Pengantin CEO Yang Tertukar

Pengantin CEO Yang Tertukar
Kena Lagi Kena Lagi


__ADS_3

"Bubuu ... Di mana kamu, Bunda datang ..."


Bosan menunggu Briel, ia mencari hewan kesayangannya itu. Gea mengeluarkan bubu dari kandangnya. Ia mengangkat kucing oren itu dan menggendongnya menuju ke dapur.


Tak di sangka Bubu lepas dari gendongan Gea dan berlari. Gea hanya berjalan santai lantaran ia tahu, Bubu tak akan pernah bisa keluar apartemen.


Krompyang!!!


Bunyi itu terdengar. Gea pun lekas bergegas menuju ke dapur. Betapa terkejutnya ia melihat apa yang terjadi.


"Astaga ...." pekik Gea.


Gea melihat Bubu berada di sana sedangkan Briel yang sudah berada di atas kursi. Bubu yang tadi lepas dari gendongannya berlari menghampiri Briel yang tengah memasak, bergelung di kaki Briel. Hal itu membuat Briel panik dan berlari, hingga lupa jika tangannya memegang sebuah panci yang berisi minyak.


Semua minyak tumpah berceceran membasahi lantai. Sedangkan Briel kini telah berdiri di atas kursi, menghindari bersentuhan dengan Bubu.


Meong ... Meong ...


Suara kucing itu terdengar begitu girang dengan wajah dan mata yang berseri. Wajah kucing itu membuat Briel kesal bukan main.


"Ahhhh gila! Kenapa kau terlihat begitu senang melihatku seperti ini Cing?!" ucap Briel sedikit membentak kala melihat rupa Bubu. Bukannya takut, kucing itu malah berguling–guling manja di sana. Bahkan Bubu semakin mendekat ke kursi Briel, duduk tepat di samping kursi.


"Geyang ... please bawa Bubu pergi..." pinta Briel. Wajahnya memelas. Ia benar–bebar geli dengan hewan di depannya itu.


Gea yang sedari tadi memperhatikan Briel pun tertawa kecil melihat ekspresi wajah Briel yang ketakutan. Ia tak menyangka, badan sebesar itu bisa takut sama hewan sekecil itu.


"Hati–hati ... Di sana tadi banyak minyak," ucap Briel memperingatkan. Ia menunjuk lantai yang tertumpah minyak yang cukup banyak. Ia tak mau hal buruk terjadi pada istri dan anaknya lantaran Gea yang terjatuh karena lantai yang licin.


"Iya... "


Gea berjalan mengambil kucing itu dan membawanya dalam dekapannya. Briel pun menghela napas lega. Ia pun turun dari kursi.


"Lain kali jangan sembarangan lepas ku... WAAAAAAA!!!"


Briel kembali berteriak dan naik ke atas kursi kembali. Bahkan ucapannya pun terpotong begitu saja. Gelak tawa terdengar renyah dari Gea. Gea iseng mendekatkan Bubu tepat di depan Briel. Omelan Briel membuat kupingnya panas.


"Astaga Bayang ..." Gea berusaha meredam tawanya agar tak semakin menjadi.


Briel menatap Gea kesal. Tatapannya tak membuat Gea takut. Namun malah sebaliknyalah yang terjadi. Menurutnya Briel menjadi semakin menggemaskan di matanya.

__ADS_1


"Iya–iya aku bawa Bubu kembali ke kandang," ucap Gea dengan sisa tawa yang masih belum reda. Ia menjauh dari sana, membuat Briel mengelus dadanya lega.


Briel menatap dapurnya yang berantakan karena ulahnya. Minyak berceceran, panci ada di lantai, tepungnya pun tumpah juga. Lantainya begitu kotor. Jangan lupakan. Salahkan saja kucingnya!


"Astagaa lantainya," keluh Briel.


Tanpa Briel sadari, Gea sudah kembali dan berdiri di belakang Briel. Ia turut menatap keadaan dapur yang berantakan itu.


