Pengantin CEO Yang Tertukar

Pengantin CEO Yang Tertukar
34. Rahasia Keluarga Davin


__ADS_3

Brak


Briel membuka pintu apartemennya dengan kasar. Ia berjalan ke seluruh penjuru ruangan apartemen, namun Gea tak kunjung ia temukan di sana. Langkahnya yang tergesa membuat napasnya tersengal–sengal.


"Kemanakah dia? Haiisst … sial!"


Briel berkacak pinggang. Ia mengedarkan pandangannya untuk memastikan keberadaan Gea lagi. Sampai ia teringat bahwa masih ada satu ruangan yang belum ia cek. Yap benar, kamar Briel.


Briel berjalan menuju kamarnya. Betapa leganya dirinya ketika ia melihat seorang wanita cantik tengah terbaring di sofa. Briel meraih remot untuk mematikan televisi yang masih menyala. Dengan perlahan, ia berjalan mendekat ke sofa itu. Ia tidak mau membangunkan Gea.


Briel menilik wajah Gea. Sejumlah rambut menutupi wajah Gea. Briel menyibakkan rambut itu dengan perlahan namun pasti. Di pandanginya wajah cantik Gea. Mata yang terlihat indah, walau maniknya tertutup oleh kelopak mata yang terpejam. Bulu mata yang lentik, hidung mungil nan runcing, dengan bibir tipis yang ranum.


Namun, Briel menemukan suatu kekurangan. Wajah cantik itu terlihat sembab. Rasa iba menelusup di dalam relung hatinya. Rasa bersalah terhadap wanita yang kini telah berganti status menjadi istrinya, menyergapnya tanpa ampun.


"I'm sorry …"


Hanya itu kata yang terucap dari bibirnya. Sungguh, ia menyesal tak mendengarkan penjelasan Gea. Bahkan ia menjadikan Gea korban yang tak disengaja dengan menyeretnya ke pelaminan.


"Bagaimana jika calon suami yang ia idam–idamkan tengah menunggunya di sana? "


Menemukan Gea dengan memakai gaun pengantin membuat sekelebat pertanyaan itu terbesit di dalam hatinya. Namun, ia segera menepisnya agar over thinking tak berkuasa.


Briel mengangkat tubuh Gea. Ia memindahkan Gea ke ranjang miliknya agar Gea tak kesakitan karena terlalu lama tidur di sofa. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh Gea.


Briel berjalan menuju balkon. Ia duduk di sebuah kursi panjang yang menghadap ke arah di mana sang surya meredupkan sinarnya. Ia merenungkan segala sesuatu yang baru saja terjadi. Langit jingga dikala senja itu, menjadi saksi bisu kegamangannya. Namun, mau tak mau harus ia terima. Nasi telah menjadi bubur.


🍂


"Daddy, Mommy …! "


Davin memanggil kedua orang tuanya.


"Ada apa sih Vin? Malam–malam baru pulang sudah teriak–teriak!" omel Selly yang menghampiri Davin.


"Tahu nih Mom, Abang! Ada apa sih, Bang?" Ayu heran kenapa Davin seperti itu. Tidak biasanya Davin langsung memanggil Kemal dan Selly ketika sampai di rumah.


Davin mengulas senyum simpul. "Kenapa? Tidak bolehkah?"

__ADS_1


"Aneh aja Bang. Kan biasanya Abang bodo amat!"


"Biar beda aja," ucap Davin kemudian tertawa.


"Ada–ada aja kamu Vin." Selly menggeleng pelan karena heran dengan sikap Davin yang melenceng dari biasanya.


"Mom, Daddy kemana?"


"Ada tuh di ruang kerjanya."


"Oke, Mom. Thanks."


"Aaaakh Abang ...!" teriak Ayu tatkala Davin menarik ringan rambut Ayu. Davin hanya menjulurkan lidahnya. Ayu memanyunkan bibirnya. Mukanya cemberut kesal. Davin tertawa sambil berjalan menghampiri Selly. Ia mencium pipi Selly kemudian berlalu menuju ke ruang kerja daddynya.


Davin berjalan santai tatkala memasuki ruang kerja Kemal. Ia melihat Kemal tengah sibuk berkutat dengan berkas–berkas yang cukup banyak.


"Ada apa, Vin? Tumben cari daddy?"


Kemal menyadari kehadiran Davin di sana. Ia hanya menoleh sekilas.


