My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON 2~ Perkelahian Mario dan Mike


__ADS_3

Mario mengepulkan gelembungan asap keudara, pikiranya tidak setenang saat dirinya belum mengetahui siapa gadis yang dijodohkan dengan Mike. Dan sekarang otak dan hatinya berperang.


Bagaimana bisa dirinya baru tahu jika gadis kecilnya adalah jodoh adiknya sendiri, meskipun itu dijodohkan. Mario menatap langit malam yang gelap tanpa cahaya bintang dan bulan.


Hatinya sedang gundah, pikiranya berkelana ingin melakukan apa.


Apakah dirinya harus memperjuangkan Hawa?


Ataukah dirinya harus merelakan Hawa untuk adiknya?


Memikirkan itu membuat dada Mario semakin sesak.


"Melamun saja kau itu.". Mike tiba-tiba berada di samping Mario yang berdiri di balkon kamarnya.


Mario hanya melirik sekilas. "Ada apa?" Tanya Mario datar.


Entah dirinya harus marah dengan siapa? dengan kedua orang tuanya yang menjodohkan mereka? atau dengan takdir yang tidak berpihak padanya.


Mike meraih bungkusan rok*ok milik Mario dan ikut membakar ujung tembakau itu menggunakan korek.


"Hanya ingin ngobrol dengan kakak ku." Jawab Mike setelah menghembuskan asap keudara.


Mario tidak menggubris, Otaknya hanya memikirkan Hawa.


"Kamu tahu siapa gadis yang dijodohkan denganku." Ucap Mike melirik Mario sekilas. "Gadis kecil yang ceroboh dan banyak tingkah dan cantik." Ucap Mike.

__ADS_1


Mario mengepalkan tangannya kuat, rahangnya mulai mengeras mendengar Mike memuji gadis yang dia cintai, tanpa sadar wajah Mario berubah marah, tapi Mike tidak menyadari hal itu.


Mike kembali mengembuskan asap rokoknya. "Hanya saja aku tidak suka, jika dia terlalu ramah dan baik, maka semua pria akan mendekati untuk menggodanya." Tutur Mike.


Keduanya diam sejenak, Mario dengan hati yang terbakar rasa cemburu, sedangkan Mike kesal mengingat Hawa yang selalu tebar pesona dengan semau pria.


"Bukankah kau menolak perjodohan itu." Setelah lama diam, Mario mencoba untuk mengutrakan apa yang dia lihat tadi dimeja makan, dimana Mike seolah tidak menyukai perjodohan itu.


"Ya, karena aku tidak menyukai sifatnya yang murahan."


Bugh


Tanpa aba-aba Mario mendaratkan tangannya di wajah Mike.


"Kau mengatainya murahan." Mario mencekram kerah baju Mike kuat, kedua matanya berkilat marah mendengar perkataan Mike.


Tidak rela jika gadisnya dikatain murahan oleh Mike. "Kau boleh saja menolak perjodohan itu, tapi tidak untuk merendahkannya dengan ucapan sampahmu itu."


Bugh


Mario tidak segan-segan kembali mendaratkan kepalanya di wajah Mike. Mike yang tidak terima membalas pukulan Mario.


Bugh


Mario yang belum siap, mendapatkan pukulan diwajah, membuatnya melepaskan cengkraman dibaju yang Mike pakai.

__ADS_1


"Kenapa kau begitu marah, hingga memukulku hanya karena dia murahan."


"Hentikan ucapanmu!" Teriak Mario menunjuk wajah Mike dengan wajah marah.


Mike berdecih dengan bibir meryeringai, meskipun sudut bibirnya robek Mike sama sekali tidak merasakan itu.


"Cih, kau menyukai gadis murahan itu?"


"Mike kau!" Mario maju satu langkah dan ingin kembali mendaratkan tangannya, tapi suara didepan pintunya, menghentikan niatnya.


"Den Mario anda ditunggu tuan diruang kerja." Ucap pelayan yang memanggil Mario didepan pintu kamar yang tertutup.


Mario menatap tajam Mike, dengan penuh peringatan. "Jangan pernah kau menghinanya didepanku, jika tidak maka aku_"


"Mau apa? membunuhmu?" Tantang Mike membuat tangan Mario terkepal.


Tanpa menjawab, Mario memilih pergi meninggalkan Mike didalam kamarnya.


Emosinya meledak, saat gadis yang dia cintai dihina didepan wajahnya, dirinya tidak peduli jika mereka akan saling membenci, yang jelas Mario akan tetap mempertahankan apa yang dia inginkan, untuk memiliki Hawa.


"Sial!" Mike mengusap sudut bibirnya yang sedikit robek, pukulan Mario tidak main-main hingga membuat wajahnya memar dan luka.


"Heh, kau menyukai bocah. Lihat saja kau tidak akan mendapatkan gadis itu." Mike menyeringai, dirinya tidak akan lagi menolak perjodohan itu jika Mario mengingkan Hawa, maka Mike tidak akan membuat Mario mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Sudah cukup, kau mengambil semua yang seharusnya aku dapatkan."

__ADS_1


__ADS_2