My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Apa ya???


__ADS_3

Nathan disambut tepuk tangan meriah ketika namanya dipanggil untuk naik ke atas panggung. Pria tinggi bertubuh tegap dengan paras rupawan yang mampu menghipnotis semua kaum hawa yang ada di sana, dengan gagahnya Nathan berdiri di atas panggung, dengan jejeran para guru dan kepala sekolah.


Pria itu mendapat kesempatan untuk memberikan penghargaan bagi siswa/i yang memiliki prestasi tahun ini.


Diantara para guru yang berjejer, hanya penampilan Nathan saja yang paling mengundang mata untuk menatapnya, bahkan para siswi yang masih mengidolakan ketampanan seorang Nathan terus berteriak dan bersorak.


"Dih, kayak ngak pernah liat cogan aja." Gerutu Ami yang sudah kesal dan dongkol, melihat suaminya diatas panggung dan ditatap banyak gadis berserta emak-emak yang tidak sadar diri.


"Panas Mi,, aku kipasin." Olive meledek sahabatnya yang sudah tidak bisa diam, Ami sejak Nathan datang seperti macan betina yang sudah ancang-ancang ingin meledakkan emosinya.


"Lu ngak usah kompor, gue lagi ngak dimode aman." Jawab Ami kesal, dan merampas kipas portabel yang Olive pakai.


Olive hanya tertawa cekikikan, gadis itu malah terhibur melihat wajah Ami yang sudah masam menahan amarah.


"Baiklah para murid dan wali murid yang hadir, acara akan segera kita mulai untuk mempersingkat waktu, karena sepetinya anak-anak tidak bisa menunggu lama lagi untuk melihat idola mereka manggung." Ucap petugas pembawa acara yang tak lain adalah salah satu guru disana.


"Kali ini mungkin ada yang bergeser dari peringkat sebelumnya, yang biasa diperingkat 10 bisa saja naik peringkat satu." Pembawa acara masih menyampaikan sedikit kata-kata, dan memanggil yang mendapat peringkat dikelas 10 dan 11.


Ami yang sudah kesal tidak lagi perduli dengan Nathan yang tersenyum sambil menyerahkan bantuan dan selamat kepada para murid yang berprestasi tahun ini.


Seperti biasa jika murid siswi akan salah tingkah dan jijai karena mereka bisa bersalaman dan menatap seorang Nathan dari dekat.


"Mii, mereka alay." Ucap Olive dengan sengaja Karen Ami sibuk dengan ponselnya sendiri.


Ami merencanakan sesuatu dengan Mama mertuanya.


Ting


"Oke sayang, mama akan siapkan untuk menantu Mama yang cantik."


Pesan yang dikirim Mama Indira membuat Ami terseyum lebar, dirinya menatap Nathan yang datas panggung dengan senyum licik.


"Ck, mereka memang seperti cacing kepanasan jika dekat dengan pria tampan dan hot." Jawab Ami dengan senyum.


Olive melirik sahabatnya yang malah terseyum, tadi saja seperti singa betina yang siap menerkam dan sekarang seperti ular yang tunduk pada tuanya.


"Nah, kali ada yang spesial dikelas 12B pastinya ya, pasti kalian sudah tahu semua." Ucapan guru tadi mendapat sorakan ramai dari para murid. "Tenang, kami juga para guru tidak menyangka jika salah satu murid di kelas itu bisa memiliki peringkat di tahun ajaran akhir ini bahkan bisa melewati beberapa temannya." Guru itu kembali tersenyum. "Pasti yang bersangkutan sendiri juga tidak menyangka jika bisa mendapatkan peringkat di tahun ini, dan kalian juga pasti sudah penasaran kan."


"Huuuuuuu.."

__ADS_1


Riuh sorakan karena merasa gemas dengan guru yang terus mengoceh.


Nathan saja sudah mulai bosan, dia segera ingin membawa istrinya pergi untuk menunjukan sesuatu padanya.


Ami melihat Nathan yang memainkan ponselnya hanya sebentar, lalu memasukkannya kembali ke saku jasnya.


Ting


Tak lama ponselnya bergetar, tanda pesan masuk.


"Sayang, setelah selesai aku tunggu kau di mobil."


Pesan dari Nathan, Ami tidak membalas dan kembali fokus pada acara yang sebentar lagi akan berakhir.


"Kita panggil, peringkat pertama dari tahun ke tahun dikelasnya dan peringkat umum, yaitu Olive Sujita Nareswari..!!"


