
Satu Minggu telah berlalu setelah selesai ujian sekolah, kini sekolah disibukkan dengan kegiatan untuk kelulusan siswa/i kelas 12.
Mereka semua membantu panitia penyelenggara untuk mempersiapkan, acara kali ini akan meriah seperti tahun-tahun sebelumnya, dan akan mengundang Grub band anak bangsa untuk ikut berpartisipasi acara kelulusan mereka.
Para murid perempuan hanya di tugaskan untuk membantu pekerjaan yang ringan, sedangkan yang laki-laki membantu untuk menata kursi-kursi untuk tamu undangan dan wali murid.
Olive juga sudah kembali dari Surabaya, setelah neneknya membaik gadis itu kambali, dan tentu saja membuat Ami senang karena dia pikir Olive akan langsung menetap di sana dan mereka tidak akan kembali lagi.
"Mii kayaknya acara tahun kita ini bakalan rame banget deh," Ucap Olive yang duduk disamping Ami.
Kedua gadis itu duduk dibawah pohon dan menatap lurus kedepan melihat para murid dan panitia pelaksana sendang sibuk di panggung, untuk menyediakan tempat.
"Kenapa?" Tanya Ami yang memang menurutnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Olive mengehela napas dalam. "Band CTS." Ucap Olive menatap Ami yang langsung terseyum lebar.
"Kamu cerdas Ol." Ami menepuk pundak sahabatnya.
"Ck, Kamu memang pintar memanfaatkan suami." Olive tertawa begitu dengan Olive.
#Flasback
Ami yang sedang duduk selonjoran di atas ranjang sibuk memainkan ponselnya, bukan main memainkan melihat video konser Band yang terkenal dengan personil pria paling tampan menurut kaum hawa.
Karena asik gadis itu tidak menyadari jika Nathan berdiri disampingnya, melihat apa yang sedang Ami lihat diposelnya.
"Uhh, ayang Barata kamu memang tampan dan cute." Ami seperti gadis yang begitu tergila-gila dengan salah satu personil band itu, dia tidak sadar jika suaminya menahan kesal karena ucapannya.
"Jangankan menjadi kekasih, selingkuhan aja aku mau, uuhhh ayang Barata you are perfect." Ami memeluk guling membayangkan dirinya memeluk Barata personil band yang dia idolakan, bahkan gadis itu tidak menyadari Nathan yang sudah kepanasan mendengar Ami yang menyukai pria lain.
Ehem
Nathan berdehem kuat sangking sudah kesalnya melihat Ami yang seperti orang gila, memeluk guling.
Ami pun tidak merespon gadis itu masih asik dengan lamunannya yang sepertinya indah sekali.
Karena kesal dan dongkol tidak mendapatkan respon Nathan pun semakin geram.
Klik
"Loh kok mati." Ami tersadar ketika lampu didalam kamar padam.
"Byy...!!" Ami berteriak, dirinya beranjak dari ranjang dan ingin mencari Nathan.
Bugh
__ADS_1
"Aaaa_ emph." Ami terjatuh diatas ranjang terlentang, sedangkan Nathan mendidih tubuh Ami dan mencumbu bibirnya.
"Byy, gel_ akh sakit..!!" Ami menjerit ketika Nathan menggigit bibir bawahnya.
"Masih mau memuji pria lain hm."
"Akh, by sakit..!" Ami kembali berteriak Nathan mengigitnya kembali. "Kau pedofil." Kesal Ami karena gigitan Nathan.
Cahaya yang redup dari jendela kaca besar tidak menyurutkan tatapan keduanya, meta mereka bertemu tapi dengan tatapan yang berbeda.
Ami yang kesal memanyunkan bibirnya, sedang-kan Nathan masih kesal lantaran Istrinya memuji pria lain tampan.
"Katakan aku lebih tampan dari dia." Ucap Nathan dengan suara rendah.
Mata bulat Ami mengerjap, bulu matanya yang lentik, begitu indah dimata Nathan.
"A-apa?" Ami tergagap, wajah serius suaminya begitu mempesona. Sial Nathan benar-benar tampan.
"Apa dia lebih tampan dari aku, hm." Wajah Nathan semakin mendekat, Ami bisa merasakan napas hangat Nathan menerpa wajahnya.
"Em, tampan." Ami menelan ludah kasar, bibirnya bicara dengan menyentuh kecil bibir Nathan.
