My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Ular sawah


__ADS_3

Seperti yang dikatakan Nathan, didepan sana berdiri seorang wanita yang sedang bersandar di mobil miliknya yang mogok.


Ami melihat Wanita cantik tinggi dan putih, apalagi wanita itu sepertinya sangat berkelas. Lalu matanya bergantian melirik kearah Nathan yang baru saja memakirkan mobilnya, dipinggir jalan.


"Tunggu sebentar sayang, aku keluar dulu." Ucap Nathan melepas sabuk pengamannya.


"Hm." Ami hanya bergumam.


Nathan keluar dan langsung menghampiri Hilda.


"Kenapa bisa mogok Hil?" Tanya Nathan yang sudah berdiri didepan kap mobil Hilda yang sudah terbuka.


"Ngak tahu Nat, tau-tau keluar asap, dan mesinnya mati." Terang Hilda yang memang mobilnya tadi mengeluarkan asap.


"Ck, kamu tidak pernah servis, ini air radiatornya sampai habis begini, dan harus di bawa ke bengkel." Nathan hanya bisa berkacak pinggang. "Biar aku panggil derek, kalau dipaksakan tidak bisa hidup juga dan pasti akan semakin parah." Nathan merogoh ponselnya di saku celana, matahari masih terik siang menjelang sore ini, Nathan yang sedang menelpon tidak sadar jika Hilda mengelap wajahnya yang berkeringat, dan Nathan hanya tersenyum, karena dia sedang sibuk menelepon.


Ami yang melihatnya merasa geram, wanita itu beraninya menyentuh suaminya. "Ck, ulet bulu masih berkeliaran dan sekarang ular sawah datang lagi." Kesal Ami yang melihat Nathan tidak menolak dan malah tersenyum.

__ADS_1


Jika kemarin Nathan cuek dan diam saja ketika ada wanita yang mendekatinya, tapi tidak dengan sekarang pria itu malah tersenyum. "Awas aja, gue bales biar tahu rasa."


Hatinya terasa panas, tangannya sudah gatal ingin mencabik-cabik wanita itu dan di jadikan sate.


"Nat, apa kau tidak bisa ikut naik mobilmu?" Tanya Hilda dengan penuh harap, dirinya malas jika harus menunggu taksi.


"Lagian sebentar lagi tukang derekanya datang, dan aku harus buru-buru." Elak Nathan yang memang tidak bisa ditumpangi karena ada istrinya, dan Nathan harus menjaga perasaan istrinya.


"Tapi Nat, pasti lama." Hilda masih berusaha agar bisa naik mobil bersama Nathan.


Ami yang kesal melihat dua orang itu saling mengobrol, lantas dia membuka kaca jendela dan melongokan kepalanya keluar.


Nathan dan Hilda menoleh bersama ketika ada orang yang berteriak dari dalam mobil Nathan.


"Nah, kamu taukan mobil aku hanya bisa dinaiki dua orang saja, jadi kamu pesan taksi saja. Saya permisi." Nathan segera meninggalkan Hilda, karena dirinya menangkap wajah istrinya yang kesal.


"Hubby? siapa gadis itu?" Gumam Hilda menatap mobil Nathan yang mulai berjalan.

__ADS_1


"Wlee.." Ami menjulurkan lidahnya, mengejek Hilda yang sedang menatap kearahnya.


"Dih, ternyata ABG." Kesal Hilda yang mendapat ledekan dari gadis belia.


"Sudah sayang, kamu tidak sopan." Tegur Nathan.


Ami langsung menebarkan duduknya, dan menutup kaca jendela kembali.


Ami menoleh pada Nathan yang fokus menyetir. "Tidak sopan mana sama yang mengelap keringat suami orang." Ketus Ami dengan wajah kesal.


Nathan pun menoleh, mendengar ucapan Ami." Maksud kamu apa?"


"Ck, pura-pura amnesia." Kesal Ami memalingkan wajahnya menatap jendela luar.


"Biasakan jika bicara tatap orang yang di ajak bicara." Tegas Nathan yang mendegar ucapan Ami, tapi gadis itu tidak mau menatapnya.


"Jangan seperti anak kecil, yang tidak bisa membedakan mana yang di sengaja dan tidak." Ucap Nathan dengan pandangan lurus kedepan.

__ADS_1


Ami tidak menoleh gadis itu hanya diam, dengan perasaan berkecamuk.


Sedangkan Nathan yang merasa tidak melakukan apa-apa merasa kesal, karena Ami bicara asal dan secara tidak langsung, tidak menghargainya.


__ADS_2