
Pintu kamar Mario terbuka dari dalam, Mario yang ingin keluar dari dalam lebih dulu mendapat kejutan.
Bugh
"Mike..!!"
"Om..!!"
Vania dan Hawa sama-sama terpekik saat kepalan tangan Mike menghantam wajah Mario dengan tiba-tiba.
Mario yang tidak siap membuatnya terhuyung, dan hampir jatuh, kalau tidak ada Hawa yang ada dibelakangnya.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Mario yang kahawatir, jika Hawa terluka karena tertabrak dirinya tiba-tiba.
Hawa menggeleng, "Tapi_"
"Brengsekk kau Mario!!" Ucap Mike yang sudah diliputi rasa marah.
Bugh
Bugh
Bugh
Mike memukul Mario dengan menggebu, tapi Mario bisa menghindar dan tidak membalas pukulan Mike.
Mike..!! Mario..!! hentikan..!!" Teriakan Vania sama sekali tidak di anggap oleh kedua orang yang saling adu kekuatan, lebih tepatnya Mike yang terus menyerang Mario membabi buta.
__ADS_1
"Mau mu apa hah..!! dia tunangan gue ba"jingan."
Bugh
Satu pukulan mengenai wajah Mario, pria itu mengusap sudut bibirnya yang robek.
Hawa tidak berkutik, dirinya ketakutan melihat dua kakak adik yang saling bertengkar karena dirinya.
"Hanya tunagan, belum menjadi istri."
"Kau..!!" Mike ingin menghantam Mario lagi, tapi sayangnya dirinya yang mendapatkan pukulan itu.
Bugh
"Mike..!!" Vania berteriak saat tubuh Mike jatuh ke lantai.
"Mario kenapa kamu melakukan ini." Vania menatap Mario tidak percaya, dirinya tidak percaya jika Mario mencoba untuk mendekati Hawa dan merebutnya dari Mike.
Mario memalingkan wajahnya, saat ditatap oleh Vania, hantinya tersenyum getir mendengar perkataan Vania.
Mike meludah dengan bibir yang berdarah, pria itu kembali berdiri dan berjalan mendekati Hawa yang berdiri dengan tubuh ketakutan.
"Apa yang dia lakukan padamu hah..!!" Mike bicara keras didepan Hawa.
Mario yang mendengar suara Mike yang membentak Hawa mengepalkan tangannya kuat.
"Hey, kau membentaknya.!" Mario menyentak bahu Mike untuk menjauh, kini keduanya kembali berhadapan dengan Hawa dibelakang Mario yang matanya sudah berkaca-kaca.
__ADS_1
"Bukan urusan Lo." Mike mendorong bahu Mario agar menyingkir, tapi Mario tetap pada pendiriannya.
Vania yang melihat keduanya berseteru menjadi pusing.
"Akan jadi urusan gue, jika yang lu sakiti orang yang gue cintai."
Jedeerrr
Tubuh Vania menegang dengan menutup mulutnya yang terbuka karena terkejut, kenyataan yang Mario katakan membuat Vania tidak percaya.
"Cih, cintamu?" Mike tersenyum sinis. "Terserah, karena gue yang berhak atas dia bukan lu sialan..!"
Mike ingin kembali memukul Mario, tapi Hawa tiba-tiba maju dan memeluk tubuh Mike.
"Sudah kak, jangan pukul Om Mario lagi." Ucap Hawa yang memeluk tubuh Mike kuat.
Mike bisa merasakan tubuh Hawa yang gemetar, gadis itu menangis.
"Hawa.." Tangan Mario terulur untuk menyentuh Hawa, tapi ucapan Mike membuatnya mengurungkan niatnya.
"Lihatlah, dia memilihku bukan memilihmu." Mike tersenyum menyeringai, dan membalas pelukan Hawa, menenangkan Hawa.
Tangan Mario terkepal erat, dadanya terasa panas mendengar ucapan Mike yang sepenuhnya salah. Hawa yang memeluk Mike karena tidak ingin Mario kembali dipukuli Mike membabi buta, dan Hawa tidak bermaksud menyakiti hati Mario.
Mario pun memilih untuk pergi dari hadapan mereka, tidak perduli dengan teriakan Vania yang memanggilnya.
Mike tersenyum puas, dirinya puas membuat Mario marah, meskipun wajahnya sedikit babak belur, tapi Mike sudah cukup senang bisa membalas Mario dengan ucapanya.
__ADS_1
"Dasar parasit." Gumam Mike dengan geram.