nathan juga demikian, bahkan mereka sempat berebut ikan mas pepes yang tinggal satu membuat meja makan menjadi ramai, Ami yang tidak mau mengalah dan Nathan yang tidak mau kalah.


Marahnya seorang ibu hanya dibibir, jika sudah di ucapkan maka kemarahan itu akan berganti rasa penyesalan dalam hati. Begitupun dengan bunda Raya yang sempat kecewa dengan putrinya. Tapi dia juga tidak bisa menyalahkan putrinya, karena apa yang mereka alami bunda Raya tidak tahu.


"Ish, Om tega banget sih gak mau_ emph." Mata Ami melotot, begitupun bunda Raya yang langsung memalingkan wajahnya, malu melihat kelakuan menantu dan putrinya, yang sengaja live streaming.

__ADS_1


Ehem


Deg


__ADS_2