My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Bahagia dan selesai


__ADS_3

Ami duduk dibawah dengan menekuk kakinya, gadis itu duduk dengan kedua tangan yang berpangku dikedua lututnya yang ditekuk. Melihat hujan yang tak kunjung reda membuat Ami merasa gelisah, dirinya tidak tahu bisa pulang atau tidak.


Ketika menunduk dengan memainkan tangannya menggunakan air hujan yang jatuh ke bawah, tiba-tiba Ami melihat sepasang sepatu yang berhenti di sampingan.


Wajahnya mendongakkan, dan melihat siapa pria yang berdiri menjulang tinggi didepanya.


Bibirnya langsung melengkungkan senyum bahagia, melihat Nathan orang yang sejak siang dia tunggu muncul dihadapannya.


Ami langsung berdiri didepan Nathan, dengan bibir melengkungkan senyum, tapi ketika melihat wajah tegas Nathan perlahan senyum itu pudar, tatapan Nathan seperti ingin menerkamnya.


"By, Aku_"


Grep


Tubuh Ami mematung merasakan pelukan Nathan yang begitu erat.


"Maaf sudah membuatmu menunggu." Ucap Nathan lirih.


Ami terseyum, tangannya yang semula hanya diam kini perlahan naik untuk membalas pelukan Nathan, dan mengelusnya.


"Tidak, aku yang seharusnya minta maaf, maafkan aku yang selalu membuatmu kesal karena ulahku, maaf By."


Nathan semakin mengeratkan pelukannya, dia benar-benar merasa bersalah dengan Ami, meskipun Ami yang menilainya, hingga membuatnya kesal.

__ADS_1


Nathan mengurai pelukannya, mencium kening Ami Nathan terseyum. "Jangan diulangi, selain pintar membuat kesal kamu juga pintar membuat orang panik dan kahawatir." Nathan menarik hidung kecil Ami, membuat sang empu meringis.


"Ish By, sakit." Rengek Ami memukul lengan Nathan.


"Tapi aku sangat mencintaimu." Nathan tertawa dan kembali memeluk tubuh Istrinya dengan hangat.


Ami ikut terseyum bahagia, mereka memang tidak bisa tahan lama jika marahan.


Rencana akan menghadiri undangan Hans pun batal, Nathan tidak jadi datang lantaran hujan dan juga kasihan dengan Ami, esok Nathan kan datang secara pribadi untuk minta maaf.


Kebahagian mereka sederhana, Lika-liku kehidupan sudah mereka lewati, hanya saja ujian rumah tangga mereka akan selalu ada di setiap hiruk biduk rumah tangga tidak ada yang mulus seperti pan*tat bayi.


.


.


Waktu cepat berlalu hingga kini usia kehamilan Ayana Malika Ifana, sudah di bulan ke empat. kediaman Adhitama nampak begitu ramai dengan berkumpulnya keluarga dan beberapa rekan bisnis Nathan yang sengaja diundang.


Hari ini Nathan dan Ami mengadakan syukuran empat bulanan untuk janin yang Ami kandung.


Wajah bahagia Nathan terus terpancar terlihat dari pria itu yang terus tersenyum, Nathan begitu bahagia ketika tahu jika sang istri mengandung bayi kembar.


Bukan hanya Nathan kedua orang tua mereka juga sama, mereka semua ikut bahagia.

__ADS_1


"Bunda, nanti cucu dan anak bunda main bersama." Ucap Ami langsung menyita tawa mereka.


Bunda Raya yang kebetulan juga sudah hamil, kini usia kandungannya memasuki awal kedelapan, dan putrinya sedang mengandung empat bulan.


"Ya, nanti kecil-kecil sudah dipanggil Om." Ucap Mustafa yang malah membuat mereka semakin tertawa.


Acara yang Nathan gelar berjalan lancar, syukuran yang mereka lakukan tidaklah besar-besaran yang terpenting doa yang mereka panjatkan untuk buah hati mereka dan sang ibu, Nathan benar-benar harus menjaga ekstra sang Istri.


"Lucu, aku akan punya Beby, dan juga seorang adik." Ucap Ami lagi dengan tertawa.


Didalam rumah besar itu semua nampak bahagia.


Wajah bahagia mereka sangat jelas terlihat, kelaurga yang utuh dengan segala kerukunan yang ada, Ami begitu bersyukur berada ditengah-tengah kelaurga yang bisa menerima dirinya.


Melihat sang bunda bahagia dengan suami barunya, dan kini mereka akan segera mendapat anggota baru.


Wajah kedua mertuanya juga terlihat bahagia, Ami begitu senang bisa menjadi menantu orang baik dan penyayang seperti keduanya.


Melihat kesampingnya, senyum Ami mengembang melihat pria sekaligus cinta pertamanya yang kini sudah menjadi suaminya, pria yang memberinya banyak cinta dan juga kasih sayang yang berlimpah, dialah Nathan Adhitama yang menikahinya secara paksa dan berakhir dengan saling cinta dan bucin.


"Terima kasih sayang." Nathan mengelus perut buncit Istrinya, hatinya begitu senang hingga rasanya merasakan kupu-kupu menari-nari membuatnya gembira.


"Sama-sama sayang." balas Ami dengan suara berbisik mesra.

__ADS_1


Keduanya terseyum penuh dengan cinta, senyum yang selalu membuat keduanya dalam ketenangan.


__ADS_2