My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~Hawa pingsan


__ADS_3

Dua minggu sudah berlalu setelah acara pertemuan tiga keluarga itu.


Marvin sudah pulang ke Swiss, untuk menyelesaikan pekerjaan memang tidak bisa diwakilkan oleh Ferdy.


Marvin akan kembali dua minggu lagi untuk melihat putranya menikah dengan wanita yang dicintainya.


Ternyata putranya tidak salah memilih, selain cantik dan dari keluarga kaya, ternyata Hawa Malika Adhitama juga baik dalam berprilaku sopan.


Mengigat calon menantunya, Marvin seperti melihat bayangan Istrinya saat muda dulu.


Dikediaman Julio kedatangan tamu yang memang mereka tunggu-tunggu.


Mike akhirnya membawa Livia datang kerumah orang tuanya, meskipun Livia mengunakan pakaian yang sedikit longgar, tapi tidak bisa menutupi perutnya yang sudah terlihat menonjol.


Tubuh wanita itu sangat kurus, Vania yang melihatnya pun tidak tega.


Meskipun perbuatan mereka tidak dibenarkan, tapi mau bagaimana lagi gadis itu sudah mengandung darah daging keluarga Bord, apalagi Vania memang menginginkan seorang cucu.


Kedua tangan Livia terasa basah kerena merasa takut akan melihat tatapan kedua orang tua Mike.


Untuk pertama kali dirinya dibawa ke rumah kedua orang tuanya, dan berhadapan langsung.


"Silahkan duduk nak, tidak baik ibu hamil berdiri terus." Ucap Vania mendekati Livia..


Mike hanya diam melirik Livia. Sejak pertemuanya terakhir dengan Mario, dirinya dalam seminggu hanya diam di kamar dan merenung. Mencoba bersamaan dengan keadaan dan menerima apa yang seharusnya dia jalani.


Meksipun masih berat, tapi Mike mencoba untuk menerima Livia, apalagi Livia sedang mengandung darah dagingnya. Dia bukan orang yang kejam, ya Mike yakin dirinya pasti bisa menjadi orang tua yang baik.


"Kalian harus segara menikah, tidak mungkin menunggu anak kalian lahir dan kalian belum menikah." Ucap Julio yang duduk di sofa single, dan Vania duduk berdua dengan Livia.


Wanita itu menatap prihatin Wanita yang dibawa putranya, Vania yakin pasti Livia merasakan tekanan batin hingga membuat tubuhnya kurus.


"Ya, Mama setuju apa yang dikatakan papamu, lebih cepat lebih baik, kalian harus menikah."

__ADS_1


Tidak ada yang bisa Mike lakukan kecuali menuruti ucapan kedua orangtuanya, kali ini dirinya tidak akan menjadi egois. Mike tidak ingin menyesal dikemudian hari.


.


.


Ditempat yang berbeda, Hawa sedang mengikuti pelajaran olah raga. Gadis itu berdiri ditengah lapangan foli bersama tim yang lain.


Mereka mengikuti olah raga voli untuk di ambil nilai. Dan Hawa tidak menyukai olahraga ini, dia menyukai basket.


Karena merasa hari ini begitu terik, Hawa sampai menggunakan tangannya untuk menutupi silaunya terik matahari.


Dan karena tidak merasa silau, bola yang datang dari arah lawan tidak dirinya lihat.


"Lika awass.."


Bugh


"Lika.." Semua mendatangi Hawa yang jatuh kebawah, Sasa sudah panik melihat Hawa yang tidak sadarkan diri.


"Tolong bantu bawa ke UKS."


"Biar bapak saja." Guru olahraga yang yang usianya sudah 35 tahun itu mengangkat Hawa menuju UKS. Sasa mengikuti guru itu dengan wajah cemas.


"Lika.."


Sasa mengoleskan minyak kayu putih dihidung Hawa, gadis itu khawatir dengan sahabatnya.


"Kamu tunggu disini sampai dia siuman." Ucap guru itu, yang hanya diangguki Sasa.


Brak


Pintu terbuka dari luar, Adam masuk dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Tanya Adam yang sudah melihat Hawa tergeletak di ranjang tak sadarkan diri.


"Kena bola voli, saat latihan." Jawab Sasa.


"Hawa..hey bangun." Adam mengantikan Sasa untuk memberikan minyak kayu putih.


Tak lama Hawa sadar dengan perlahan membuka matanya.


"Hey, mana yang sakit?" Tanya Adam perhatian.


"Kak." Hawa mengerjap pelan. "Kepala ku sakit." Keluhnya yang merasa begitu pusing.


"Kita ke rumah sakit."


Adam langsung mengendong adiknya untuk di bawa kerumah sakit, tapi dirinya lupa jika sekolah tidak membawa mobil.


"Sial." Adam menaruh kembali Hawa di ranjang. "Sebentar." Ucapnya yang langsung merogoh ponselnya di saku celana.


"Halo..."


Terdengar suara seseorang diseberang sana.


"Hawa pingsan gue batuh mobil untuk membawanya kerumah sak_"


Tut...Tut...Tut...


"Ck, sialan emang." Umpat Adam yang sambungan telepon terputus lebih dulu.


Sasa hanya bisa diam melihat Adam yang marah-marah sendiri.


.


Kembang kopi sayang 💋🥰

__ADS_1


__ADS_2