
Kruk..Kruk..Kruk..
Nathan yang mendegar suara aneh mengerjakan matanya, menajamkan pendengarannya.
Kriuk..kriuk..
Mendengar seperti bunyi perut membuat Nathan langsung membuka matanya, dan melihat kesamping masih ada Ami yang tertidur pulas dengan mulut terbuka.
"Ck." Nathan berdecak tapi setelahnya bibirnya menyunggingkan senyum ketika mendapat ide.
Meraih ponselnya Nathan mengarahkan kamera ponsel belakanganya ke kaca besar yang terdapat disamping tempat tidurnya, dimana Nathan mengambil foto dari kaca besar itu dengan tangan memeluk perut Ami.
Cekrek
Kira-kira😂
Nathan kembali tersenyum melihat hasil fotonya, lalu menyimpannya sebagai wallpaper di ponsel.
Mengetik sesuatu untuk memesan makan malam, Nathan memesan beberapa makanan untuk mereka makan malam.
Bangun lebih dulu, Nathan beranjak dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
"Engh.." Ami meleguh dengan mulut berdecak kebiasaan gadis itu ketika sedang tidur, untung saja Ami tidak ileran meskipun tidur dengan bibir terbuka.
Kedua matanya mengerjap menyesuaikan cahaya lampu yang menyala terang. "Ini?" Ami menatap kesekiling, dimana dirinya melihat kamar yang asing, kepalanya mencoba untuk mengingat-ingat apa yang sudah terjadi.
"Oh My good." Ami mengusap wajahnya kasar dirinya segera bangkit dan keluar dari kamar Nathan ketika ingatnya sudah mengingat jelas apa yang tadi sore terjadi.
"Sumpah Mi, tu Om brengsek banget." Gerutu Ami mengingat perlakuan Nathan tadi sore, dan dirinya malah dengan santainya tidur satu ranjang dengan pria itu.
"Eh, tapikan dia suamiku, halal dong ya." Ami nampak berpikir, dengan menggaruk kepalanya. "Ah, bodo amat, mau suami mau kacung mau orang gila, yang jelas dia pria keterlaluan." Kesal Ami masih saja mengomel sambil masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Nathan yang baru saja keluar dari kamar mandi tidak lagi mendapati Ami, gadis itu sudah bangun.
Berjalan keluar, setelah memakai celana training panjang berwarna abu-abu, dan kaus polos berwarna hitam, Nathan mendengar bel apartemen berbunyi, mungkin kurir pengirim makanan.
Menerima dan menaruhnya di atas meja makan, Nathan menunggu gadis itu keluar kamar, sambil menata makanan di atas meja. Ini kali pertama Nathan mau repot-repot menyiapkan makanan. Apalagi bukan hanya untuk dirinya sendiri.
"Kenapa tidak keluar-keluar." Gumam Nathan yang sudah menunggu sepuluh menit setelah selesai menata makanan, tapi Ami tak kunjung keluar kamar.
Mendekati pintu kamar Ami, mengetuk pintu namun tidak ada sahutan, Nathan mencoba mendorong handel nya tidak dikunci.
Tidak ada orang, Nathan melangkah masuk, dirinya hanya mendengar suara gemercik air, dan suara Ami yang sedang konser di dalam kamar mandi.
...Paijo mumet ndase... ditinggal bojone.....
...Minggat dadi TKW.. Ragat okeh duwite.....
...Paijo loro ati.. disirek bojone......
...Jarene ora kuat... ngeragati wedak pupure......
Nathan menatap diatas meja kecil samping tempat tidur, ada ponsel yang Nathan tidak tahu jika Ami memilikinya, karena Nathan tidak tahu nomor istri kecilnya itu.
Mengambil dan mengusap layar Lima inci itu ke atas, mata Nathan di sambut dengan foto selfie Ami.
"Cantik," Gumamnya dengan terseyum kecil. Pose dua jari dengan lidah sedikit dijulurkan membuat Ami lucu.
Ting
Satu kesan masuk di ponsel yang masih Nathan pegang, dan tertera nama,
Kak Zian🧑🍳
__ADS_1
Cantik jangan lupa makan..
Membaca pesan dari pria yang sudah membuatnya panas, Nathan mencekram erat ponsel Ami yang ada di tangannya.
"Ck, bocil."
.
.
"Dimana sih." Ami mencari-cari ponselnya ketika sudah rapi setelah mandi, namun dirinya belum keluar kamar dan sibuk mencari ponselnya, yang tadi dia taruh di atas meja.
"Masa iya tuyul maling Android." Ami masih mengubek-ubek kasur dan laci, namun tidak menemukannya juga.
"Duh, mana ponsel dikasih lagi, masa iya kalau ilang ganti." Ami frustrasi sendiri dan pada akhirnya memilih keluar kamar kerena merasa lapar.
Melihat di meja makan ada Nathan, Ami ingin mengurungkan niatnya dan kemabli ke kamar, tapi panggilan Nathan menghentikannya.
"Makanlah, pasti cacing diperut kamu sedang kelaparan." Ucap Nathan yang melihat Ami ingin pergi.
Ami menyentuh perutnya, ' Kenapa dia bisa tahu.'
Nathan hanya melirik sekilas, melihat Ami yang berjalan mendekati meja makan.
"Tidak usah ge-er, saya hanya risih mendengar perut kamu yang tidak punya etika." Setelah mengatakan itu Nathan berdiri dan meninggalkan Ami.
Ami mwncebikkan bibirnya. "Dasar pria kejam." Gumamnya pelan.
"Satu lagi, saya melihat ada benda elektronik di aquarium, tolong bersihkan." Ucap Nathan yang berhenti sebentar untuk bicara, bibirnya tersenyum menyeringai.
"Elektronik apa?" Ami yang penasaran menoleh ke belakang, dimana ada akuarium disudut tembok, dan ketika melihatnya mata Ami membola sempurna.
"Ponsel gue..!!" Ami berteriak, membuat Nathan yang mengintip di balik tembok tertawa puas.
__ADS_1
"Syukrin, makan tu ponsel kelelep."