
Ami berdiri didepan pintu lemari besar untuk menata pakaian yang sudah di setrika oleh pelayan, wanita itu sudah bisa bergerak bebas setelah satu minggu dirumah.
Ami sudah diperbolehkan pulang satu minggu yang lalu, dan kini twins yang sudah berusia hampir dua minggu semakin terlihat menggemaskan.
Ami sendiri masih mengurus twin dibantu dengan Mama mertuanya, dia belum mau untuk memakai jasa Beby siter untuk membantunya, saat Nathan ingin mengambil jasa pengasuh untuk twisn.
Ami yang sedang berdiri tiba-tiba merasakan pelukan hangat dari belakang, melirik jam didinding sudah menunjukan pukul lima sore.
"By, kamu sudah pulang." Ucap Ami dengan masih menata pakaian yang tinggal sedikit lagi.
"Hm, biasanya juga aku pulang jam segini sayang." Ucap Nathan yang masih memeluk Istrinya dari belakang, dan menaruh kepalanya dibahu Ami dengan kepala miring mengendus aroma wangi dari tubuh Ami yang sudah mandi.
"Em, aku siapakan air untuk mandi." Ucap Ami yang membalikkan tubuhnya, kini keduanya berhadapan dan membuat Nathan terpaksa mengangkat kepalanya.
Ami terseyum, Nathan pun ikut tersenyum. "Twins masih tidur? apa mereka sudah mandi?" Tanya Nathan yang menoleh pada box bayi yang tidak jauh dari ranjang tidur mereka. Tangan Nathan memeluk pinggang Ami.
__ADS_1
"Sudah, tadi mama sudah memandikan mereka." Jawab Ami yang juga ikut menoleh pada box bayi berwana putih, kedua buah hati mereka sedang terlelap.
Nathan menatap wajah istrinya kembali lalu tersenyum. "Kalau begitu sekarang giliran Mama mandiin Papa." Ucap Nathan dengan senyum menyeringai.
Ami mendengus. "Janji hanya mandi." Ucap Ami menatap Nathan dengan tatapan menyelidik.
"Hanya mandi, tapi tidak janji untuk tidak_"
"By, kamu nyebelin." Ami memukul lengan Nathan, membuat Nathan tergelak.
"Kamu mesum By." Kesal Ami lagi dengan wajah cemberut.
Cup
Nathan mengecup bibir Ami yang cemberut. Menyesapnya dengan lembut, hanya bagian bibir yang bisa Nathan nikmati, meskipun hanya saling melumatt dan menyesap benda kenyal itu, sesuatu di bawah sana sudah bereaksi minta dipuaskan.
__ADS_1
"Emph.." Ami mendorong dada Nathan ketika ciuman mereka berubah menjadi semakin menuntut.
"By, s-sudah." Napas Ami tersengal dengan dada naik turun, begitupun dengan Nathan yang sudah berkabut gairah hingga di ubun-ubun.
Nathan menempelkan keningnya dengan kening Ami, bibir mereka kembali menempel saat Nathan memiringkan kepalanya, pria itu seperti haus belaian hingga membuatnya semakin menggebu-gebu.
"Engh.." Ami meleguh ketika Nathan meremas dua bongkahan dibelakang tubuhnya, lalu mengangkat tubuhnya hingga berada di gendongan Nathan seperti koala.
"By, mau apa?" Tanya Ami dengan mata sayu, gairahnya tersulut saat ciuman Nathan semakin ganas dan menuntut.
"Puaskan aku sayang." Ucap Nathan dengan suara serak dan parau, karena menahan gairahnya yang sudah diujung tanduk.
Ami yang mendengarnya hanya bisa mengaguk, meskipun tangan dan mulutnya yang harus bekerja, tapi Ami juga tidak ingin melihat suaminya tersiksa setiap kali miliknya sudah menegang dan minta dipuaskan. Ami tidak ingin suaminya mencari kepuasan diluaran sana meskipun itu tidak mungkin Nathan lalukan.
"Ughh.." Nathan yang merasakan pijatan tangan lentik Ami meleguh enak, pria itu memejamkan mata dengan tubuh bersadar di bahu balthup yang tidak berisikan air, sedangkan Ami bekerja di bawah sana untuk memberi kepuasan pada suaminya.
__ADS_1
"Ohh, sayang ah nikmat sekali engh."