"Selamat Ol." Ami memeluk sahabatnya,setiap tahun hanya Olive yang meraih peringkat satu, gadis itu masih terus mempertahankan beasiswanya sampai ke perguruan tinggi.


"Makasih Mi.." Olive terharu, ternyata dirinya masih bisa bertahan sampai akhir, dan selanjutnya Olive akan berjuang lebih keras lagi.


Semua bertepuk tangan, memberi Olive selamat, mereka yang para murid juga tahu jika pentolan sekolah mereka adalah Olive Sujita Nareswari. Gadis yang dulunya gemuk dan berisi, kini bagaikan disulap menjadi gadis cantik dan manis.


"Selamat Nak, kamu kembali mendapatkan apa yang kamu inginkan." Ucap kepsek memberi selamat pada Olive.


Setelah itu Olive berhadapan dengan Nathan.


"Selamat Liv, kamu memang yang terbaik." Nathan terseyum, dan menepuk pundak Olive. Membuat para murid yang melihatnya bersorak, karena sebelumnya Nathan hanya berjabat tangan dan tersenyum, tapi Olive. Gadis itu mendapat ucapan khusus dari Nathan.


"Waa, si Olive kena getahnya gegara berteman sama istri Sultan."


"Iya, berasa nyesel gue ngak mau deket-deket sama Miami dulu."


Mereka masih saja bergosip, menurut mereka Ami adalah gadis yang sangat beruntung.


"Nah peringkat ke tiga sudah, sekarang kita panggil peringkat kedua, yang tidak disangka ini."


"Iya Mah, Ami sebentar lagi selesai." Ami mengirim pesan pada Mama mertuanya yang datang ke sekolah, tapi Ami dan Nathan tidak tahu, yang Ami tahu mamanya datang nanti tidak sekarang.


"Kita sambut, gadis cantik milik pak_ Eh ngak salah." Gitu itu memukul bibirnya sendiri, membuat yang mendengarnya semakin gemas. "Ayana Malika Ifana, ya tahun ini gadis cantik itu mendapatkan peringkat kedua."

__ADS_1


Ami yang sedang berbalas pesan dengan sang Mama tidak menyadari jika namanya dipanggil, hingga teman yang duduk di belakangnya menginterupsi kegiatan Ami.


"Mii lu dipanggil ke atas." Ucap gadis yang menyentuh bahu Ami dari belakang.


Nathan yang melihat istrinya tidak merespon merasa gemas sendiri, ingin rasanya Nathan mengendong gadis itu agar segera naik ke atas panggung.


"Apa sih ganggu tau ngak." Kesal Ami karena merasa terganggu dengan gadis tadi.


"Sepetinya Ayana tidak yakin jika dirinya dipanggil saudara-saudara, dan sepertinya pak Nathan sendiri yang harus menjemput gadis cantik itu untuk naik ke panggung."


Huwaaaaaaa


Mendegar ucapan guru mereka, semua berteriak histeris, Nathan hanya geleng kepala dan tersenyum, tapi kaki pria itu melangkah juga karena sejak tadi sudah gatal dengan tingkah Ami yang sibuk sendiri.


Langkah kaki Nathan tidak luput dari sorakan para murid, pria tampan itu tersenyum dengan mengulurkan tangannya didepan wajah sang istri.


Ami yang menyadari teriakan para murid yang heboh disekitarnya membuatnya tersadar, jika ada tangan yang tidak asing didepanya.


Ami mendongak, matanya membulat melihat Nathan terseyum tampan didepanya.


"By, bisa tidak ganteng kamu dikurangi."Ucap Ami membuat Nathan malah merasa malu bercampur senang, wajah Nathan sedikit memerah karena mendengar ucapan sang istri.


Nathan sedikit menunduk, semakin membuat siswi menjerit histeris.


"Nanti saja dirumah, jika ingin memujiku nyoya Nathan Adhitama." Bisik Nathan ditelinga sang Istri.


Ami yang tersadar membulatkan kedua matanya lebar, dirinya menjadi tontonan untuk semua orang.


"Ami, lu harus tanggung jawab. Lakik lu bikin kita semua overdosis..!!


Nathan Manarik tangan Ami untuk berdiri dan mengikutinya naik ke atas panggung.


Sorak ramai dan tepuk tangan juga meriah, mereka tahu hubungan keduanya karena sudah go publik.


Dan Nathan memang lebih suka jika hubungan mereka diketahui publik.


.


.

__ADS_1


Istri bar-bar tapi cantik..🤭



__ADS_2