
Hari yang ditunggu-tunggu para murid siswa/i sekolah Pertiwi, hari ini sekolah mereka mengadakan acara kelulusan dengan menampilkan band yang tidak pernah mereka sangka.
Semua berteriak tak percaya ketika melihat poster besar yang dipasang dibelakang panggung, apalagi banyak spanduk foto personil CTS yang terpampang jelas di lingkungan sekolah mereka.
"Ya tuhan apa ini tidak mimpi."
"Sekolah kita kedatangan band CTS."
"Wahh parah, kira-kira atas usulan siapa?"
"Sekolah ngak mungkin negeluarin uang banyak hanya untuk mengundang mereka."
"Ya, kamu benar."
Semua sedang bahagia menyambut kelulusan tahun ini, mereka tidak menyangka akan melihat konser band idola mereka semua disekolah dan tanpa repot membeli tiket karena kehabisan.
Ini kali pertama sekolah mengundang band yang terkenal dan juga papan atas, sungguh keberuntungan bagi mereka yang bersekolah di sini.
Banyak para murid yang melakukan siaran langsung divlog mereka, memperlihatkan panggung megah, yang lain dari biasanya dan disana juga terpampang jelas poster ataupun bener nama band CTS yang akan mengisi acara sekolah mereka.
Dan tentu saja di sosmed mereka yang sedang melakukan siaran langsung diserbu oleh penggemar CTS.
Diluaran sana banyak sekolah yang iri dengan acara sekolah Pertiwi, sekolah bergengsi di kota.
"By, kamu tidak salah pakai pakaian seperti ini." Ucap Ami yang merasa tidak rela.
Nathan menggunakan kemeja hitam, dilapis dengan setelan jas berwarna senada. Meskipun pakaian yang Nathan pakai sama seperti biasa tapi kali ini sepertinya membuat Nathan berkali-kali lipat lebih tampan dimata sang istri.
"Apa tidak cocok." Tanya Nathan yang melihat penampilannya sendiri didepan cermin.
"Baju itu tidak cocok untuk wajahmu yang tampan by." Ucap Ami dengan wajah cemberut, jika biasanya dia bisa biasa saja, kali ini tidak, karena semua pasang mata akan menatap suaminya, Ami merasa tidak akan rela.
Nathan yang mendengarnya mengulum senyum. "Jadi menurutmu aku lebih tampan." Tanya Nathan mendekat ke wajah istrinya.
"Hm." Ami mengangguk dengan wajah cemberut.
"Berarti kamu beruntung dong, punya suami tampan, bonusnya aku yang setia." Ucap Nathan yang merasa senang, karena istrinya mengakui dirinya yang tampan.
"Em, sangat beruntung malah, karena dicintai pria tampan dan kaya sepertimu." Ucap Ami dengan senyum.
Nathan terkekeh. "Jadi kalau aku tidak kaya kamu tidak mau?" Ucap Nathan dengan ekspresi kecewa.
"Aku tidak mau tapi seorang Nathan tukang pemaksa." Ami mengerucutkan bibirnya.
Suaminya memang pria pemaksa, sehingga membuat Ami terpaksa menerima pernikahannya dulu, dan sekarang dirinya malah mencintai pria pemaksa dan menyebalkan itu.
"Dan karena itu kamu menerima pernikahan kita." Ami mengaguk. "Sekarang kamu masih terpaksa?" Ami menggeleng. "Sekarang aku mencintai pria pemaksa itu, Om-om menyebalkan."
__ADS_1
Nathan tertawa. "Apakah aku menyebalkan." Tangannya menarik pinggang ramping Ami.
"Hu'um, menyebalkan tapi cinta," Ami tersenyum.
"Ya, akupun begitu."
Nathan mendaratkan bibirnya dibibir tipis yang sudah membuatnya begitu candu, bibir yang selalu manis saat dia menyesapnya.
"Sudah by, nanti aku telat." Ami mengusap bibir Nathan yang yang terkena lips glos nya, dan Nathan terseyum.
"Tidak masalah, karena kamu tidak akan melihat Barata mu itu."
"Byy.." Ami memukul dada Nathan, jangan sampai dia tidak melihat penampilannya idolanya, karena usahanya band itu bisa manggung disekolahnya.
Ya, usaha Ami. Usaha menaklukkan suaminya diatas ranjang.
Nathan dengan senang hati menuruti permintaan Ami, siapa yang menolak jika di servis Istrinya tanpa jeda hari, hanya Nathan sepertinya yang sudah kecanduan dan tidak mau berhenti. Tidak tanggung-tanggung, Nathan mengeluarkan dana sendiri untuk mengundang band idola Istrinya itu, siapa yang akan menolak bekerja sama dengan pria pembisnis sukses seperti Nathan.
