My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Ando galau


__ADS_3

Pagi sebelum matahari menampakan sinarnya udara dingin tidak membuat kedua insan bergelung dibawah selimut.


Hanya saja_


"Aahh Sayang."


Kedua sepasang suami Istri sedang melakukan olahraga pagi yang mengundang keringat panas.


Suara ******* dan erangan di kamar hotel terus bersahutan dengan Ayana Malika Ifana sebagai pengendali permainan.


Bukan Nathan yang menggoda melainkan istri kecil nakalnya dengan sengaja menggoda singkong premium miliknya untuk bekerja di pagi hari.


"By, Eum." Ami bergerak naik turun dengan tak beratur ketika dalam dirinya merasakan sesuatu yang ingin meledak.


Tangannya bertumpu pada bahu Nathan yang kokoh, bahu yang sudah basah oleh keringat.


Sedangkan si pria sedang asik menggunakan dua gundukan kelembutan untuk membuat sang Istri semakin bergairah.


"By, aku tidak ahh_"


Desahann dan rintihan Ami seakan irama untuk membangkitkan gairah Nathan, kini pria itu yang sudah membelikan tubuh istrinya bergantian pegang kendali.


"Eng seperti ini sayang." Nathan mendongak bergerak cepat untuk membuat sang Istri terpuaskan.


"By ahhh." Lenguhan panjang bersamaan dengan tumbuhnya yang bergetar, Ami mendapatkan puncaknya.


"Byy.." Ami tak kuasa kembali menutup mulutnya ketika Nathan bergerak semakin cepat.


Merasakan singkong premium yang semakin sesak dan menegang membuat Ami kian gelisah, menatap wajah Nathan yang sudah basah dengan keringat dengan napas memburu.


"By, lebih cepat.."


Dengan senang hati Nathan mengabulkan permintaan sang Istri, karena dirinya juga sudah diambang pelepasan.


Geraman rendah dan leguhan panjang keduanya telah usai, kini hanya sisa peluh yang membanjiri tubuh keduanya.

__ADS_1


Pukul lima pagi hingga enak lewat keduanya bergelung di atas ranjang panas pagi hari.


"Istirahatlah sebentar." Nathan berguling ke samping dan memeluk tubuh polos istrinya yang masih basah dengan keringat percintaan mereka.


"Hm, kita pergi jam berapa tanya Ami dengan mata terpejam napasnya masih ngos-ngosan.


"Masih ada waktu untuk istirahat." Jawab Nathan mengecup kening sang istri.


"Tapi aku belum menyiapkan barang yang kita bawa By." Ami ingin beranjak tapi tubuhnya dipeluk Nathan erat.


"Em, sudah aku bereskan. Tidak usah khawatir." Jawabnya yang menenggelamkan kepalanya di belahan dada sang Istri, banyak tanda kepemilikan di sekujur tubuh Istrinya dan Nathan menyukai hasil karyanya.


Ami tersenyum, "Terima kasih." Kecupan dipipi Nathan dapatkan, dan membuat pesona Nathan muncul dengan senyum.


"Jangan senyum seperti itu by," Kesal Ami dengan jantung yang berdebar-debar.


Nathan semakin mengembangkan senyum. "Karena pesonaku membuatmu jatuh cinta." Selorohnya membuat Ami mencebik.


"Ge-er, kamu Om-Om nyebelin dan kejam sedunia." Ketus Ami dengan mengerucutkan bibirnya.


"Ya, dan kamu My Husband Om-Om ku." Ami terseyum lebar. Membuat Nathan gemas.


Keduanya malah asik bercanda, menghabiskan sisa waktu sebelum berangkat ke bandara.


"Ayo." Nathan menggendong Ami untuk masuk ke dalam kamar mandi. Dan dengan senang hati Istri kecil itu menerima.


Nathan selalu membantunya membersihkan diri setelah pergulatan panas mereka, dan Ami merasa begitu di cintai dan diperlakukan seperti ratu oleh sang suami.


Jika dulu baginya Nathan adalah pria menyebalkan dan kejam, sekarang pria itu seperti pangeran yang mencintai Cinderella, cinta memang mampu merubah sifat.


.


.


"Silahkan tuan." Haikal membukakan pintu mobil untuk Nathan dan Istrinya.

__ADS_1


"Apa Ando sudah pulang lebih dulu." Tanya Nathan setelah duduk di kursi penumpang belakang, disamping sang istri.


"Gue belum balik."


Blam


Tiba-tiba Ando masuk dan duduk di kursi penumpang depan.


Nathan hanya mengehela napas, asistennya itu pasti tidak mau kalah denganya.


"Udah berapa ronde yang lu mainin, sampe ngos-ngosan begitu." Ledek Nathan yang memang melihat Ando masih berantakan, bahkan napas pria itu memburu.


"Ck, lu ngak ngerti Nat, gue hampir jantungan dan mati ditempat." Kesalnya dengan wajah datar.


"Apa? lu lihat hantu." Ledek Nathan lagi.


Mobil yang dikemudikan Haikal berjalan menuju bandara, mengantarkan ketiga orang yang akan pulang ke Jakarta.


Ando tidak menjawab, melainkan wajahnya begitu kesal dan menahan amarah.


Nathan tidak lagi meledek ketika melihat wajah asistennya yang seperti menahan amarah, Nathan melirik dari kaca spion.


"By, aku ngantuk." Ucap Ami yang langsung bersandar di bahu Nathan.


"Hm, tidurlah." Nathan mengusap kepala Ami yang bersandar. Meraka tadi memang tidak sempat istirahat setelah pergulatan panas pagi tadi.


"Hati-hati tuan, Mas Ando semoga selamat sampai tujuan." Haikal melepas kepergian bos-nya di bandara.


Nathan mengendong istirnya yang tidak mau bangun beruntung dirinya memakai jet pribadi.


"Lu gempur berapa ronde Nat, sampe loyo begitu." Ledek Ando dengan senyum menyeringai.


Nathan mendelik. "Entahlah, akhir-akhir ini dia suka sekali tidur." Balas Nathan yang langsung membawa Ami masuk kedalam kamar pribadi.


Ando hanya geleng kepala. "Mungkin lebih baik gue cari Istri modelan kaya Istri lu Nat." Gumam Ando dengan menggaruk kepalanya.

__ADS_1


Jika bisa Ando tidak akan mencintai dan mengharapkan wanita seperti Mira untuk menjadi pendampingnya, beruntung dirinya belum menikahi wanita binal berkedok polos seperti Mira.


__ADS_2