
Malam pertama Lea dan Juan batal, keduanya memilih menemukan keberadaan Blackat yang diperkirakan masih hidup.
Isel mencoba dihubungi namun memilih menghilang, dia menghindari banyaknya pertanyaan.
Seorang Kakek tua yang dibawa untuk memberikan keterangan menunjukan foto Blackat, menganggukkan kepalanya jika dia yang menemukannya
Dean menunjukkan foto Isel, Kakek tua juga mengangguk membenarkan jika remaja yang membawa Black berada di foto.
"Aku tidak mengerti apa alasan kamu melakukan ini Isel?"
Kakek menunjukkan dadanya, Aira tahu jika Kakek mencoba membela Isel. Mejelaskan jika kondisi Black sangat memprihatikan, dia tidak sadar dan selalu mengeluarkan darah.
"Aku yakin, jika tanpa Isel mungkin Kak Black sudah lama meninggal. Isel merahasiakan dari siapapun karena kondisi Kak Black yang mengerikan." Juan tahu soal luka di dada Black dan besarnya resiko jika melakukan operasi.
"Luka dada mendapatkan tembakan kembali karena menyelematkan aku dan Aira," Dean yakin sulit bagi Black untuk bertahan.
Senyuman Aira terlihat, perjuangan Isel pasti sangat besar demi menyelamatkan Black. Ai memilih pergi untuk mengobati luka, tapi dia bertahan untuk menemani masa tersulit bagi Black.
Ai menghubungi Isel melalui panggilan video, menatap wajah cantik sepupunya yang sedang asik makan di kampus.
[Sejak kapan kamu rajin sekolah?]
[Saat aku tahu kamu melepaskan Blackat. Lihat saja, dua tahun paling lama empat tahun lagi, aku akan menikahi Blackat, membawa dia ke hadapan kamu.] Lidah Isel terjulur karena dia yakin Aira sudah mengetahui jika dirinya dalang dari menghilangnya Black.
[Coba saja jika berani, kamu ingin melepaskan dan mengembalikannya secara sukarela atau aku akan datang mengambilnya.] Senyuman Aira terlihat menantang Isel.
Makanan yang ada mulut keluar lagi, Isel langsung batuk mengambil minumannya. Dean mengambil ponsel Aira memperingati Isel untuk tidak bicara saat makan.
Suara Isel mengumpat kasar terdengar, tidak peduli di depan Uncle Dean. Aira wanita brengsek yang mengambil siapapun yang Isel cintai.
Isel lebih dulu mengidolakan Blackat, tapi Aira yang menjadi kekasihnya. Uncle Dean yang selalu membelanya akhirnya berpaling memilih menyakitinya dan bertunangan dengan Aira.
[Jika boleh aku membenci, kamu wanita yang paling aku benci di dunia ini!] Isel membanting ponselnya karena Aira sudah berhasil mendapatkan Dean, ingin merambat lagi memiliki Blackat sehingga Uncle nya akan tersakiti.
Tawa Aira terdengar, Isel cemburu. Ai melangkah pergi memeluk lengan Lea yang harus bersabar untuk bertemu Blackat.
__ADS_1
Dari kejauhan Silvia menatap Aira dan Lea yang meninggalkan jembatan. Keduanya mencari tahu rumah sakit yang merawat Black.
Rasa dendam masih tersimpan, Silvi pasti akan mengungkap soal Blackat yang masih hidup juga keberadaannya.
"Kak Juan kalian berdua pulang saja, ini sedang masa bulan madu. Kenapa sibuk mencari juga?"
"Lea ingin melihat Kakak," tatapan mata Lea sedih membuat Juan tidak tega.
"Jika ditemukan, aku akan menghubungi kalian." Dean merasa tidak tega melihat pengantin baru lupa malam pertama.
Tangan Juan menepuk pundak Dean, menemukan Blackat jauh lebih penting daripada malam pertama.
Rumah sakit yang merawat Black akhirnya ditemukan, dada Aira dan Lea terasa hancur karena perjuangan Blackat untuk hidup sungguh menyedihkan.
Dia menanggung sakit yang bertubi-tubi, semangat hidupnya besar sehingga terus bertahan meksipun selama dua tahun hidup dengan infus.
"Kakak di mana sekarang? kenapa tidak menemui Lea dan mengatakan semuanya?" tangisan Lea terdengar tidak tega mendengar ucapan dokter soal kakaknya.
