My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
SEASON2~ Hati adek meleleh


__ADS_3

"Apa itu sebuah lamaran?" Ucap Hawa dengan wajah polos, wajahnya mendongak untuk menatap wajah Mario yang juga sedang menatapnya.


Mario tersenyum. "Anggap saja seperti itu."


Hawa tersenyum dan kembali merebahkan kepalanya di dada Mario yang terasa nyaman, aroma wangi tubuh Mario membuat Hawa betah menempel.


"Tapi papamu itu menyebalkan." Ucap Mario tiba-tiba.


Hawa langsung melonggarkan pelukannya. "Menyebalkan? apa papa tahu jika_" Haha tidak melanjutkan ucapnya, dirinya mengunakan tangan isyarat jika keduanya sedang dekat.


Mata Mario memincing menatap tangan Hawa." Lebih pastinya beliau mengijinkan aku untuk melamarmu, asalkan aku bisa mengembalikan perusahaan papa Julio kembali normal." Meskipun bagi Mario sangat mudah, tapi Mario hanya malas jika berurusan dengan Mike, tapi mau bagaimana lagi, jika itu adalah salah satu jembatan untuknya agar bisa mendapatkan Hawa dengan cepat.


Mendengar itu tentu saja Hawa terkejut, dirinya tidak percaya jika secepat ini dirinya akan di lamar.


"kenapa? kamu tidak mau aku lamar?" Tanya Mario yang melihat raut wajah bingung Hawa, apalagi Hawa hanya diam saja.

__ADS_1


"Hawa masih sekolah, tidak mungkin Hawa putus sekolah karena menikah." Ucap Hawa polos.


Mario mengulum senyum, "Jadi kamu mau menikah denganku, atau mau sekolah." Goda Mario menatap Hawa dengan menahan senyum, wajah bingung Hawa membuatnya gemas sendiri.


Hawa nampak bingung untuk menjawab, jika menikah otomatis dirinya tidak akan bisa sekolah, dan jika sekolah Hawa takut Om gantengnya di lirik wanita lain diluar sana.


"Otak kecilmu tidak bisa berpikir berat." Ucap Mario sambil merangkul kembali tubuh Hawa. Rasanya Mario ingin sepanjang hari memeluk tubuh kecil dedek Emesnya.


"Papamu saja bisa menikahi namamu diusia muda, jadi kenapa aku tidak bisa meminangmu juga."


.


.


"Memangnya kenapa sih, tumben nyariin aku sampai panik." Tanya Hawa santai.

__ADS_1


Bibirnya tidak lepas dari senyum yang sejak tadi menghiasi wajah cantiknya.


"Kau itu kudet, lihat grup gosip disekolah sudah ramai." Ucap Sasa dengan kesal. Semua heboh mencari tahu siapa gadis yang sudah mengambil hati seorang Mario Maurer.


Saat Mario kekantin sekolah, dirinya menjadi pusat perhatian seluruh murid yang berada di kantin, apalagi Mario sambil membawa dua cup minuman yang sangat banyak disukai para siswi disekolah, dan karena itu semua menyimpulkan jika yang dikatakan Mario benar, kekasihnya berasa di sekolah yang sama dengan mereka, dan mereka mulai mencari tahu siapa yang sudah berhasil memikat pria tampan dan mapan itu.


"Biarkan saja lah, lagian itu bukan urusan kita." Ucap Hawa lagi yang sedikit kesal, sudah pasti karena ucapan Mario tadi semua murid yang memiliki jiwa paparazi mulai beraksi untuk mencari berita.


"Ish, kamu ini. Ngak tau apa kalau berita seperti ini adalah berita hot, banyak loh dari sekolah luar yang penasaran dengan seorang Mario Maurer, tapi kau malah biasa saja." Ucapan Sasa malah membuat Hawa ingin tertawa keras.


Apa jadinya jika Sasa tahu siapa gadis yang Mario maksud, apalagi sampai Sasa mendengar Mario melamarnya.


Hawa menatap cincin yang sangat indah yang tersemat di jarinya, meskipun terlihat sederhana tapi saat melihat cincin yang Mario beri, Hawa sudah jatuh cinta dan menyukainya.


"Om ganteng bikin hati Adek meleleh." Ucap Hawa dengan senyum mengembang sempurna.

__ADS_1


.


Jangan lupa kembang kopi, setelah ini pindah sendal jepit 🤣🤣🤣


__ADS_2