My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Susu segar, langsung dari sumbernya


__ADS_3

Bugh


Ami dilempar ke atas ranjang dengan kasar oleh Nathan.


"Om mau ngapain?" Ami yang ketakutan mundur perlahan, apalagi melihat tatapan Nathan yang begitu tajam dengan sorot mata yang berbeda.


Nathan perlahan membuka kancing bajunya satu persatu dengan sorot mata yang ingin memangsa Ami hidup-hidup.


"Om, plis jangan." Ami menggeleng dengan menyilangkan kedua tangannya didada ketika melihat Nathan membuka kancing kemejanya satu-persatu.


"Hukuman untuk gadis nakal sepertimu." Ucap Nathan yang langsung melempar kemejanya asal, kini Nathan sudah telanjang dada.


Ami yang ketakutan tidak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan suami menyebalkan itu.


"Om.. jangan..!!" Ami berteriak sambil memejamkan mata, ketika Nathan langsung menubruk dirinya.


"Jangan..!!"


"Hey, kamu kenapa?" Nathan langsung mengusap wajah Ami yang penuh dengan keringat, napasnya pun memburu.


"Jangan sentuh saya Om..!" Ami mendorong dada Nathan.


"Kamu mimpi buruk." Nathan yang bingung kembali mendekati Ami yang duduk dengan ketakutan.


"Sayang, hey kamu hanya mimpi." Nathan menangkup kedua sisi wajah Ami menatapnya penuh rasa khawatir. "Kamu mimpi." Nathan memeluk tubuh gadisnya yang masih bergetar.


"Tidak akan ada yang menyentuhmu, tidak ada yang berani." Ucap Nathan dengan lembut, tangannya mengelus rambut Ami dan mencium pucuk kepalanya berkali-kali.


Nathan tidak tahu saja, yang sedang di mimpikan Ami adalah dirinya.


"Minumlah." Nathan memeberikan segelas air yang ada di atas meja, dan membantu Ami untuk meminumnya.


Setelah sepuluh menit Ami sudah kembali menetralkan perasaannya.


"Kamu mimpi apa hm?" Nathan menyentuh rambut Ami yang sedikit menutupi wajahnya, menyelipkannya di belakang telinga.


"Em, aku." Ami bingung harus menjawab apa, pasalnya dia mimpi jika akan di perawani oleh Nathan.

__ADS_1


Ami memang tertidur ketika Nathan membawanya pulang ke apartemen, gadis itu kelelahan setelah hampir seharian menghabiskan waktu bebasnya.


Tertidur di mobil sampai Nathan menggendongnya masuk ke apartemen gadis itu sama sekali tidak terusik.


Nathan menatap lekat wajah istri kecilnya yang seperti bingung.


"Yasudah tidak usah di jawab." Ucap Nathan yang beranjak dari duduknya di samping tempat tidur.


"Ayo.." Nathan mengulurkan tangannya untuk mengajak gadis itu bangun.


"Apa?"


Nathan menghela napas. "Kamu sejak tadi belum makan, karena tidur sudah seperti kebo." Kesal Nathan.


Ami mencebik, tapi tubuhnya bergerak untuk bangun.


"Makanya jangan tidur di sore hari, jadi mimpi buruk kan."


Ami hanya diam dengan perasaan yang aneh. Bayangan mimpi buruk tadi masih terekam di otaknya.


Nathan mendorong tubuh Ami dari belakang untuk duduk di kursi meja makan.


"Om yang, emph."


"Lagi." Ucap Nathan yang akan mendekatkan kembali wajahnya, tapi Ami buru-buru mendorong wajah Nathan dengan telapak tangannya agar menjauh.


"Modus melulu." Ami menatap tajam Nathan.


"Bukan modus, tapi kamunya yang minta dicium." Nathan tersenyum, dan menarik kursi disamping Ami.


"Makanlah, dan beri komentar." Nathan menyodorkan sepiring nasi goreng dengan toping sosis dan sayuran kesukaan Ami. Karena setiap mereka makan Ami selalu menggunakan toping seperti itu.


"Yakin gak ada sianidanya?" Ami menatap Nathan penuh selidik.


"Rugi dong, belum jebol gawang udah diracun." Jawab Nathan santai. Dia juga memakan jatah nasi goreng miliknya.


Ami yang melihat Nathan makan pun, ikut menyendokkan nasi ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Sekali, dua kali Ami belum berkomentar gadis itu masih merasai nasi goreng yang Nathan buat ternyata enak.


Nathan mengulum senyum, dirinya sejak kecil suka menunggu Mamanya masak di dapur, dan pria itu selalu menyimpan kenangan apa saja yang dia lihat di waktu kecil.


"Enak, Mas bisa masak." Komentar Ami setelah habis setengahnya.


"Tidak, hanya kebetulan."


Ami mencebik mendengar ucapan Nathan, gadis itu kembali melanjutkan makannya dengan tenang.


Setelah selesai Ami membereskan sisa kotoran piring dan bekas Nathan masak, Ami hanya geleng kepala, setiap Nathan habis masak pasti dapur berantakan.


"Sayang, bikinin aku kopi." Ucap Nathan yang bicara dari depan TV. Pria itu sudah duduk disofa depan tv, melihat berita seputar bisnis.


Tak lama Ami datang dengan membawa cemilan dan minuman dalam bentuk kemasan seperti fresh milk.


"Jangan banyak minum kopi, tidak baik untuk kesehatan." Ami duduk dibawah tepatnya di samping kaki Nathan yang menjuntai dari sofa.


Nathan hanya terseyum, hatinya menghangat ketika mendapat perhatian kecil dari Ami.


"Terus minum apa yang bikin sehat?" Tanya Nathan dengan Ikut duduk dibawah disamping sang Istri.


Ami nampak berpikir dengan memakan kripik kentang yang dia pegang. "Jus buah, susu segar, dan paling penting air putih." Jawabnya dengan mantap.


"Susu segar seperti?" Tanya Nathan lagi yang mulai mengarah kehal yang tidak Ami pikirkan.


"Em, susu murni dari sumbernya." Jawabnya asal, karena sudah melihat wajah Nathan yang sepetinya menjerumus pada sesuatu.


"Dimana aku bisa mendapatkannya." Nathan semakin mendekatkan wajahnya, menatap lekat wajah Ami yang sudah gugup.


"Di-di pegunu_"


"Disini." Kedua tangan Nathan menyentuh kelembutan istrinya , yang selalu membuatnya kehilangan akal.


"Emph_"


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian para kesayangan author..🥰🥰🥰


__ADS_2