"Wah Daddy tahu saja kalau aku ada perlu sama Daddy," ucap Davin sambil tersenyum.


Davin mengamati Kemal yang disibukan dengan dokumen–dokumen itu. "Tumben Dad menyelesaikan kerjaan kantor di rumah?"


Davin mengetahui bahwa biasanya Kemal akan memilih menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Bahkan Kemal rela kalaupun harus lembur. Bagaimana tidak rela? Di kantor kemal memiliki partner affair yang tak lain adalah sekretarisnya sendiri. Sekretarisnya itu selalu siap memuaskan batin Kemal kapanpun Kemal membutuhkannya.


Lalu bagaimana dengan Selly istrinya?


Selly sama saja dengan Kemal. Kerap kali ia bermain dengan pria yang sudah ia sewa khusus untuknya. Kemal dan Selly memang saling mencintai. Namun karena kegilaan mereka, mereka sepakat untuk melakukan hal gila itu setelah mereka mempunyai dua anak. Dan rahasia itu telah diketahui oleh Davin, putra mereka yang kebetulan juga memiliki sifat yang sama bejatnya.


Davin mengetahui fakta itu tatkala dulu ia berkunjung ke kantor daddynya. Saat itu Kemal terciduk melakukan hal itu dengan bawahannya. Dari situ Davin mengetahui fakta itu. Responnyapun biasa saja karena ia sudah menjadi player bahkan sebelum kejadian itu. Hanya Ayu yang tidak mengetahuinya. Fakta itu masih tertutup rapat. Mereka juga berusaha agar perbuatan mereka tidak tercium publik.


Kemal tertawa. "Baru malas Vin. Pengin gantian sama Mommymu dulu."


"Kalian benar–benar gila!" Davin tak habis pikir dengan kesepakatan kedua orang tuanya yang terbilang sangat gila untuk pasangan suami istri.


"Ya, kami gila dan kami sepakat."

__ADS_1


"Oke–oke Dad." Davin tertawa.


"Baiklah Dad ...." Davin membenarkan posisi duduknya. "Dad, rencanaku berhasil."


Davin tersenyum licik. Rencananya memang berhasil, bahkan ia mampu mendayung dua rencana sekaligus dalam sekali dayung. Bagaimana tidak, ia berhasil membalaskan dendamnya pada Gea karena merasa harga dirinya diinjak–injak dan dalam waktu itu juga, Davin berhasil menikahi seorang anak kolongmerat yang diprediksi sangat menguntungkan untuk kemajuan perusahaannya. Yeah ... walaupun, sampai sekarang juga ia belum bisa menemukan fakta siapa Gea sebenarnya.


Kemal menghentikan aktivitasnya. Ia beranjak menghampiri Davin sambil tertawa.


"Hebat Vin, hebat! Daddy gak nyangka. Ternyata kau menuruni kecerdasan daddy!" Kemal menepuk pundak Davin. Ia sangat bangga dengan Davin.


"Iyalah Dad. Yeahh, walaupun, kebejatanmu juga ikut menurun."


"Tapi, menjadi bejat itu menyenangkan kan?"


"Alright! "


Mereka tertawa bersama. Kemal memang telah mengetahui rencana Davin untuk hari ini. Oleh karena itu, ia tak melarang Davin tatkala Davin memilih untuk pergi di hari pernikahan adiknya. Ia bahkan mendukungnya.


"Terus kenapa Ayu bisa gagal nikah Dad?" tanya Davin. Ia penasaran kenapa bisa sebuah pernikahan bisa dibatalkan. Kecuali jika salah satu mempelai seperti dirinya. Kemalpun menceritakan semua hal yang terjadi.


🍂


//


Makasih semua sudah baca sampai sejauh ini. Terimakasih udah support Asa, terimakasih sudah berikan masukan baik kritik maupun saran. Asa gak bisa sebutkan satu persatu karena kalian semua sama–sama telah mendukung Asa.


Terimakasih. Tanpa kalian, cerita yg walaupun masih amatiran ini bukanlah apa–apa 🤗🙏


Oh iya semua, sambil menunggu Asa up, bisa mampir dulu ke novel warr biasahh karya dari author keceee, kakak–kakak online Asa 🤗🤗




🍂


//

__ADS_1


Happy reading guys


Jangan lupa bahagia 💕💕


__ADS_2