
Sudah seminggu sejak kejadian Ayu dinyatakan hilang. Rumah Keluarga Angkara sangatlah sepi. Hanya Selly yang tersisa di rumah itu. Selama itu pula, tak mengetahui kabar Davin ataupun Kemal. Jangankan kabar. Selama itu pula, Selly belum sekalipun juga mengunjungi Davin ke jeruji besi.
Tatapan matanya itu kosong. Tak ada gairah untuknya hidup lagi. Ia begitu mencintai keluarga kecilnya, namun sekarang keluarga kecil itu hancur.
"Nyonya, makanlah terlebih dahulu. Sudah sejak pagi Nyonya belum makan sedikitpun," ucap salah satu asisten rumah tangganya. Ucapannya sangat hati–hati. Ia tak ingin memperburuk suasana hati majikannya itu dengan kesalahan yang bahkan bisa dibilang kecil. Ia membawa sebuah nampan dengan sepiring nasi dan segelas air putih di atasnya.
"Nanti saja Bi. Letakkan makanannya di atas meja saja," titah Selly tanpa sedikitpun melihat ke arahnya.
"Baik Nyonya."
Ia meletakan semuanya di sana. Tak berlama–lama lagi, ia pergi meninggalkan Selly sendirian di kamar, tak ingin mengganggu waktu menyendiri majikannya walau ia sendiri takut terjadi sesuatu pada Selly yang keadaan hatinya tengah begitu buruk.
Sementara itu di dalam jeruji besi, Davin duduk bersandar di dinding. Tatapan matanya tajam, layaknya bilah pisau yang sewaktu–waktu bisa menusuk. Tak ada pergerakkan berarti yang ia lakukan.
Anehnya tak ada sedikitpun kekhawatiran di raut wajah itu. Ia terlihat tenang namun mengerikan. Tak ada kawan senasib sepenanggungan yang berani mengganggu Davin. Karena terakhir kali ada yang mengganggu, tangannya patah karena ulah Davin. Mereka memilih untuk mencari aman dari pada nyawa mereka hilang dalam sekejab.
"Saudara Davin, ada yang ingin bertemu dengan Anda," ucap salah satu polisi di sana. Ia membukakan pintu sel untuk Davin.
Tanpa basa–basi, Davin ke luar menemui orang itu. Seulas senyum licik itu terbit. Senyum itu begitu tipis hingga tak ada yang menyadarinya.
__ADS_1
"Semua sudah beres Tuan," ucapnya setengah berbisik kala Davin duduk di hadapannya.
"Jangan panggil aku "tuan"!" ucap Davin tertahan. Sorot matanya begitu tajam. Ia tak ingin pihak kepolisian curiga dengan anak buahnya itu. Anak buah Davin mengangguk ringan.
"Vin bagaimana kabarmu?" tanyanya basa–basi agar tak terlihat mencurigakan. Mereka melakukan obrolan ringan dengan selipan pembahasan rahasia yang hanya diketahui oleh mereka berdua.
"Waktu telah habis," ucap salah satu polisi itu. Ia meminta Davin agar kembali ke sel tahanan.
Senyum simpul Davin lemparkan pada anak buahnya itu. Sang anak buah sedikit membungkukkan badannya. Ia pun berlanjut acting mengikat tali sepatu yang sebelumnya telah sengaja ia lepas. Sungguh permainan yang epik. Tak ada satupun dari mereka yang mencurigai baik Davin ataupun anak buahnya.
🍂
Mobil itu saling berkejar–kejaran tanpa henti. Jalanan yang berkelok, membuat sang lengejar kesulitan untuk meenghadang mobil itu. Hingga mobil yang ada di depan itu menabrak sebuah pembatas jalan yang membuat mobil itu ringsek.
Asap mengepul dari bagian depan mobil itu. Orang–orang yang mengemudikan mobil bersirene itu pun lekas keluar dan melihat apa yang terjadi. Betapa terkejutnya mereka melihat pengemudi mobil itu tak sadarkan diri. Pengemudi itu bersandar pada stir kemudi. Darah segar terus mengalir deras dari kepala, hidung, dan mulutnya.
Mereka segera memanggil ambulan untuk segera membawa orang itu ke rumah sakit, berharap nyawanya masih bisa tertolong. Namun betapa terkejutnya mereka kala mengecek napas dari orang itu. Tak ada sedikitpun hembusan nafas yang terasa di ujung jari mereka. Dia dinyatakan meninggal di tempat.
"Bagaimana?" tanya satu kepada yang lain.
__ADS_1
Yang mengecek kondisinya menggeleng lemah.
"Baiklah kita evakuasi bersama tim medis nantinya," putusnya. Lantas ia mengambil alat komunikasi di sebuah dompet kecil yang ia gantungkan di celananya.
"Komandan, buronan mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Sekian laporan saya terimakasih."
Salah satu dari mereka memberikan informasi kepada atasan mereka mengenai kejadian pada saat ini. Tak lama pun ambulan datang. Mereka segera mengevakuasi kejadian itu.
🍂
😃
🍂
//
Happy reading gaess,
Jangan lupa bahagia💕💕
__ADS_1