Pengantin CEO Yang Tertukar

Pengantin CEO Yang Tertukar
Iri Bilang Bos!!


__ADS_3

Gea menatap satu persatu, apapun yang ada di sana. Pada akhirnya semua acara terlaksana. Gurat kelelahan itu telah terkalahkan oleh kelegaan yang sedari tadi merasuk perlahan ke dalam jiwanya.


Tanpa ia sadari, suaminya telah menatap dia dari samping. Ia memperhatikan wajah cantik istrinya. Briel tersenyum. Apa yang ia khawatirkan di hari itu, tidak terjadi. Malahan sekarang, ia khawatir lantaran melihat wajah Gea yang terlihat kelelahan.


"Heii ... Mau istirahat?" tanya Briel dengan penuh perhatian.


Gea menggeleng sembari mengulas senyum. "Tidak. Lagi pula kita belum menyapa mereka."


Briel mengernyitkan dahinya. "Menyapa mereka? Kamu yakin, Sayang?"


Briel terlihat begitu khawatir dengan kondisi Gea yang sudah hamil besar itu. Kekuatan fisiknya pasti tidak akan seprima seperti wanita pada umumnya. Bayi yang ada di rahimnya pasti membuat Gea tidak selincah wanita lain.


Gea mengangguk antusias, berusaha meyakinkan Briel dengan dirinya saat ini. "Yakin, Bayang ... Masak iya aku tidak mau menemui mereka. Aku juga ingin menyapa mereka," ucapnya dengan sedikit rayuan.


"Bukan begitu, Sayang. Bagaimana jika kamu semakin kelelahan?"


Gea mengerucutkan bibirnya. Hal itu membuat Briel menatap Gea gemas. Bahkan keinginannya untuk mengecup kembali bibir ranum itu kian menggebu. Bibir itu seakan melambai lambai pada dirinya.


Secepat kilat Briel mengecup bibir itu singkat. "Ah Bayaang!! Malu tauuk!" ucap Gea tertahan dengan penuh penekanan.


Walau tidak banyak yang memperhatikannya lantaran semua sibuk dengan membahagiakan perut mereka, tetap saja Gea malu. Pipi yang terpulas dengan blush itu pun terlihat semakin merona bak kepiting rebus.


Briel tertawa kecil. Tingkah Gea membuatnya ingin menciumi seluruh wajah Gea. Namun tidak untuk saat ini. Tidak mungkin ia mengumbar kemesraan berlebihan di sana.


"Uluh uluh uluhh ..." Briel menyembunyikan Gea di dalam dekapan erat yang ia lakukan untuk Gea.


"Eheeemm!!!"


"Yah mau minum?"


Tere menawarkan segelas minum yang ia bawa untuk suaminya. Mereka saling menatap satu sama lain. Yeah sepasang suami istri itu sengaja menggoda anak–anak mereka yang tanpa sadar pun telah mengumbar kemesraan di sana.


Seketika Briel dan Gea terkejut. Bahkan Gea berusaha melepaskan dekapan Briel namun Briel tidak mengijinkan dekapan erat itu terlepas begitu saja. Terpaksa, Gea pun tetap menuruti apa yang Briel mau.


"Aww, Yank"


Diam–diam jari jemari mungil Gea mencubit kecil perut Briel sebagai pelimpahan rasa kesalnya pada sang suami.

__ADS_1


"Ayaah ... Ternyata menantumu sadis sekali Bun. Kecil namun menyakitkan," adu Briel pada sang ayah.


"Lakukan terus saja Gea. Jan kasih ampun suamimu itu! Anak bunda memang menyebalkan dan pantas untuk dicubit."


Tidak ada pembelaan. Tere malah mendukung apa yang Gea lakukan. Hal itu membuat Gea merasa menang.


Frans mencondongkan tubuhnya ke arah Briel. "Hei Son ... Jangan pernah melawan para istri. Kamu lihat kan salah satu kekejaman mereka?" Frans berbisik di dekat telinga Briel. "Dan itu belum seberapa. Kamu akan melihatnya lebih, nanti setelah kalian hidup bersama beberapa tahun lamanya," ungkap Frans kemudian.


