My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON2~ Apartemen Livia


__ADS_3

"Lika Maaf aku tidak bisa menghindar malam itu, karena kami sama-sama mabuk dan_"


"Cih, alasan yang tidak elit." sarkas Nathan membuat Mike menunduk lesu.


Hawa menyentuh pundak Mike dan satunya masih menggenggam tangan Mike, lebih tepatnya Mike yang gantian menggenggamnya.


"Anggap saja kita belum berjodoh kak, tapi aku lebih senang jika kita menjadi teman ataupun Kakak adik." Ucap Hawa tersenyum teduh.


Mike yang melihatnya menjadi sangat menyesal dan rasa bersalah yang sangat besar, dirinya begitu bodoh dengan menghianati Hawa meskipun tanpa disengaja. Mike sungguh menyesal.


"Tapi Lika aku mencintaimu." Ucap Mike yang baru bertama kali mengutarakan perasaannya.


Hawa yang mendengarnya merasa biasa saja, entah mengapa jika yang mengatakannya Mario hatinya berdesir hebat, dan tiba-tiba Hawa teringat pria dewasa yang dia panggil Om itu.


"Sudahlah, cintamu disini tidak dibutuhkan dan tidak diterima, lebih baik kau pergi dan pastikan jika wanita itu baik-baik saja, tapi jika hamil maka kau harus menjadi pria yang bisa bertanggung jawab." Ucap Nathan yang sudah malas melihat wajah Mike, rasanya sepet seperti jambu monyet.


.


.


Dikediaman Julio, Mario baru saja turun setelah membersihkan diri dan menunggu chat dari Hawa, tapi sudah lebih dari tiga puluh menit Mario menunggu Hawa tak kunjung membaca pesan yang dia kirim. Bahkan pesannya masih sama centang satu, itu berarti Hawa tidak mengaktifkan ponselnya.


"Mario kamu sudah pulang?" Tanya Vania yang melihat Mario menuruni tangga.


Vania keluar dari kamar setelah puas menangis, merutuki kebodohan putranya yang sudah membuatnya kecewa.


Mario menatap lekat wajah Mamanya, lebih tepatnya Mama angkat selama 27tahun ini.

__ADS_1


"Mama menangis?" Tanya Mario, yang tidak menjawab pertanyaan Vania.


Vania mengusap kedua matanya yang sudah tidak mengeluarkan air mata, hanya saja mata sembab dan jejak air mata masih terlihat.


"Tidak, hanya saja_"


"Kenapa kau menangisi putramu yang brengsekk itu." Suara bariton terdengar dibelakang mereka, Julio berjalan mendekati keduanya.


"Pah, bagaimana pun Mike anak kita satu-satunya." Ucap Vania yang sudah kembali berkaca-kaca.


"Kalau dia tidak berbuat sembrono, tidak mungkin kejadian seperti ini terjadi." Kesal Julio mengingat kelakuan putranya.


"Ada apa Pah?" Tanya Mario yang memang belum tahu.


"Sudahlah, aku malas membahasnya." Julio meninggalkan keduanya menuju meja makan.


"Mah." Mario merangkul bahu Vania yang sudah bergetar. Vania menangis dalam pelukan Mario.


Mario terdiam, "Maksud Mama? perjodohan Mike sudah dibatalkan?" Ulang Mario yang ingin mendengar lebih jelas.


Vania menggangguk. "Nathan mengirimkan video Mike saat di_" Vania menceritakan apa yang dia lihat dividio itu, " Dan karena itu perjodohan mereka batal."


Senyum tipis terukir dibibir Mario, dirinya tidak menyangka jika Nathan akan lebih cepat bertindak setelah mendapatkan bukti yang sudah dia kirim.


"Sudah mah, mungkin mereka memang belum jodoh." Terang Mario untuk menenangkan Mamanya.


Meskipun begitu Mario juga merasa bersalah, tapi untuk kali ini dirinya mengesampingkan rasa bersalahnya dan berbuat egois demi mempertahankan cintanya yang sudah lama dirinya tunggu.

__ADS_1


Mike mengemudikan mobilnya menuju sebuah apartemen, setelah sampai di basement Mike segera keluar dan menuju flat yang dia tuju.


Tet...tet...


Mike menunggu dengan kesal saat pintu apartemen lama dibuka.


Ceklek


"Mike..!!" Livia terkejut melihat Mike berdiri didepan pintu apartemen miliknya.


Plak


Livia menyentuh pipinya yang ditampar Mike, terasa panas. "Mike apa argh_" Livia tak lagi bisa melanjutkan ucapanya ketika Mike dengan kuat mencekik leher Livia.


"Wanita Sialan..! gara-gara kau perjodohanku batal!!" pekik Mike marah.


"M-mike sa-kit." Ucap Livia terbata, lehernya begitu sakit.


"Rasakan, rasakan apa yang sudah kau perbuat, wanita Sialan!!" Mike begitu menggebu-gebu meluapkan amarahnya pada Livia, karena wanita ini dirinya mendapat masalah dan harus melepaskan Hawa.


"M-mike tol_ uhuk-uhuk." Livia terbatuk-batuk ketika Mike melepaskan tangannya.


"Sekarang apa yang kau inginkan akan kau dapatkan." Mike tersenyum menyeringai iblis sambil membuka kancing kemeja yang dia kenakan.


Livia yang melihat wajah Mike begitu menyeramkan mendadak takut, apalagi Mike yang sudah membuka pakaiannya.


"Mike apa yang kau lakukan." Ucap Livia yang sudah ketakutan.

__ADS_1


"Bukankah ini yang kau inginkan wanita Sialan! kau ingin aku menjadi milikmu, jadi layani aku sekarang. Maka aku akan menjadi milikmu.


"Mike jangan ku_ Emphh."


__ADS_2