Pengantin CEO Yang Tertukar

Pengantin CEO Yang Tertukar
97. Iri Bilang Bos!


__ADS_3

Malam semakin larut. Suasana jalanan luar yang mulai sepi seakan bertolak belakang dengan suasana di tempat ini. Yeah …. tempat ini, club malam.


Saat ini Davin menginjakkan kakinya lagi di tempat ini bersama dengan Dela. Mereka ingin merayakan keberhasilan mereka karena Edi mau berinvestasi di perusahaan Davin. Dela mendapatkan kabar itu dari Clara.


Malam ini mereka ingin bersenang–senang dengan ketiga sahabat Davin ; Taka, Deni, dan Viko. Davin berencana mentraktir mereka semua minum sepuasnya di club malam ini. Davin mengenakan pakaiannya dengan ala brandalan, sedangkan Dela mengenakan pakaian yang terbuka. Bisa dibilang baju kurang bahan.


"Hey Bro!" sapa Davin dengan sahabat–sahabatnya.


"Weii akhirnya datang juga kau Vin!" ucap Deni mewakili mereka bertiga. Mereka sudah sampai terlebih dahulu beberapa waktu.


Mereka berpelukan ala cowok ketika bertemu. Dengan hati yang berbunga, mereka mengisyaratkan melalui ekspresi wajah mereka yang tanpa beban. Mereka melakukannya satu persatu bergantian.


"Aseek, rupanya ada yang dapet lotre nih," ujar Viko. Dia mengucapkannya sembari melirik kedua sahabatnya yang lain. Sebelumnya mereka bertiga telah diberitahu Davin mengenai rencananya malam ini.


"Ho'oh ini! Sampai syukuran mamen!" timpal Deni.


"Iya syukuran, tapi jangan lupa syukurin nikmat Tuhan yang memberimu rejeki untukmu," ucap Taka sok bijak. Seketika telunjuk Viko melayang, mendorong kepalanya dari samping.


"Aaaa ...." keluh Taka saat kepalanya terdorong ke samping.


"Heleh sok alim kau, Ka!" cibir Viko.


"Ya bagaimana? Memang seharusnya begitu. Kan karena syukuran ke syukurin, kita kena traktir!" jawab Taka tidak mau kalah.


"Hilihh alibimu membuatku ingin memukul kepalamu seketika!" ujar Viko lagi. Ia jengah dengan sikap Taka yang sok bijak, sok alim padahal kelakuannya sama saja.


Davin hanya terkekeh kecil melihat perdebatan sahabat–sahabatnya. Sedangkan Deni tertawa lepas.


"Dahlah! Khusus malam ini, aku traktir kalian minum sepuasnya. Apapun jenisnya, semahal apapun akan aku bayar!" ucap Davin menengahi perdebatan kecil itu. Mereka semua bersorak girang.


"Eh ada Nona Cantik." Deni melirik ke arah Dela. Dela mengembangkan senyum di wajahnya. Ia merasa sangat diperhatikan saat itu. Ia bersikap sok kecantikan.


"Aku tahu aku cantik," ucapnya dengan percaya diri. Pada dasarnya Dela memang telah memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Ia ingin lebih dari wanita lain. Ia ingin diakui lebih dibandingkan yang lainnya.

__ADS_1


"Wih... Nyonya Davin ya beda, Bro!" ujar Viko. Dela semakin tersenyum angkuh. Nyatanya ucapan Viko bagaikan pupuk yang ditabur untuk tanaman. Sangatlah menyuburkan.


"Mentang–mentang punya istri sekarang istrinya dibawa ke mana–mana," sindir Taka. Ada rasa iri terselip di dalam hatinya. Jujur ia ingin memiliki pasangan. Namun ia takut untuk sakit hati karena bermain.


"Iri bilang Bos!" ledek Viko dengan tawa renyahnya.


"Kau kenapa sih dari tadi sensi sama aku?" keluh Taka. Ia merasa dari tadi Viko selalu menyindirnya. Rupanya suasana hati Taka yang memburuk membuatnya mudah tersinggung.


