My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Acara Aillen


__ADS_3

Ayana Malika Ifana, gadis belia yang dipertemukan dengan pria tampan, mapan dan kaya raya. Siapa yang tidak kenal dengan putra pertama dari Allanaro Adhitama dengan Indira Cahaya Putri.


Bahkan nama Allanaro sudah terkenal di beberapa negara dengan bisnisnya yang sukses di bidang Properti. Dan kini nama sang putra keturunan Adhitama kembali membawa nama perusahaan terbesar di Asia Adhitama Grub.


Ayana Malika Ifana, adalah gadis beruntung yang mendapatkan pria mapan yang banyak digilai wanita dari kalangan biasa hingga luar biasa. Tapi diantara mereka tidak ada yang bisa mengambil hati seorang Nathan Adhitama kecuali seorang gadis belia bar-bar dan dari keluarga biasa. Tanpa tebar pesona ataupun neko-neko, seorang Nathan sudah mendekat tanpa harus di gaet. Bahkan Ami sendiri tidak merasa menggoda pria tampan dan mapan itu untuk bisa dekat apalagi menikah.


Jika mereka para wanita memuja Nathan sebagai pria sempurna, maka tidak dengan Ami dulu, wanita itu enggan dan tidak mau terlibat masalah ataupun berdekatan dengan Nathan, tapi takdir membawa mereka dengan menyatukan dalam ikrar janji suci, didepan penghulu dan saksi orang tua.


Dan kini mereka sudah bahagia dengan hidup yang mereka jalani, walaupun banyak lika liku yang mereka lalui bersama tapi semua itu adalah bumbu hiruk biduk rumah tangga.


"By, bagaimana?" Ami memutar tubuhnya kekanan dan kiri, wanita hamil dengan perut buncit itu, nampak cantik dengan dress berwarna biru abu dengan motif bunga.


.



Nathan terseyum, dan mendekati Ami lalu memeluknya dari belakang.


"Seperti biasa, selalu cantik." Ucap Nathan sambil mencium pipi Istrinya dari samping.


Ami terseyum, dan menyadarkan kepalanya di dada Nathan, dengan tangan yang berada diatas tangan Nathan yang melingkar.


"Hem, gombal." Bibir Ami mengerucut lucu, membuat Nathan gemas.


"Istri Nathan Adhitama memang selalu cantik." Ucap Nathan lagi dengan mengusap perut Ami yang buncit. "Tapi, awas aja kalau sampai memuji pria lain."


Ami tertawa, "Ngak lagi deh, kapok dicueki." Ledek Ami dengan mencibir.

__ADS_1


Nathan ikut tertawa. "Itu bentuk protes kalau aku cemburu."


Ya sering kali tanpa Ami sadari suka membuat Nathan cemburu, meskipun tidak disengaja, tapi pria posesif itu memiliki kecemburuan level tinggi.


"Em, pasti kak Ditya tampan dihari pertunangannya." Ucap Ami dengan wajah tersenyum, memikirkan calon adik iparnya itu yang akan melangsungkan lamaran dihotel ternama.


Nathan membulatkan matanya, "Kau masih berani_"


"Tidak, aku hanya bicara," Sanggah Ami cepat, dengan menahan tawa, karena sudah melihat wajah Nathan yang berubah kesal dan masam.


"Kau itu selalu membuat mood ku buruk." Kesal Nathan, yang langsung melepas rangkulan diperut sang istri.


Ami yang menyadari gelagat ngambek suaminya, langsung memeluk Nathan dari samping.


"Malu ah sama badan gede kok ngambekan." Cibir Ami membuat Nathan mendelik.


Cup


"Emph.."


.


.


Di ballroom hotel nampak dua keluarga sedang tertawa bahagia, Allan dan Indira mereka saling mengobrol dan berbincang akrab.


Rival Allan sewaktu Indira di Paris, siapa sangka jika mereka malah saudara. Dan kini hubungan mereka semakin dekat dan akan menjadi dua kelaurga besar.

__ADS_1


Acara lamaran sudah berlangsung satu jam yang lalu, kini tamu undangan sedang menikmati hidangan yang tersedia.


Nathan sedang berbicara dengan Ditya dan Ando, ketiga pria itu saling melempar canda dan ledekan, dan bahan ledekan mereka adalah Ando.


Sedangkan para wanita memilih menikamati makanan ataupun berbincang dengan rekan mereka, termasuk Ami yang ikut bergabung dengan Aileen.


Pria yang seusia Nathan itu belum juga melepas masa lajangnya, meskipun masa perjakanya sudah dilepas sejak duduk di bangku kuliah, karena selain pria normal, tempat Ando kuliah juga negara yang bebas jadi pria itu sudah terkenal dengan main ranjang dengan berbagai wanita.


"Ndo, gue ngak yakin rudal lu itu nanti saat menikah akan berfungsi dengan baik." Ucap Nathan meledek asisten sekaligus sahabatnya itu.


Sedangkan Ditya hanya tertawa. Ando melirik Nathan sinis. "Rudal gue masih aktif, hanya saja dia sedang berpuasa." Ketus Ando yang merasa kesal dengan ucapan Nathan.


"Ck, ya puasa sampe lu bisa dapetin tu cewek yang punya lubang."


Ando mendelik tajam dengan masam. "Lu, jangan buka kartu gue Nat, lu sahabat lucnut." Protes Ando yang merasa harga dirinya hancur.


Nathan hanya diam saja, dengan wajah datarnya. Sedangkan Ditya hanya menyimak apa yang mereka bicarakan.


"Usaha lu cuti seminggu sia-sia dong." Ledek Nathan lagi yang belum puas melihat wajah Ando yang masam.


"Ck, males gue bahas." Decak Ando kesal.


Meminum minuman dengan sekali tegukan, Ando langsung pergi, setelah menaruh gelasnya diatas meja.


Nathan hanya geleng kepala, semenjak dari cuti Ando nampak lebih dingin dan irit bicara, apalagi pria yang biasanya humoris, kini menjadi gampang tersinggung. Meskipun begitu Nathan selalu membuat Ando kesal.


"Mungkin dia tidak mendapat jatah." Ucap Ditya, yang nyambung diakhir.

__ADS_1


Nathan menoleh dan menatap Ditya. "Lihat saja tuh." Ditya menujuk Ando dengan dagunya.


Pria playboy itu sedang mengobrol dengan dua wanita dan membuat wanita itu tertawa, pasti Ando sedang modus.


__ADS_2