Pengantin CEO Yang Tertukar

Pengantin CEO Yang Tertukar
142. Menyerah? (Awal)


__ADS_3

"Wow akhirnya, Briel menyerah juga dan saat ini, ia akan kembali lagi dalam jangkauanku," gumam Ayu tatkala ia mulai memasuki gedung tinggi itu.


Yeahh, hari itu Briel memintanya datang ke perusahaan Briel dengan permintaaan yang baik–baik tanpa ada keterpaksaan dari Briel. Semula ia tak percaya. Namun itulah Ayu. Permintaan Briel yang begitu meyakinkannya membuatnya datang ke sana dengan hati yang berbunga–bunga bukan main.


Ayu merapikan anak rambut yang sedikit berantakan. Tubuh yang berbalut mini dress itu pun ia amati kembali. Bahkan mengeluarkan cermin dari dalam tas jinjing mewahnya tak ketinggalan pula sebelum ia masuk ke dalam ruangan.


"Aku memang cantik dan manis," pujinya sendiri ketika riasan wajah itu terpoles sempurna oleh make up yang ia kenakan. Ketika pintu itu terbuka, ia mulai berjalan layaknya model yang memulai aksinya di atas panggung. Senyum manis menggoda terlukis jelas di wajah cantik poloa itu.


"Selamat pagi kesayangan," ucap Ayu saat ia melihat Briel duduk di sana menantinya.


"Selamat datang Ayu."


Briel menghampiri Ayu. Bahkan ia merangkul pundak Ayu dari samping.


"Duduklah di sini. Temani aku untuk hari ini ya," pinta Briel dengan senyum yang mengembang di wajah tampan itu.


Senyum sumringah terlihat jelas di paras ayu itu. Ayu tak pandai menyembunyikan apa yang ia rasakan saat itu juga. "Dengan senang hati kesayangan," ujarnya.


"Aku akan keluar sebentar. Jangan pergi sebelum aku kembali," pinta Briel dengan halus.


Ayu menuruti apa yang Briel pinta. Briel pun pergi meninggalkan Ayu sendirian di ruangan itu.


Manik jernih itu mulai mengedarkan tatapannya ke seluruh penjuru ruangan. Rapi, luas, dan elegan. Itulah ruangan Briel. Kaki jenjang itu mulai bergerak menuju ke sebuah jas yang menggantung di gantungan itu. Ia meraih jas itu dan mencium aroma parfum Briel yang tertinggal di jas itu.


"Hemm … harum," gumamnya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, datanglah Adam bersama dengan seorang pria yang sangat familiar dengannya. Ayu menyipitkan matanya.


"Abang? Ada apa Abang datang ke sini?" tanya Ayu dengan polosnya.


"Ck! Diamlah. Jangan banyak bertanya," sahut Davin. Ia tak suka ditanya–tanya oleh adiknya itu dalam hal apapun.


"Ck! Apaan sih Bang. Cuma tanya juga. Sensi sekali kau Bang," ucap Ayu dengan wajah cemberut menggemaskannya namun terlihat sangat menyebalkan di mata Davin.


"Silahkan duduk."


Briel yang baru saja datang, mempersilahkan mereka semua duduk di satu set sofa dalam ruang Briel itu. Ayu yang merasa tak penting di sana ingin pergi dari sana.


"Mau kemana?" tanya Briel.


"Mau keluar."


Ayu berpikir sejenak. "Apa tidak mengganggu?"


"Tidak dong."


"Baiklah kalau kamu memaksa," putus Ayu tersipu malu. Ia kembali ke tempat di mana ia duduk semula.


"Hahaha ... Begitu saja kau sudah menyerah Bri!" ejek Davin dalam batinnya melihat interaksi adiknya dengan Briel. Senyum miring nan simpul terlihat samar di wajahnya. Sebab selama beberapa hari ini, ia mengamati gerak–gerik Briel mulai dari waktu Gea pergi meninggalkan Briel.


Tak menunggu waktu lama, Adam memulai meeting pagi itu. Ia mengambil berkas–berkas yang berhubungan dengan proyek yang mereka kerjakan bersama. Mereka membahas tentang masalah yang terjadi pada proyek yang nereka kerjakan itu.

__ADS_1


Adam juga mulai mempresentasikan perhitungan–perhitungan kemungkinan yang dibutuhkan dan yang akan terjadi nanti. Proyek itu telah mencapai 70% penyelesaian. Adam menjadikan layar putih berbentuk kotak itu sebagai media penampilan dari LCD yang ia gunakan.


Hingga di layar itu menampilkan suatu hal yang membuat Davin membeliakkan matanya. Rahangnya mengeras. Tangannya mengepal.


"Damn it!" umpatnya dalam hati.


Adam dan Briel menyunggingkan senyum miringnya. Sementara Ayu yang tak mengerti apa–apa bertanya dalam diam.


🍂


//


Hai semua, sembari menunggu asa up, bisa mampir dulu di karya baru dari author kece 🤗



Dan jangan lupa mampirin karya kami dalam novel bawah ini 😉



sekian terimakasih 😃


🍂


//

__ADS_1


Happy reading,


Jangan lupa bahagia 💕💕


__ADS_2