"Astaga yang sensi itu dirimu. Kau itu kenapa?" tanya Viko heran. Sedari tadi Taka sensi padanya. Padahal hal itu selalu ia lakukan jika bersama dengan Taka.


"Ada yang salah nih dengan ni bocah!" gumam Viko dalam hatinya. Ia menggelengkan kepalanya ringan. Sedangkan Taka berdecak kesal dengan wajah malasnya. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain.


"Kalian kenapa sih? Kalian cowok woii! Pada lembek amat jadi cowok! Gitu aja ngambekan!" ledek Davin.


"Sudahlah. Malam ini kita bersenang–senang! Aku traktir kalian semua!" Davin mengangkat gelasnya. Semuanya turut mengangkat gelas yang mereka bawa di tangan. Mau tak mau Taka yang semula bersungut–sungut pun turut mengangkat cawannya.


"Cheers"


Mereka menyuarakan semuanya itu serentak. Begitupun juga dengan Dela.


🍂


Saat Runi ingin membersihkan diri, tiba–tiba gawainya berbunyi. Ada sebuah panggilan masuk di sana. Ia mengangkat gawainya.


"Dari nomor yang tak dikenal. Siapa dia?" gumamnya sendiri.


Runi menekan tombol hijau di sana. Ia mengangkat panggilan itu. Ia juga penasaran dengan siapa penelpon itu.


"Ha–" sapanya pada orang di sebrang sana terpotong karena orang di sebrang sana langsung memotong perkataan Runi.


"Besok adalah waktunya. Kamu harus menemani saya pergi ke pesta pernikahan teman saya. Harus dan tidak ada kata penolakan!" ucap orang di sebrang sana memberikan ultimatum.


Runi ternganga mendengar perkataan dari seorang pria itu. Dari ucapannya ia tahu bahwa pria itu adalah Adam. Hanya Adam yang mengajaknya ke pesta pernikahan orang di saat–saat ini.

__ADS_1


"Ke–"


Lagi–lagi ucapan Runi terpotong. Padahal ia heran, kenapa bisa Adam bisa mengetahui nomornya.


"Tidak usah banyak tanya. Besok akan saya jemput. Kamu bersiap aja dari pagi!"


"Ta–"


Tut tut tut


Ucapan Runi terpotong lagi. Lawan bicara nya telah memutuskan panggilan itu secara sepihak. Ia menahan kesal yang luar biasa karena ulah Adam. Ia menatap gawainya dengan genggaman yang erat.


Runi menghela napas dalam.


"Tapi kenapa harus aku? Dasar atasan gelo!" umpatnya pada gawai yang ia pegang. Ia menumpahkan keluh kesahnya karena ucapannya terpotong dan tak tersampaikan.


"Aaarrgghh ..." teriak Runi tertahan ketika mengingat ulah Adam petang tadi.


"Dasar atasan gelo! Memang aku apaan? Main diajak ke pesta nikahan orang! Dasar! Ngaku aja kalau jones, makanya mengajakku pergi ke sana!"


"Hah .... iri bilang Bos!" ledek Runi kesal. Runi berpikir bahwa Adam iri dengan temannya yang menikah itu. Maka dari itu Adam ingin membawa Runi menghadiri acara itu untuk menutupi gengsinya Adam.


Runi kesal. Ia geram, kenapa harus dia yang menemani Adam. Kenapa tidak wanita lain saja. Pertanyaan–pertanyaan itu memenuhi pikirannya.


"Mana main jemput lagi? Jamnya saja tidak jelas! Dasar gelo!!!" umpatnya lagi.


"Aaarrghh! Bodo amat! Aku mau tidur!"


Runi mulai memejamkan matanya dengan kondisi hati yang kesal. Ia menarik selimutnya sampai menutup kepala. Lambat laun ia pun terlelap dalam alam mimpi.


🍂


//

__ADS_1


Happy reading guys,


Jangan lupa bahagia 💕💕


__ADS_2