"Bayang ..." panggil Gea lirih. Rasa bersalah menyelinap masuk ke dalam diri Gea. Karena ulahnya, Briel ketakutan dan dapur menjadi berantakan. Masakannya pun gagal.


Sebuah helaan napas berat terdengar dari pada Briel. "Apa, hm?" Kalimat singkat itu terdengar begitu lembut.


"Maaf," ucapnya lirih namun tulus.


Deruan napas kembali terdengar di indra pendengaran Gea. Briel menghela napas. Ia berbalik menghadap pada Gea. Kedua tangannya menangkup kedua pipi Gea.


"Hei ... Kenapa malah minta maaf? Ini bukan salahmu, Sayang, tapi karena aku yang kurang berhati–hati."


Briel mencoba memberikan pengertian pada Gea. Ia tak ingin Gea merasa sangat bersalah seperti ini. Gea menatap Briel tepat pada matanya. Ia mencari kebenaran di sana. Dari sana Briel memberikan keyakinan lebih pada Gea. Seulas senyum pun mengembang di wajah Gea.


"Terimakasih,"


Briel mengangguk. Seulas senyum mengembang merekah di wajahnya. Ia membawa Gea dalam dekapannya. Tak di sangka, reaksi Gea sangat mengejutkan baginya. Karena kali ini, bukan sambutan yang begitu hangat, melainkan sebuah penolakan dari Gea akannya. Gea mendorong tubuh Briel kala saling mendekap untuk waktu yang singkat.


"Menyingkirlah Bayang ..." pinta Gea dengan menutup hidungnya dengan sebelah tangannya.


"Lah kenapa?"


"Abang bauk!" Tak ada sebutan sayang yang terlontar dari bibir Gea.


Briel mengerutkan dahinya. Ia bahkan bertanya akan apa yang salah dengan dirinya. Briel mengendus tubuhnya sendiri. Tak ada bau aneh yang tercium, malah aroma parfumnya yang menyegarkan penciumannya.


"Gak ada yang aneh, Gey," ungkap Briel. Ia kembali mendekat ke arah Gea. Namun Gea berjalan mundur dan mengarahkan tangannya ke depan, mengisyaratkan agar Briel berhenti.


"Kenapa Gey?" tanya Briel frustasi.


"Abang bauk! Aroma tubuh Abang membuatku mual."


Perkataan Gea sukses membuat rahangnya terjatuh, melongo seketika. Gea pun pergi meninggalkan Briel dengan segudang pertanyaan yang ada di kepala Briel. Wajahnya pun kesal. Gea tak tahan dengan aroma tubuh Briel.

__ADS_1


"Kena lagi kena lagi. Wanita hamil ternyata ajaib sekali." Briel menggeleng tak mengerti dengan tingkah Gea.


"Idih Bayang mengumpatiku!"


Tiba–tiba saja Gea berbalik. Hal itu membuat Briel gelagapan.


"Mana ada Yank," Briel berkilah.


"Mandi lagi sana dan jangan pakai parfum apapun!" Gea memberikan ultimatum. Mau tak mau Briel pun menuruti apa mau Gea.


Semenjak detik itu, Briel tak lagi menggunakan parfum kesayangannya. Bahkan untuk mandi saja ia hanya melakukannya sekali saja, di sore hari lantaran Gea yang memintanya, kecuali ada meeting penting. Namun selama semalaman pula, Briel akan tidur terpisah dengan Gea.


🍂


//


Hai hai semuaa 😃😃


makasih bagi yang masih setia menunggu upnya Briel dan Gea. Oh iya. maaf masih belum bisa sering up. Tapi perlahan upnya akan asa stabilkan lagi 🤗


Makasih semua 😘😘


🍂


//


Sambil menunggu novel ini up, kakak–kakak bisa mampir dulu di novel kakak–kakak online asa di bawah ini 🤗


ini masih baru gaess



Ini juga 🤗



🍂


//

__ADS_1


Happy reading gaess,


Jangan lupa bahagia 💕💕


__ADS_2