My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Kesadaran Mike


__ADS_3

Setelah pertemuan tiga keluarga selesai, semua kembali kekediaman masing-masing.


Meksipun Julio dan Vania masih syok lantaran Mario yang mereka asuh sejak kecil ternyata adalah putra seorang raja bisnis di Swiss.


Tidak disangka nasib Mario begitu bagus, hingga sekarang pun pria itu mampu menggaet putri satu-satunya keluarga Adhitama.


Menyesal tentu saja, kenapa harus Mario padahal putranyalah yang sudah mereka jodohkan. Tapi takdir manusia siapa yang tahu jika semua bisa berbalik arah.


Semua sudah terjadi, dan mungkin inilah takdir hidup mereka.


Mario mengantarkan Hawa pulang, setelah acara bertemu keluarga tadi. Disana keduanya tidak banyak bicara, mereka yakin jika orang tua mereka sudah lebih dulu banyak bicara tanpa Mario kasih tahu.


Jalanan malam memang sedikit lengang, Mario mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.


Menoleh kesamping, dari tadi gadisnya hanya diam saja.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Mario sambil fokus menyetir.


Hawa menoleh dan hanya menggelengkan kepalanya, dirinya membayangkan pertemuan tadi, dimana Mike selalu menatapnya tanpa berpaling, pria itu seperti memiliki kekecewaan yang mendalam.

__ADS_1


"Mikirin apa Hm." Mario kembali bertanya sambil mengusap kepala Hawa lembut.


"Tidak ada Om." Jawab Hawa dengan senyum tipis.


Mario menyunggingkan bibirnya. "Bibirmu bisa berbohong sayang, tapi tidak dengan raut wajahmu." Ucapan Mario sontak membuat Hawa menghela napas panjang.


"Sepertinya kak Mike begitu kecewa, melihat kita." Ucap Hawa akhirnya mengeluarkan kegundahannya.


"Memangnya kenapa? perasaan dan hati tidak bisa dipaksakan, apalagi dia sudah menghamili wanita lain, itu tandanya dia juga harus bisa menerima kepadanya bagaimana pun itu." Ucap Mario yang tidak suka jika Hawa membahas tantang Mike.


Baginya Mike adalah pria yang tidak pantas untuk Hawa, jadi Mario tidak akan membiarkan pria itu berada di lingkaran hubungannya.


"Tapi tetap saja aku merasa_ Awas Om..!!"


Tiba-tiba sebuah mobil memotong jalan mereka hingga menimbulkan bunyi nyaring saat mengerem mendaki.


"Kamu tidak apa-apa." Tanya Mario sambil menangkup wajah Hawa yang pucat karena syok.


Hawa menggelengkan kepalanya, dengan napas naik turun karena terkejut.

__ADS_1


"Sial..!" Mario menatap orang yang baru saja keluar dari dalam mobil. "Mau apa dia." Kesalnya menahan amarah.


Gara-gara dia kekasihnya hampir saja terluka, apalagi sekarang Hawa terlihat begitu syok.


Mario keluar dari dalam mobil dengan marah, dirinya tidak suka jika diganggu.


Bugh


"Brengsekk, apa mau mu hah.!" Mario mencekram kuat kerah kemeja yang Mike pakai. "Apa kau ingin membuat kekasihku kena serangan jantung hah!!" Ucap Mario dengan tatapan tajam penuh amarah.


Mike, jadi pria yang mengendarai mobil itu Mike, sampai-sampai hampir saja membuatnya terluka.


"Cih, bangga sekali kau bilang dia kekasihmu, kekasih hasil nikung." Ucap Mike sinis.


Meskipun sudah mendapat satu tujuan, tapi tak membuat pria itu lemah.


"Apa kau lupa bagaimana kau menghianatinya." Desis Mario tajam.


Dirinya tidak mengijinkan siapapun menyakiti ataupun mencelakai kekasihnya dan itulah janjinya kepada Nathan.

__ADS_1


Mike tertegun mendengar ucapan Mario barusan. "Seharunya kau Sadar dan berkaca bagaimana dirimu memperlakukan wanita." Mario menghempaskan tanganya dari cengkraman leher Mike. "Belajarnya menjadi pria yang bertanggung jawab, aku yakin kau akan bahagia jika menerima keadaan yang ada disekelilingmu, kau tahu di sana ada wanita yang selalu menunggumu untuk tanggung jawab. Jadi jangan lari dari tanggung jawab."


Ucapan Mario terasa menyayat hatinya, Mike begitu lemas mengingat kepadanya yang menyedihkan.


__ADS_2