"Benarkah Yah?" ucap Briel tidak percaya.


"Iya ... Mengerikan pokoknya," ucap Frans sembari bergidik ngeri kala mengingat bagaimana dia dahulu tidak pernah bisa masuk kamar dan seakan hampir mati gegara menahan rindu.


Mereka berdua berbisik. Namun suara gumaman itu masih saja terdengar di telinga Tere maupun Gea.


"Eheemm!!!" Tere dan Gea memberikan kode peringatan keras untuk suami mereka masing masing. Seketika Frans dan Briel terdiam. Bahkan Frans terkesan salah tingkah.


"Aaa ... Itu caranya Son. Keperkasaanmu akan diuji." Frans mengalihkan pembicaraanya lantaran lirikan istrinya yang seakan ingin mencakarnya.


"Keperkasaan keperkasaan! Awas saja sampai kau melukai menantu dan calon cucuku..." Ancaman maut itu membuat Briel ciut.


"Dan Ayah juga! Sudah tua, Yah ... ingat umur!!"


"Hilih!!" Tere tidak percaya dengan apa yang suaminya ucapkan. "Ayo Ge, kita masuk, istirahat." Tere merangkul Gea lantas ingin membawa Gea kembali ke dalam Vila. Namun Gea menolaknya dengan halus.


"Bundaa ..." rengek Gea. "Aku masih ingin menyapa mereka."


"Ge, kamu harus istirahat. Kamu dah terlihat lelah loh."


"Bayang ..."


Tidak ada persetujuan dari Tere, Gea merengek pada Briel, meminta pembelaan pada Briel. Briel memejamkan matanya sebagai tanda persetujuan


"Sebentar saja Bun... Yaa?"


Tere menghela napas berat. "Oke. Tapi kamu jaga istri kamu. Sampai lecet, kamu yang bunda tuntut!" Tere mengacungkan jari telunjuknya pada Briel sebagai tanda peringatan. Ia begitu menyayangi menantunya itu.


"Yah ... Yang jadi anak Bunda, aku atau Gea sih?" adunya pada Frans. Frans hanya mengedikkan bahunya, bahkan memalingkan wajahnya. Ia tidak mau ikut campur dalam urusan anak dengan istrinya.

__ADS_1


"Sudah–sudah. Kami mau istirahat dulu. Ingat jaga istrimu!" Tere menekankan ucapannya.


"Siap ibu negara!"


🍂


"Ehemm ... ganggu gak ya?" ucap Gea kala ia menghampiri Runi dan yang lainnya.


"Gea ..." Runi memeluk Gea dengan antusias. Gea menyambut pelukan itu dengan begitu hangat.


"Gimana?" tanya Briel pada Bima.


"Aman"


Briel hanya menjawabnya dengan anggukan.


"Eh eh eh eh ..." keluh Runi.


"Sudah sudah. Jangan lama–lama. Dia milikku!" Briel menarik Gea dari pelukan Runi. Ia masih saja tidak suka melihat istrinya memeluk orang terlalu lama. Lantas melingkarkan tangannya ke pinggang Gea dari samping.


"Astaga Bos posesif sekali Anda."


"Suka–suka saya. Istri juga istri saya," ucap Briel penuh kemenangan.


"Ya ya ya terserah pasangan lama serasa baru," ledek Adam.


"Iri bilang Bos!!!" ucap Briel. Wajah Briel terlihat begitu menyebalkan.


"Mana ada aku i..." ucap Adam ngegas.


Namun ucapannya terputus lantaran suara lelaki yang tiba tiba saja terdengar. Bahkan semua orang terkejut. Pria itu datang dengan anak buahnya.


"Eheeem bagus sekali ya, bukannya disambut malah asik sendiri. Dasar sahabat laknat! Sia–sia aku ke sini!"


🤗🌱🌱


Happy reading gaess

__ADS_1


Jangan lupa bahagia 🤗💕💕


__ADS_2