Air mata Aira juga menetes, langsung ditepis. Dean dan Juan juga merasakan kesedihan dan tahu beratnya Black harus bertahan.
Dean menyetujui ucapan Juan, tujuan Isel baik menyembunyikan Black. Jika media sampai tahu maka dunia heboh kembali dan banyak orang yang akan megambil kesempatan untuk memanfaatkan keadaan Blackat.
"Kita pulang dan menunggu kabar baik soal Kakak hitam, dia pasti membenci Ai sehingga tidak ingin bertemu?"
"Jangan bicara sembarangan Aira, Kak Black ingin kamu bahagia sehingga tidak ingin kamu melihatnya kesakitan. Bahkan Kak Black menitipkan kamu kepadaku." Dean bahkan tahu jika Black mencintai Aira, namun dia rela membiarkan Aira bahagia bersama Dean karena menunggunya sembuh melelahkan dan menyakitkan.
Sesampainya di rumah Isel melihat Mora dan Mira yang sedang bermain dengan kucing dan baru teringat jika yang memberikan kucing uncle.
"Mora Mira, kalian bertemu Uncle di pesta?"
"Emh ... rahasia," jawab keduanya.
"Aunty akan membelikan mobilan, sepeda, baju, tas, sepatu baru." Aira memancing keduanya untuk bicara.
"Iya Uncle menggunakan baju pelayan. Tetapi hanya aunty Isel dan aunty Putri yang boleh berbicara dengan Uncle." Jelas Mira berkhianat.
__ADS_1
"Mira tidak boleh dikasih tahu,"
"Kamu tidak ingin baju baru?"
"Mora, ke mana Uncle sekarang?" Ai yakin Mora tahu hanya dengan menatap wajah, dia gadis kecil yang peka bisa langsung tahu jika orang sedih, bahagia, marah dan banyak masalah.
Kepala Mora menggeleng, dia hanya tahu jika Uncle Black patah hati. Melihat Aira dan Dean mengumumkan pertunangan sampai membuat air mata Black menetes.
"Meksipun Uncle terluka, dia juga bahagia melihat Aunty Ai bersama lelaki yang tepat. Uncle akan pergi jauh dan tidak kembali." Mora menundukkan kepalanya merasakan sedih.
Aira berjongkok memeluk Mora yang sudah menangis karena dia merasakan kesedihan yang Blackat rasakan.
"Kenapa Mora menangis? kita nanti dapat hadiah. Uncle hanya pergi ke negara ... jaraknya hanya beberapa jam saja." Mira mengusap punggung saudaranya.
Kedua tangan Aira memegang pundak Mira, menatap matanya untuk mengulangi ucapan. Ai tahu jika Mira mengatakan kebenaran karena dia tahu ke mana Blackat terbang.
Dean, Juan dan Lea juga berjongkok. Meminta Mira mengulangi ucapannya. Mira pasti tidak enak membocorkan kepergian Blackat.
"Jangan cari nama Blackat, namanya Uncle Angga. Dia terbang ke negara luar untuk menenangkan diri." Mira memohon agar tidak menyebut namanya yang tidak sengaja melihat lokasi yang tuju oleh Blackat.
Aira memeluk dua gadis kecil yang sangat pintar dan menjadi jalan untuk Aira menemukan keberadaan Blackat. Ai mengecup kening keduanya, berjanji akan memberikan apa yang dijanjikan.
"Kenapa aku bodoh sekali? sibuk mencari nama Blackat dan ternyata nama aslinya Angga, dan Black nama panggung." Dean menepuk jidatnya akan menyiapkan penerbangan untuk empat orang.
Juan dan Lea akan memanfaatkan sebagai bulan madu, Lea sangat berharap bisa menemukan kakaknya.
"Aunty, pegang ini saat tiba di sana. Benda ini akan membawa Aunty kepada Uncle Black." Mira tersenyum lebar, dia mencuri pelacak mini milik Papanya dan terhubung dengan Blackat.
"Almira, terima kasih sayang. Aunty berhutang kepada kamu, terima kasih juga Mora. Kalian yang terbaik,"
"Jangan lupa hadiahnya," pinta Mora dan Mira serempak.
***
follow Ig Vhiaazaira
__ADS_1