Jantung Ami sudah tidak aman, meskipun sudah lama bersama bahkan menghabiskan waktu berdua dalam hal apapun, tapi jantung Ami begitu lemah ketika mata tajam itu menatapnya.
Ami semakin sudah bernapas, bibirnya terasa kaku.
"Tuhan kenapa lakik gue tampan dan uhhh gue mau dia."
Ami pun memajukan bibirnya, dan memberi cumbuan lada pada bibir Nathan, gadis itu menyerang lebih dulu membuat Nathan menyambutnya dengan senang hati.
"Kamu nakal sayang." Nathan mengusap bibirnya yang basah oleh sisa ciuman mereka.
Napas Ami tersengal, tapi gadis itu tetap menampilkan senyum.
Senyum yang Nathan sadari ada yang aneh, dan Nathan merasa was-was.
"Jika aku bisa memuaskan mu dan memebatumu kalah lebih dulu apa yang akan aku dapatkan?" Tanya Ami dengan wajah menantang.
Nathan mengerutkan keningnya dengan bibir terseyum remeh. "Yakin kau bisa membuatku kalah lebih dulu?" Tanya Nathan balik dagang wajah meremehkan.
"Ck, jangan panggil aku Ami Om, kalau kalah." Ami terseyum bangga, kali ini dirinya tidak akan kalah.
"Apapun yang kau inginkan akan aku berikan, asalkan kau bisa membuatku lebih dulu sampai."
Ami meneyringai, "Ok, deal."
__ADS_1
Keduanya pun sepakat, dan mereka memulai pertarungan sengit di atas ranjang, dengan kemampuan masing-masing untuk menaklukkan lawan lebih dulu.
#Flasback of
.
.
"Mii, aku duluan ya." Olive melambaikan tangan pada Ami, dan meninggalkan sahabatnya itu di depan sekolah.
Mereka memang pulang terlambat, karena memebantu persiapan untuk lusa. Dan panitia pun hanya disuruh untuk menyiapkan tempat yang terbaik. Mereka tidak tahu bintang tamu yang akan datang, karena mereka hanya tahu mungkin band lokal yang akan mengisi acara di sekolah mereka seperti tahun-tahun sebelumnya.
Tin...tin...
Ami menoleh kebelakang, mobil mewah yang tidak asing berhenti didepanya.
Nathan keluar dari dalam mobil, pria yang memakai kemeja hitam, lengkap dengan kacamata hitam dan lengan digulung, membuat Ami menahan napas sejenak.
"Sudah pulang dari tadi?" Nathan meraih kepala Ami mengecup kening istrinya sekilas.
Ami menggeleng gadis itu masih memeperhatikan penampilan suaminya..
"Kenapa?" Nathan menatap dirinya sendiri. "Ada yang aneh denganku." Tanyanya lagi dengan bingung, perasaan dirinya biasa saja.
"Munduran dikit By." ucap Ami sebelum Nathan maju. "Gantengmu kelewatan." Ami terseyum malu, sedangkan Nathan mengulum senyum.
"Kamu.." Nathan menekan ujung hidung Ami menggunakan jarinya.
"Hayooo,,,, salting kan." Ami menggoda suaminya, mereka tidak sadar berada di tempat umum, dan kekakuan mereka dilihat siswa/i yang melintas dengan tatapan tak percaya.
"Beruntung benget jadi Ami, kapan ya aku punya pangeran kayak gitu."
"Ihh, pak Nathan memang gantengnya kelewatan."
Mereka semakin iri sendiri melihat kedekatan dan keromantisan pasangan bucin itu, sedangkan yang dilihat tidak sadar diri, hingga mereka pergi.
"Bagaimana, apa persiapannya lancar?" Tanya Nathan yang dengan mengemudi mobilnya.
Keduanya sudah berada di dalam mobil setelah membuat keuwuan di depan sekolah dan membuat banyak pasang mata iri.
"Em, lancar. Dan mereka tidak ada yang tahu band yang akan manggung lusa." Ami begitu senang, pasti teman-temannya bahkan satu sekolah akan heboh.
"Hm, dan jangan lupa masih ada empat hati untuk mencicil hutang kamu." Nathan terseyum meneyringai, sedangkan Ami menelan ludah nya kasar.
"Remuk-remuk dah badan gue."
__ADS_1