My Husband Om-Om

My Husband Om-Om
Author nangis


__ADS_3

Pukul lima sore, Nathan membuka matanya dimana pemandangan pertama adalah wajah Istrinya. Meskipun sering tapi kali ini Nathan merasakan hal yang berbeda hatinya menghangat mengingat kegiatan apa yang baru saja tadi mereka lewati. Sungguh Nathan tidak percaya, jika dirinya sudah mengambil haknya pada sang istri.


"Terima kasih, mulai saat ini kamu milikku seutuhnya." Nathan menatap wajah yang lelah dan masih terlelap. Tangannya mengusap pipi Ami lembut.


Untungnya, mereka tadi sudah membersihkan sisa-sisa percintaan mereka, meskipun belum sepenuhnya, setidaknya Istrinya sudah memakai kembali bajunya dengan rapi, dan Nathan yang membantu Ami untuk membersihkan bagian tertentu.


Mengingat itu bibir Nathan terseyum lebar.


Di kamar pribadinya belum ada pakaian untuk Ami, dan kamar mandi juga terlalu kecil, membuat Nathan tidak tega untuk memandikan istrinya di dalam sana.


"Sayang bangun.." Nathan mengecupi pipi Ami untuk membangunkan gadis itu.


"Masih ngantuk Om." Ucap Ami bergumam dengan mata terpejam.


"Masih bisa sebut Om." Nathan melumatt bibir yang masih sedikit bengkak.


"Ayo kita pulang, sudah sore." Ucap Nathan lagi yang masih berusaha membangunkan Ami.


Gadis itu tidak bergeming malah memeluk lengan Nathan.


Nathan menghela napas, dirinya tidak ingin bermalam di kantor, apalagi dengan sang Istri.


Mencari ponselnya Nathan menghubungi Ando.


"Mobil gue Dimana?" Tanya Nathan langsung ketika sambungan terhubung dengan asistennya.


"Ck, masih inget mobil lu, bukannya enak main sodok-sodok-an." Ledek Ando dengan tawa di seberang sana.


"Sialan lu," Nathan mengumpat tapi dengan senyum.


"Jerri gue kepengen gegara dengar lu desahh brengsek. ahh." Suara Ando terdengar jijik ditelinga Nathan.


"Lu, benar-benar brengsek Ndo." umpat Nathan yang mendengar dwsahan Ando.


"Ck, lebih kuat Beby." Ando semakin menggoda Nathan. "Mobil lu di bawah ssh sudah selesai.."

__ADS_1


Tut..Tut..Tut..


Nathan langsung mematikan sambungan telepon mendengar suara Ando yang semakin kurang ajar.


"Brengsek si Ando, bikin singkong gue bangun aja." kesalnya, lalu meraih kemeja yang belum sempat dia pakai. Nathan menggendong Ami untuk keluar dari ruangannya, Istri kecilnya kelelahan setelah pertempuran yang mereka lakukan tadi, dan Nathan merasa bersalah.


Membawa Ami sampai basement bawah dimana mobilnya memang sudah berada di sana dalam keadaan seperti semula, karena uang jadi mobil Nathan kembali dengan cepat.


Blam


Nathan menutup pintu mobil dan mengitari lewat depan untuk dirinya masuk dan duduk di kursi kemudi.


Meskipun tangannya merasa pegal, Nathan tetap menampilkan senyum nya. "Kenapa gue jadi kayak orang gila." Ocehnya pada diri sendiri yang merasa aneh. "Gara-gara dapet bakpao." Nathan tertawa sendiri.


Melihat Ami yang masih terlelap, Nathan hanya geleng kepala, Ami jika sudah lelah sudah seperti kebo.


Nathan menghentikan mobilnya di pinggir jalan, dia ingin membeli makanan untuk nanti malam, karena Ami suka dengan makanan pinggir jalan Nathan berniat untuk membelikannya.


"Pak ayam bakar sama nasi dua dibungkus." Ucap Nathan memesan, dan kembali duduk di bangku untuk menunggu.


Karena tidak tahu jika ada truk yang melintas dengan kecepatan tinggi, apalagi truk itu seperti tidak bisa mengendalikan laju mobilnya, hingga membuat kendaraan besar itu oleng.


Mobil Nathan berhenti di pinggir jalan, jika dilintasi kendaraan yang melaju normal tidak akan membahayakan, tapi yang akan melaju mobil besar yang tidak bisa mengandalkan laju mobilnya.


Nathan yang masih menunggu sedikit merasa gelisah, karena menunggu cukup lama.


"Pak apa belum jadi, istri saya sudah menunggu di mobil." Katanya pada penjual.


"Sebentar lagi den, sabar." Penjual itu terseyum.


Wajah Nathan kembali tak tenang dirinya melihat kearah mobilnya yang masih terparkir di seberang jalan.


"Aaaaaa.."


Tak lama seseorang yang juga sedang makan berteriak histeris ketika melihat mobil yang melaju kencang dengan kencang tak terkendali melawan arah jalur.

__ADS_1


Nathan pun membulatkan kedua matanya.


"Tidaakk...!! Ayaana...!!"


Brakk


Srettttttttrrr


Mobil Nathan terseret didepan mobil truk itu, membuat berteriak.


"Ayanaa...Istri saya..!!"


Tubuh Nathan dicegah oleh beberapa orang ketika Nathan ingin mengejar mobilnya yang terseret hingga puluhan meter dan menghantam pembatasan jalan lalu terhenti.


"Sabar pak, itu bahaya." ucap pria yang mencoba mencegah Nathan.


"Istri saya pak..tidak ini tidak mungkin..!!" Nathan langsung berlari ketika mobilnya berhenti jauh puluhan meter, hingga membuat mobilnya mengalami kerusakan yang cukup parah jika dilihat.


"Tolong telepon ambulan segera." Para warga langsung mengikuti Nathan yang berlari. Pria itu berlari seperti angin begitu cepat.


"Sayangg..!!"


Tubuh Nathan melemas melihat wajah Ami yang berlumuran darah, dadanya kian sesak seperti ribuan jarum menusuknya secara bersamaan.


Ini tidak mungkin terjadi, katakan ini tidak mungkin. Nathan menangis pilu, tangannya berusaha menggapai tubuh sang Istri untuk meraihnya.


"Tolong bantu pak kasihan korban." Ucap warga yang tidak tega melihat gadis masih memakai seragam sekolah, karena kaca mobil Nathan pecah membuat mereka bisa melihat dengan jelas korba didalam.


"Ayana bangun sayang, jangan tinggalin aku. Maaf."


"Ayanaaa..!!!"


Nathan berteriak memeluk tubuh istrinya yang berlumuran darah, Wanita nya tak sadarkan diri dengan luka disekujur tumbuhnya.


Tuhan kenapa kau berikan aku cobaan seperti ini, kenapa kau ambil kebahagiaan yang baru saja aku rasakan, lebih baik aku yang kau sakiti jangan wanita yang begitu aku cintai kau rampas dariku.

__ADS_1


Aku ingin dia Tuhan, jangan kau ambil dia dari hidupku, aku tidak akan meminta apapun, hanya kembalikan dia dalam hidupku, kumohon kembalikan...


__ADS_2