
"Maaf aku menyakitimu." Nathan mengusap cairan bening yang berada di ujung sudut mata Ami, pria itu mengecup lembut sudut mata Ami yang basah.
"Kami milikku Sayang, selamanya menjadi milikku."
Kamar pribadi Nathan menjadi saksi bisu dimana sepasang suami Istri itu kini sudah melebur menjadi satu, dimana Ami yang sudah memberikan haknya pada pria yang pantas menerimanya.
Sedangkan Nathan begitu senang, dirinya merasa bahagia menjadi pria beruntung yang mendapatkan istrinya pertama kali.
Siang bolong keduanya bergulat dalam peluh yang membanjiri tubuh keduanya, kini mereka melakukan siang pertama dan bukan malam pertama.
"Byy aku sudah tidak tahan." Ami mencekram sprei dengan kuat saat sesuatu dalam dirinya ingin meledak.
"Lepaskan sayang." Nathan tidak berhenti bergerak, untuk em dapatkan apa yang keduanya inginkan.
Sungguh ternyata begini rasanya nikmat surga dunia yang mereka rasakan.
"Arrgh."
Tubuh Nathan ambruk di atas tubuh Ami, napas keduanya tersengal dengan jantung yang berdetak cepat.
"Sakit By." Lirih Ami ketika merasakan sakit dan perih di area miliknya.
Nathan terseyum, dan mencium kening Ami dengan lembut. "Terima kasih sudah mengujikan aku memilikimu seutuhnya." Ucap Nathan tulus. Hatinya tentu saja bahagia mendapatkan Istri seperti Ami.
__ADS_1
Ami hanya tersenyum, dengan mata terpejam, tumbuhnya terasa lemas dan lelah.
"Istirahatlah." Nathan menutupi tubuh keduanya dengan selimut, lengan Nathan sebagai sandaran kepala Ami.
Ando yang berniat membangunkan Nathan malah mengumpat kesal, bagaimana bisa bosnya itu Malah enak-enakan didalam kamar. Untung saja dirinya tidak langsung masuk begitu saja, kalau tidak dirinya akan malu sendiri.
"Dasar bos lucnat, siang-siang malah enak-enakan main sodok-sodok-an."
Ando yang ingin memberi laporan masuk keruangan Nathan, tapi orang yang dia cari tidak ada dikursinya.
Niatnya ingin mengetuk pintu untuk membangunkan Nathan yang mungkin saja sedang tidur siang, tapi suara_
"Ah sayang milikmu sempit sekali."
"Eng..Byy aahh ini enak."
"Sialan si Nathan, bikin jerri gue bangun." Ando memilih pergi, dari pada dirinya frustasi sendiri mendengar suara dua orang yang sedang bercinta.
"By sudan aku lelah." Ucap Ami yang merasakan tangan Nathan tidak mau diam.
"Gemas sayang." Nathan tersenyum saat memainkan kelembutan Ami yang dia sukai sebagai favoritnya.
"Ish, By jangan modus." Ami menyentak tangan Nathan yang berada di dadanya.
__ADS_1
Tenaganya sudah lemas, miliknya terasa begitu perih. Tapi Nathan malah terus menggodanya.
Ternyata seperti ini rasanya setelah melepaskan apa yang berharga dalam dirinya.
Senang? tentu saja karena Ami bisa memberikan miliknya yang berharga untuk sang suami.
"Byy, aku mu tidur." Rengeknya lagi karena tangan Nathan tidak mau berhenti.
"Tidurlah, tapi aku lebih suka seperti ini." Jawabnya dengan bibir yang menempel dibahu Ami, sedangkan tangannya masih betah memainkan squisi lembut dan kenyal itu.
"Ck, dasar mesum." Ketus Ami mencoba untuk memejamkan matanya.
Meskipun begitu Ami terseyum, hatinya menghangat. Kini dirinya benar-benar memiliki cinta pria dewasa yang menyebalkan itu. Tidak disangka, pernikahan yang tidak mereka inginkan kini menjadi pernikahan yang sesungguhnya, dirinya sudah menjadi istri paten untuk suaminya.
"I love you sayang."
Cup
Nathan mengecup bahu Ami, dan ikut memejamkan matanya, menyusul Ami yang sudah lebih dulu pergi ke alam mimpi, setelah pergulatan panas keduanya.
Tidur siang mereka, akan menjadi tidur siang yang paling nyenyak dalam sejarah sebelumnya.
.
__ADS_1
.
Disini udah author revisi, juga bab sebelumnya. untuk kepentingan mata dan otak serta jasmani Reader setia 😩