My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Kecelakaan


__ADS_3

Empat hari Ami berada di apartemen sendirian, Dirinya juga pernah bertemu dengan bik Asih yang bekerja membersihkan apartemen milik Nathan. Hari ini Ami berniat untuk kerumah bundanya, karena hari libur dia juga tidak bekerja. Karena merasa bosan Ami ingin menginap di rumah bundanya.


Dan dirumah sederhana yang membuatnya nyaman gadis itu berada. Hari semakin beranjak sore dan Ami hanya bersantai tanpa melakukan apapun, karena bundanya juga belum pulang dan mungkin sebentar lagi. Ami tidak tahu jika bundanya kerja sampai larut sore bahkan hampir malam.


Tok..tok...tok...


Suara pintu rumah di ketuk dari luar, Ami mengerutkan keningnya jika bundanya pasti langsung masuk, tanpa harus mengetuk pintu.


Ceklek


"Nak Ami.." Ucap pak Teguh yang melihat Ami yang membukakan pintu.


"Pak teguh ada apa? kenapa bapak panik seperti itu?" Tanya Ami yang melihat wajah pak Teguh begitu panik.


"Anu, nak itu bunda kamu." Pak Teguh yang sedikit panik menjadi gelagapan.


"Bunda? bunda kenapa pak?" Ami yang penasaran menatap pak Teguh ingin jawaban.


"Bunda nak Ami, keserempet motor, terus dibawa ke rumah sakit karena tak sadarkan diri."


Ami menutup mulutnya tak percaya, "Bunda k- kecelakaan." Mata Ami langsung berkaca-kaca, "Antar saya kerumah sakit pak." Ami masuk mengambil jaket dan ponselnya, gadis itu ikut naik motor pak Teguh yang akan mengantarkannya kerumah sakit, di sana ada istri pak Teguh yang menemani bunda Raya.


Disepanjang jalan Ami hanya berdoa dan menjatuhkan air matanya, sungguh hatinya terasa remuk mendengar bundanya tidak sadarkan diri. 'Ya Tuhan selamatkan bunda.'


Hanya doa yang Ami panjatkan sepanjang jalan, berharap bundanya baik-baik saja.

__ADS_1


Sesampainya di rumah sakit Ami langung diberi tahu jika bundanya berada di ruang UGD, disana Ami melihat istri pak Teguh dan dua orang yang juga ikut menunggu.


"Ami.." Istri pak Teguh langsung menghampiri Ami dan memeluk gadis itu." Bunda, bunda baik-baik saja kan Bu." Ami menangis di pelukan istri pak Teguh yang bernama Hesti.


"Iya sayang bunda mu pasti akan baik-baik saja." Hesti menenangkan Ami yang menangis, gadis itu terisak.


"Pak pelaku Melarikan diri." Ucap bapak-bapak yang membantu membawa bunda Raya ke rumah sakit.


Pak Teguh mengusap wajahnya kasar, kejadiannya begitu cepat. Ketika bunda Raya berjalan di pinggir, dari depan ada dua motor yang sepetinya saling berkejaran. Karena motor itu oleng dan berakhir menabrak bunda raya sampai jatuh dan kepalanya membentur semen paret di pinggir jalan, dan membuat bunda Raya tak sadarkan diri.


Ceklek dokter keluar dengan sister di sampingnya. Ami pun langsung menghampiri dokter itu.


"Dokter bagaimana keadaan bunda saya." Ami mengusap air matanya, menatap dokter itu penuh harap. Hesti merangkul bahu Ami, menguatkan gadis itu.


"Benturan di kepalanya cukup serius, dan mengalami pendarahan dan kami harus melakukan operasi untuk keselamatan pasien." Jelas dokter itu semakin membuat tubuh Ami lemas.


"Ya, karena pasien mengalami geger otak." Ami menutup mulutnya dengan air mata Kemabli menetes. "Selamatkan bunda saya dokter, apapun itu saya mohon." Ami menangis memohon dengan menangkupkan kedua tangannya di depan dada.


"Akan kami usahakan, silahkan selesaikan admistrasi agar kami bisa segera menangani pasien." Dokter itu pun pergi, setelah menyuruh suster untuk menyiapkan operasi untuk bunda Raya.


"Yang sabar nak." Hesti memeluk Ami, gadis itu sesenggukan dalam pelukan Hesti.


"Bapak akan bantu, pendaftaran agar bunda mu segera di tangani, tapi maaf bapak tidak bisa bantu untuk perawatan ibumu karena yang bapak tidak cukup." Ucap pak teguh menyentuh kepala Ami. Pak Teguh merasa kasihan, tapi dirinya hanya bisa membantu sebatas itu karena seminggu yang lalu anaknya baru masuk ke fakultas kedokteran dan pak Teguh mengeluarkan uang banyak untuk anaknya.


"Terima pak." Ami tersenyum dalam tangisnya, dirinya tidak menyangka ada orang sebaik pak teguh yang selalu menolongnya.

__ADS_1


"Ya, karena kamu sudah bapak anggap saudara." Pak Teguh tersenyum tulus, istri pak teguh tersenyum mengusap wajah Ami yang berlinang air mata.


.


.


Nathan keluar dari mobil, dirinya baru saja sampai di tanah air, dan pulang ke apartemen tidak mendapati Ami. Karena ingin bertemu Nathan mencari Ami kerumah bundanya, dirinya yakin jika gadis itu berada di rumah bundanya.


Tok..tok..tok..


Nathan mengetuk pintu beberapa kali, sampai dirinya kesal karena tidak ada yang mau membukakan pintunya. Rumah terlihat terang, tapi tidak berpenghuni.


"Mas cari siapa?" Tanya warga yang kebetulan lewat.


"Mencari yang punya rumah pak." Jawab Nathan seadaanya.


"Oh, yang punya rumah tidak ada mas, sedang di rumah sakit."


Deg


"Rumah sakit? siapa yang sakit pak." Nathan lebih mendekati bapak yang berdiri di ambang pagar.


"Saya kurang tau mas, tapi tadi pak Teguh yang mengantar anak bunda Raya ke rumah sakit." Jawab bapak itu, tidak salah. Karena memang begitu kenyataannya.


"Ayana.." Nathan mematung. apakah Ami yang dilarikan kerumah sakit.

__ADS_1


Setelah meminta alamat rumah sakitnya Nathan segera melajukan kembali mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Perasaanya mulai tak karuan, kahawatir dan takut sudah pasti. Takut terjadi sesuatu pada Ami.


__ADS_2