Pengantin CEO Yang Tertukar

Pengantin CEO Yang Tertukar
132. Hem (Sindiran Keras)


__ADS_3

Sampailah mereka di sebuah restoran bintang 5. Desain luar restoran itu terlihat begitu elegan. Simple, mewah dan terlihat wah.


"Mari Tuan Putri," ucap Briel yang tengah membukakan pintu mobil sembari mengulurkan tangannya. Badannya yang tegap, bagaikan seorang pangeran yang tengah membantu permaisurinya turun dari kuda yang gagah.


Gea menyunggingkan senyumannya sembari menggeleng ringan.


"Hem …. Ada–ada saja si Bayang," gumamnya dalam hati. Namun matanya berbinar menatap Briel.


Gea meraih uluran tangan Briel.


"Terimakasih Pangeranku," ucap Gea manis. Mereka saling melempar senyum terindah yang bisa mereka ukirkan.


Suara pintu mobil tertutup pun terdengar. Mereka berjalan masuk. Gea menggandeng mesra lengan Briel. Perut Gea yang masih rata tak memperlihatkan bahwa ia berbadan 2. Mereka tampak begitu serasi. Jarak usia yang terbilang cukup jauh tak menjadikan mereka berbeda. Mereka terlihat begitu serasi.


Mereka menuju ke tempat di mana mereka telah memesan meja. Mereka telah datang terlebih dahulu dibanding dengan Davin dan Dela, pasangan partner bisnis Briel.


"Bayang, aku ke toilet dulu ya," ijin Gea.


Briel mengangguk. "Mau aku temani?" tawarnya.


Gea menggeleng sembari tersenyum. "Tak usah Bayang. Aku bisa sendiri kok," tolak Gea halus.


"Yakin?"


"Iya Bayang. Nanti siapa yang mau menunggu mereka kalau Bayang ikut aku. Aku juga bukan anak kecil kali, yang kemana–mana harus dijagain," ucap Gea.


Diam–diam Briel menghela napas dalam. "Bilangnya bukan anak kecil yang harus dijagain, tapi nyatanya beberapa kali nyawamu dalam bahaya Geyang," gerutu Briel dalam hati.


"Baiklah. Segera kembali," titah Briel.


"Heem bawel!" ucap Gea sembari berlalu. Perhatian Briel adalah kebahagiaan tersendiri baginya. Briel selalu bisa menjadi alasannya untuk tersenyum.


Briel menekan alat kecil di telinganya. "Awasi kemanapun dia pergi," ucapnya di seberang sana.


🍂


Berdiri di depan cermin, adalah hal yang Gea lakukan saat ini. Ia menatap dirinya sendiri.


"Sekarang adalah waktunya."


Gea bermonolog dengan dirinya sendiri. Hari ini, ia dan Briel akan mengungkap siapa mereka di depan Davin dan juga Dela. Itulah sebabnya Gea masih menyamar menjadi cleaning service di perusahaan suaminya sendiri. Ia tak mau Davin mengetahui sebelum waktunya, atau hal yang sangat buruk bisa saja terjadi, mengingat beberapa waktu lalu Gea diculik oleh Davin.


Waktu itu pula, Briel melarang semua karyawan untuk membocorkan identitas Gea pada pengunjung maupun rekan bisnis Briel.


Gea menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Ayo Gea. Kita kembali ke sana dan tunjukkan pada mereka, siapa kamu sebenarnya."


Gea berjalan menuju di mana Briel berada. Dari kejauhan, Gea melihat Davin dan juga Dela berbincang ringan dengan Briel.


🍂


"Loh kok sendirian Tuan Briel. Dimanakah istri Anda?"

__ADS_1


Suara Davin itu terdengar sopan dan masih cukup jelas dari tempat ia berdiri. Gea berjalan kembali.


"Bayang,"


Belum sempat Briel membuka mulut dimana istrinya, Gea telah datang dengan langkah yang tegas dan anggun. Kemunculan Gea membuat Davin terperangah. Ia menatap keadaan ini tak percaya.


"Tidak mungkin kalau Gea istri Briel!" sangkalnya dalam hati. Davin menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Bahkan ia menolak untuk percaya. Gea yang sekarang adalah Gea yang berkelas dan sangat elegan. Berbeda sekali dengan Gea yang dulu bersamanya.


Apalagi Dela. Dia terlihat begitu terkejut. Bahkan batinnya iri dengan apa yang Gea punyai.


"Wah wah wah ... tak bisa dibiarkan. Tidak mungkin kan istri pria tajir ini dia? Jangan–jangan dia hanya istri bayaran semata!" gumam Dela dalam hatinya. Ia menyangkal kemungkinan kenyataan yang akan ia ketahui.


Briel melihat ke arah Davin. "Dasar pria tak tahu diri!" gumam Briel dalam hati. Ia geram saat melihat tatapan mata Davin yang seakan tak mau lepas dari sosok istrinya. "Menyesal kan telah melepas berlian demi emas semata?" gumamnya lagi sembari tersenyum miring.


"Ehem!" Briel berdeham keras untuk menyadarkan tatapan Davin yang mendamba istrinya.


Davin langsung membenarkan jasnya kembali.