.
.
Sampainya di sekolah keadaan sudah ramai, Ami berdiri disamping mobil suaminya.
"Kenapa masih diam disitu." Tanya Nathan yang masih dalam mobil, dirinya akan pergi ke kantor lebih dulu karena ada urusan yang harus dia selesaikan.
"By, ini beneran?" Tanya Ami yang menoleh pada Nathan, karena kaca mobil Nathan buka.
"Barataku mau nyanyi disini." Ami terseyum bahagia.
Nathan menghela napas, menyesal bertanya karena istrinya menyebut nama pria lain.
"Tidak mimpi, bahkan aku harus rela menahan kesal karena permintaanmu itu." Ucap Nathan yang memilih pergi karena tidak ingin melihat istrinya yang mengidolakan pria lain, hatinya merasa tidak rela.
"Miii..!!" Olive berlari dengan wajah senang, gadis yang dulu berisi kini sudah memiliki tubuh ideal, pria yang pernah membuatnya tersinggung kini menyesal, karena ternyata gadis itu mampu membuat otaknya tak bisa berpaling.
"Ol, gue kayak mimpi."
Keduanya berpegangan tangan dan berputar-putar, kedua gadis itu seperti anak kecil yang baru saja menang lomba.
"Kamu hebat Mi, bisa datengin JS kesini."Olive juga seperti mimpi, gadis itu tidak percaya jika ini adalah ulah sahabatnya dan campur tangan sumainya.
"Siapa dulu dong, Ayana Adhitama." Mereka tertawa.
Tawa, yang mungkin saja tidak akan terulang kembali, karena setelah ini mereka akan menjalani kehidupan masing-masing di kota yang berbeda.
Tak lama acara disekolah mereka dimulai, para wali murid pun sudah hadir semua disekolah, para dewan guru dan kepala sekolah sudah duduk rapi ditempat yang sudah disediakan.
__ADS_1
Hanya saja, Nathan sebagai kepala yayasan yang belum datang, padahal sepuluh menit lagi acara dimulai, sedangkan para murid sudah tidak sabar untuk melihat penampilan band idola mereka.
"Mii, suami kamu telat." Ucap Olive yang duduk disamping Ami, para murid juga disediakan tempat duduk untuk mengikuti acara inti yang akan berlangsung.
"Ngak tau, nomornya tidak bisa dihubungi." Ami mencoba menghubungi suaminya tapi tidak diangkat.
"Mungkin masih ada urusan penting." Jawab Olive yang di angguki oleh Ami.
Tak lama mobil sedan keluaran terbaru memasuki parkiran sekolah, para murid yang melihatnya menjadi penasaran, karena mobil yang baru saja datang tidak pernah mereka lihat memasuki perairan sekolah.
"Wah, gila mobil cita-cita gue man."
"Ya tuhan semoga kau berikan hamba rezeki untuk membeli mobil sultan."
Para siswa yang melihatnya menjadi iri dan ingin memiliki mobil mewah seperti yang mereka lihat, meskipun hanya beberapa orang saja yang bisa memiliki mobil seperti itu.
"Waahh.. pangeran berkuda besi datang."
"Gila..gila..gila.. lakik Ami demagenya ngak ngotak.
Nathan keluar dari mobil mewahnya dengan memakai kaca mata hitam.
Pria itu mampu menghipnotis para siswi dan guru bahkan wali murid yang hadir sebagian wanita.
"Pangeran siapa itu, ganteng banget."
"Eh, mantu saya lewat loh."
Halu aja ya semua.
"Mii, lakik lu parah."
Olive menatap Nathan yang berjalan ditengah antara barisan wali murid dan para murid, Nathan sudah seperti model yang berjalan di atas catwalk dengan gagah dan mempesonanya.
Bukan hanya Olive yang tidak berkedip, semua siswi dan wanita yang di sana menatap Nathan tak berkedip. Hanya Ami yang melihat Nathan membulatkan kedua matanya tidak percaya.
Jika tadi pagi Nathan mengunakan setelan jas berwarna hitam. Kini pria itu mengganti setelan jasnya dengan warna krem, dengan kemeja hitam didalamnya, membuat Nathan lebih tampan dan gagah membuat Ami ingin menerkamnya saja.
"By, kamu harus diberi hukuman."
Ami menatap tajam Nathan yang meliriknya, tapi pria itu hanya menatapnya cuek.
"Awas saja kau."
.
.
__ADS_1
Bikin Ami panas, lakiknya banyak yang lirik 😂