
Nathan menegdarai mobilnya dengan kecepatan sedang, mobil bagian depan cukup lumayan penyok, dan Nathan akan membawanya ke bengkel.
"Kita ke bengkel sebentar ya." Ucap Nathan menoleh sebentar pada gadis yang duduk disebelahnya.
"Hmm." Ami hanya bergumam, kepalanya jadi sedikit ngilu karena lukanya tadi.
"Kamu sakit." Tangan Nathan menyentuh kening istrinya pelan, agar tidak menyakiti dibagian yang sakit.
"Tidak." Jawab Ami tersenyum tipis, dirinya sudah cukup membuat Nathan khawatir, apalagi pria itu sampai mengalami kecelakaan karena dirinya.
Nathan mengusap kepala Istrinya, dirinya memang sengaja menunggu Ami pulang sekolah, meskipun harus menunggu satu jam lebih tapi pria itu tetap disana sampai istrinya pulang.
Tak lama Nathan membelokkan mobilnya ke bengkel khusus perawatan mobil mewah dan sport.
"Tunggu sebentar disini." Nathan melepas sabuk pengaman dan mencium pipi Ami cepat, sebelum keluar.
"Ck, dia itu kadang-kadang." Decak Ami sambil tersenyum.
"Hay bos, sudah lama tidak terlihat." Seorang pria yang usianya seumuran dengan Nathan menyapa, dan bersalaman ala pria sejati.
"Hm, karena tidak ada keperluan dan sekarang gue kesini butuh bantuan." Balas Nathan dengan tersenyum tipis.
"Aelah bos, kesini cuma butuh bantuan. Padahal yang didalam ada yang menunggu." Ucap pria itu sambil tertawa. Mereka memang sudah akrab karena baik Nathan ataupun Ando menggunakan bengkel khusus ini untuk mobil mereka jika ada kendala ataupun hanya sekedar servis.
"Lu bisa aja. Apa Jesi masih disini?"
__ADS_1
"Lakan udah gue bilang, didalam ada yang nunggu, nah tuh orangnya." Pria itu mengkode dengan dagunya ketika melihat wanita yang Nathan tanyanya.
"Nathan..!!"
Wanita dengan seragam montir yang lumayan terkena oli dan minyak itu berlari menghampiri Nathan. Dan tanpa aba-aba wanita bernama Jesi langsung memeluknya.
"Lu kemana aja, gue kangen." Jesi begitu senang melihat Nathan ada di bengkelnya lagi, dan wanita itu tersenyum bahagia.
"Em, Jes lu bau oli." Ucap Nathan mencoba menjauhkan tubuh Jesi yang memeluknya erat.
"Ck, sejak kapan lu permasalahin bau gue." Kesal Jesi dengan masam, karena secara tidak langsung Nathan menolak untuk dipeluk.
"Gue mau benerin mobil gue, bukan mau peluk-peluk cewek." Ucap Nathan dengan geleng kepala.
"Dih, sok nolak padahal mau
"Ya salam itu disebut apa lagi." Kesal Ami yang melihat suaminya sejak tadi dipeluk dan digandeng oleh wanita.
"Ck, masa Iya gue harus turun." Ami menatap dua orang yang sedang bergandengan lengan, lebih tepatnya wanita itu yang agresif sama suaminya.
"Udah lama lu gak kesini, kita ngopi dulu." Ajak Jesi yang akan menarik Nathan untuk masuk keruang kerjanya.
"Hubby..!!" Ami berteriak dengan berdiri disamping mobil yang pintunya terbuka. "Apa aku harus melihat kamu dipeluk-peluk wanita seperti dia." Tunjuk Ami pada Jesi yang nampak bingung melihat gadis berseragam SMA berada di mobil Nathan, apalagi gadis itu memanggilnya hubby.
Nathan buru-buru melepas rangkulan Jesi ditangannya. "Sayang ini_"
__ADS_1
"Kamu siapa? keponakan Nathan?" Tanya Jesi dengan alis naik keatas satu, menatap Ami tajam.
"Siapa gue?" Ami menatap Jesi tak kalah sengit. "Tar gue jawab lu nangis." Ucap Ami dengan sinis.
Jesi yang kesal hendak maju tapi Nathan lebih dulu mencegah. "Jes sorry gue cabut, lain kali saja oerbaiki mobilnya." Nathan langsung pergi menghampiri Ami dan membuat gadis itu masuk kedalam mobil.
"Nat gak bisa gitu dong, dia siapa Nat?" Teriak jesi yang melihat mobil Nathan semakin jauh.
Didalam mobil Ami hanya diam dengan wajah ditekuk. "Udah dong jangan cemberut." Nathan menoleh melihat wajah sang istri yang sejak tadi masam.
"Katanya tidak pernah sama Wanita, tapi nyatanya." Ucap Ami kesal menatap Nathan.
"Ya memang, kan mereka yang deketin bukan aku." Nathan berkata jujur.
"Ulet bulu, uler sawah, soang betina main sosor saja." Gerutu Ami dengan rasa yang masih dongkol.
Nathan mengulum senyum, istirnya itu akan terlihat lucu ketika merasa cemburu.
Apalagi wajah Ami yang kesal menambah rasa gemas sendiri.
Nathan tidak tahu jika harinya akan dilewati dengan seperti ini, bersama Ami dirinya bisa selalu terseyum, tapi terkadang juga kesal di saat yang bersamaan.
Jika dipikir Nathan memang susah untuk dekat dengan wanita, tapi pertama melihat Ami Nathan sudah mulai ada ketertarikan, wajah cantik serta bola mata indah yang Nathan sukai membuatnya ingin memiliki Ami
Nathan kembali menoleh, karena sejak tadi tidak ada suara dari bibir Ami, dan ternayata gadis itu sudah terlelap.
__ADS_1
"Ck, Nat Lo itu udah kayak bapak yang ngemong anaknya." Ucapnya dengan geleng kepala, melihat Ami yang sudah nyenyak tanpa rasa malu.
"Untung gue cinta."