Briel berdiri, kemudian menarik pinggang Gea. "Perkenalkan, ini Gea, Gea Agatha, istri saya."


Briel memperkenalkan Gea dengan bangganya. Ia tersenyum miring melihat ekspresi sepasang suami istri yang ada di depannya, tertegun melihat Gea adalah istrinya. Ucapannya memperjelas apa yang ada di pikiran mereka.


Gea mengukir senyum merekahnya. Akhirnya ia bisa menunjukkan siapa dirinya dan melihat betapa terkejutnya mereka berdua.


"Ahh harusnya saya tidak perlu memperkenalkan istri saya ya, kalian sudah kenal pula dengan istriku," sindir Briel keras.


Davin dan Dela tersenyum terpaksa.


"Ha! Pantas saja Gea tak bisa aku usik. Ternyata dia adalah orang dibalik ini semua. Tunggulah saatnya," gumam Davin dalam hati. Tangannya yang ada di bawah meja, mengepal keras. Rasa benci mulai tumbuh, yang mendorongnya untuk merencanakan sesuatu untuk mewujudkan obsesi cintanya pada Gea.


"Sialan! Kenapa dia selalu lebih unggul dariku?!" geramnya dalam hati. Sedari dulu, ia selalu iri dengan apa yang Gea miliki. Dan hal itu tidak bisa ia miliki.


"Wahh … seperti reuni ya kalian," sindir Briel keras. Ia ingin membuat Davin dan juga Dela naik darah. Dan mereka berdua hanya bisa mengepalkan tangan di bawah meja.


"Hehehe,"


Lagi–lagi mereka berdua tak bisa berkutik.


"Kemarin, saya bertemu dengan rekan bisnis saya yang lain. Beliau kemarin bercerita. Rekan bisnisnya ingin memberinya ikan. Beliau harus memilih di antara 2 ikan yang akan diberikan kepadanya." Briel mulai bercerita.


Briel menyuapkan sepotong daging ke dalam mulitnya.


"Ikan itu adalah peppermint angelfish dan platinum arowana. Tapi beliau menyesal. Karena beliau telah salah memilih ikan. Beliau tertipu dengan tampilan ikan yang disuguhkan padanya. Ia lebih memilih ikan jenis peppermint angelfish dibandingkan dengan platinum arowana."


Briel menjeda kalimatnya. Ia berhenti untuk minum sejenak.


"Tampilan luar peppermint angelfish memang lebih menarik dibandingkan platinum arowana. Namun ketika dilihat lebih lama, platinum arowana lebih elegan. Bahkan ikan itu lebih bernilai dan berharga mahal. Harganya mencapai milyaran rupiah. Ikan itu juga dipercaya mendatangkan kemakmuran dan juga keberuntungan bagi siapa saja yang memilikinya. Sayang sekali, beliau melepaskan hanya demi ikan yang tampilannya saja terlihat wah," lanjutnya lagi.


"Dan aku beruntung mendapatkan platinum arowana itu," lanjut Briel dalam hati.


"Wahh beliau sangat rugi," ucap Davin menanggapi Briel.


"Sudah dipastikan sangat menyesal. Ibarat beliau melepas berlian langka hanya demi emas semata."

__ADS_1


"Sialan!" umpat Davin dalam hati. Ia sangat tersinggung dengan ucapan Briel. Briel tersenyum sinis namun tipis, hingga lawan bicaranya tak menyadari senyuman itu.


"Hem... Tuan Davin, menurut Anda, apa yang akan Anda lakukan jika ada seorang pengkhianat di perusahaan Anda?" tanya Briel tiba–tiba.


"Pengkhianat? Saya akan memusnahkannya."


"Wow ... Iya kah? Hem kalau begitu, sepertinya itu hal yang harus saya lakukan," ucap Briel. "Terimakasih atas sarannya Tuan Davin," lanjutnya lagi sembari tersenyum miring, bahkan melirik Davin sekilas.


"Sama–sama Tuan," balas Davin.


"Sialan. Dia mulai menyinggungku. Sepertinya aku harus bertindak secepat mungkin." tekad Davin dalam hati.


Sedangkan Dela dan Gea saling melemparkan tatapan. Dela menatap Gea dengan kebencian penuh di dalam dirinya.


Mereka melanjutkan dinner mereka tanpa ada kehangatan sedikitpun. Yang ada adalah hawa panas di antara mereka.


🍂


"Astaga … apakah benar apa yang kulihat? Apakah ini nyata atau sekadar mimpi buruk? Tidak mungkin kan seperti ini?"


Ucap seseorang yang terkejut saat melihat mereka berempat berjalan menuju parkiran mobil. Hatinya teriris bahkan matanya mulai memanas.


.


.


Nahloh siapa itu 🤭🤭


.


.


heeih maaf ya, othornya akhir–akhir ini oleng. Jadi updatenya selooowwww buanget 😭😭🙏🙏


🍂


//


Ini dia ikannya. Maaf ya mbah, pinjem ikannya dulu. Gratis kan? 😂😂🤭



Peppermint Angelfish



Platinum Arowana


Menurut kalian, ikan mana yang lebih cantik?


🍂


//

__ADS_1


Happy reading gaess


Jangan lupa bahagia 💕💕


__ADS_2