Pengantin CEO Yang Tertukar

Pengantin CEO Yang Tertukar
146. Apa ini (Keluarga Angkara)


__ADS_3

Ayu berlari dan masuk ke dalam mobil. Dalam mobil ia menangis sejadi–jadinya, tak peduli dengan usia dia yang tak lagi remaja. Bahkan ia menutup pintu mobil dengan keras, tak peduli pintu itu akan rusak atau pun tidak.


"HAAAAAA!!!" raung Ayu sembari memukul setir mobil kemudian menelungkupkan wajahnya di setir mobil.


"Kenyataan apa ini Tuhan?! Hiks...!" Butiran kristal meleleh tanpa henti.


Ayu sadar, seharusnya ia tak harus kecewa dengan semuanya ini. Untuk apa? Toh tak merugikannya. Namun tetap saja semua fakta itu sangat mengiris batinnya.


Emosi sudah sampai di ubun–ubun. Sedih, marah, kecewa, syok, semua rasa telah berbaur menjadi satu. Ayu mengendarai mobilnya menuju apartemen dengan kecepatan tinggi tanpa memperdulikan keselamatan nyawanya.


Sedangkan di dalam rumah, Kemal yang semula ingin mengejar Ayu pun mengurungkan niatnya. Dering panggilan masuk di gawainya terdengar. Ia meraih gawai yang ia letakkan di atas nakas.


"Halo!" sapanya ketus.


Kemal mendengarkan percakapan seseorang di seberang sana. Kemal membeliakan matanya. Wajah Kemal berangsur–angsur semakin memucat. Ada informasi yang membuatnya gelisah sekaligus takut.


"Apa?! Baiklah. Saya akan segera pergi."


Kemal segera mematikan ponselnya. Ia menyambar kemeja yang ada untuk ia gunakan. Tak peduli bagaimana bentuk kemeja itu.


"Kalian berdua pergilah!" usirnya pada kedua orang yang dekat namun asing itu. Mereka berdua tak masih terdiam di sana. Hingga suara bentakan Kemal membuat mereka pergi.


"PERGI!" teriak Kemal.


Sang pria hanya memutar bola matanya malas sedangkan sang wanita rahangnya mengeras menahan marah karena diusir seperti itu.


"Oke fine! Ayo kita pergi," ajaknya pada sang wanita. Mereka berdua pergi dari sana.


"Mau kemana Dad?" tanya Selly tak kalah panik. Ia juga kebingungan kenapa Kemal seperti itu. Ia tak tahu apa yang sebenarnya terjadi. "Ada apa ini? Kenapa Daddy seperti itu?" tanyanya kemudian.

__ADS_1


"Arrrgh!" erang Kemal frustasi. Ia menjambak rambutnya sendiri.


"Kacau semua kacau. Daddy harus segera pergi. Polisi telah mengetahui apa yang daddy sama Davin lakukan. Dan sekarang Davib telah ditangkap dan aku adalah buronan. Daddy harus segera pergi," ucapnya sembari memasukkan beberapa baju ke dalam koper.


Sedangkan Selly mulai gelisah dan takut pula.


"Terus mommy bagaimana Dad?"


"Mommy tetaplah di sini. Tunggu Ayu kembali. Kalau ada polisi yang bertanya, bilanglah Mommy tak tahu. Semua rekaman CCTV sudah aku rusak. Tak ada barang bukti lagi di sini. Bye Mom."


Kemal mengecup sekilas bibir Selly kemudian pergi meninggalkan rumah itu. Sedangkan Selly menangis tersedu karena kejadian tak terduga di hari itu, menatap suaminya yang telah berlalu.


"Aku tidak boleh begini. Atau Kemal akan tertangkap!"


Selly mengusap kasar air matanya. Ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan sisa tangisnta agar tak kelihatan, berusaha menyembunyikan fakta.


🍂


"Sudah selesai."


Dengan menarik kopernya, ia berjalan tanpa ada gairah yang ada. Ia berjalan dengan lunglai. Ia meletakkan kopernya di bagasi belakang.


Glèk


Pintu bagasi tertutup. Ayu pergi mengendarai mobilnya. Tak lupa ia menyalakan musik agar suasana dalam mobil tak begitu sedih dan membosankan. Jalan berkelok menjadi warna dan pohon–pohon rindang menjadi penghantar sepanjang jalan. Jurang–jurang di kanan dan kiri dengan pagar pembatas terlihat dalam dan menyeramkan, membuat siapa saja harus berhati–hati kala melewatinya.


Kali ini, Ayu mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, namun tatapannya kosong. Ia hanya menatap lurus pada jalan.


"AAAAAAA!!!"

__ADS_1


Ayu yang tak begitu memperhatikan jalan telah salah mengendarai mobil dengan mengendarai mobilnya agak ke tengah jalan. Jalanan yang berkelok membuatnya tak begitu memperhatikan bahwa dari arah yang berlawanan ada sebuah truk pengangkut barang.


Ayu membanting stir. Mobil Ayu oleng tatkala menghindari tabrakan itu. Mobilnya menabrak pagar pembatas dan masuk ke dalam jurang. Sedangkan truk pengangkut barang itu hanya menabrak pagar pembatas saja.


🍂


//


Hai semua sambil nunggu asa up bisa mampir dulu ke karya2 dibawah ini 🤗





Dan juga karya colab para kodok aer 😂😭 (asa dan kak desy)



Sekian terimakasih 😘


🍂


//


Happy reading gaess


Jangan lupa bahagia 💕💕

__ADS_1


__ADS_2