SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
TIDAK ADA YANG BERUBAH


__ADS_3

Perasaan Diana semakin sedih, jika anak laki-lakinya yang pergi bertugas tanpa kabar hatinya jauh lebih kuat, tapi jika anak perempuannya yang pergi tanpa kabar sungguh mencemaskan.


"Yang, apa yang menganggu pikiran kamu?" Gemal memeluk erat istrinya dari belakang.


"Sembilan belas tahun yang lalu, Diana mempertaruhkan nyawa agar bisa melahirkan dia. Isel tega tidak menghubungi Di selama ini, dia baik-baik saja atau ...." Diana meneteskan air matanya menahan rindu.


"Isel tidak akan mundur dari keputusannya, menuruti keinginan Isel berarti ...." Gemal bahkan tidak mampu menyelesaikan ucapannya.


Tangisan Diana terdengar, dia sangat menghormati Daddy dan Mommynya. Masih teringat jelas saat pertama Daddy Dimas mengulurkan tangan kepadanya. Permintaan yang sanga mengejutkan Diana saat seorang pria meminta menjadi Putrinya, berjanji akan mencintai diana layaknya keluarga, tidak akan membuat Di dalam bahaya lagi, berjanji akaan menjadi orang tua terbaik.


"Tanpa Daddy tidak ada Diana sekarang, bagaimana mungkin putriku memiliki pikiran menikahi Adikku sendiri?"


Ketukan pintu terdengar, asisten rumah tangga memanggil Diana jika ada Tika yang ingin bicara.


Diana melepaskan pelukan suaminya, meminta Gemal beristirahat jangan mencemaskan Isel yang membuatnya selalu terjaga hingga larut.


"Ada apa Tika, tidak biasanya kamu ingin bertemu tanpa menghubungi terlebih dahulu?" tanya Diana yang langsung duduk menatap Tika yang menatap ke arah foto keluarga Leondra.


"Bagaimana kondisi Isel Kak?"


"Kenapa tiba-tiba bertanya?"


Helaan napas Tika terdengar, dia paham jika tidak harus ikut campur namun sejak Isel menghubunginya bertanya soal Bian perasaan Tika tidak tenang, dia merasa harus memberitahu Diana langsung.


"Bian siapa?"


"Bian Bionsa, keluarga kaya raya dari negara luar, namun bisnisnya juga masuk ke sini. Beberapa waktu lalu ada dua bisninya yang hancur karena terlibat bisnis ilegal, hanya masih ada satu yang bertahan." Tika sangat yakin Diana pasti mengenalinya.


"Keluarga BIonsa hanya memiliki satu anak tunggal, Bian memiliki istri tersembunyi yang tidak pernah muncul keberadaanya. Bukannya dia cukup berbahaya?" Gemal ikut menimpali pembicaraan Tika dan Diana.


"Ada urusan apa dengan Isel?" jantung Diana berdegup kencang tidak ingin putrinya terlibat kasus dan kehidupan gelap sama seperti Diana terdahulu.

__ADS_1


Terpaksa Tika mengulangi ucapan Isel jika dia tidak bisa mendapatkan Dean, maka dia mempertaruhkan hidupnya bersama orang yang berbahaya.


Kepala Gemal dan Diana menggeleng secara bersamaan tidak akan tinggal diam. Jika Bian mengusap hidup Isel, maka dia harus berurusan dengan Diana.


Berita Isel tersebar begitu cepat di dalam keluarga sampai terdengar oleh Dimas dan Anggun.


Kecemasan semua orang beralasan apalagi Isel wanita yang sangat nekat tidak akan mundur dari keputusannya.


"Daddy sudah dengar ...." Anggun mengurungkan niatnya membahas soal Dean.


"Masuklah Anggun, kamu sudah menghubungi Dean?" Dimas meminta putranya pulang.


Kepala Anggun menggeleng, Anggun belum siap menghubungi putranya yang sedang tugas. Dean sangat menyayangi Isel sebagai keponakan hal yang mustahil untuk diubah.


Kedua tangan Dimas meremas rambutnya, mereka tidak ingin Isel yang memiliki watak keras menyusahkan dirinya sendiri, apalagi jauh dari keluarga. Dimas tidak rela melihat si kecil kesayangan yang harus kesulitan.


Mommy Anggun tersenyum melihat Papa Calvin dan Mam Jes datang ke rumah. Mommy langsung keluar membiarkan Papa Calvin bicara berdua dengan Daddy.


"Kita datang untuk merayakan dan kumpul bersama," ujar Mam Jes melihat Shin sudah ada di dapur menyiapkan makanan.


Seluruh keluarga berkumpul, Diana tidak kuasa menhan air matanya karena Isel akan menghancurkan keluarganya.


"Di, berhenti menangis." Dimas tidak ingin melihat adanya air mata.


"Diana binggung Daddy," ucap Di yang takut kehilangan keluarganya.


"Siapa saja yang tahu soal perasaan Isel?" Dimas menatap Shin dan Angga yang angkat tangan.


Juna dan Aira kaget karena ada yang tahu soal perasaan tulus Isel, dan mampu menyimpan rahasia.


"Sejak kapan Shin tahu?" Mommy menatap Shin yang menarik napas panjang.

__ADS_1


Shin kemungkinan baru tahu, dia tidak sengaja menatap mata Isel yang menatap Dean dengan pandangan yang berbeda, bukan kagum layaknya saudara, tapi memilik perasaan cinta.


Ternyata bukan hanya perasaan Shin, dia memancing Mora untuk bicara yang ternyata sudah bertahun-tahun tahu soal perasaan Isel.


Bahkan sebelum Tika menikah, Isel sudah mencintai Dean, namun masih mengelak berusaha mengabaikan perasaan mencoba menjauh, tapi gagal.


"Perasan Isel tumbuh sejak aku menghilang, dia selalu berada di sungai bukan mencari aku, tetapi bisa bersama Dean." Angga tahu jika interaksi keduanya berlebihan sejak saat itu, Dean yang selalu datang menjemput Isel secara terus-terusan.


Angga menentang perasaan Isel karena akan menyakiti banyak orang, tapi perasaan nyaman dan cinta tidak bisa diubah sesuka hatinya .


"Kita semua yang ada di sini tahu perasaan cinta, bagaiman rasanya kehilangan orang yang dicintai? Jika kita anggap Isel egois sepertinya tidak pantas karena dia sudah berusaha melupakan perasaanya selama dua tahun demi menjaga perasaan keluarga, tapi jika dia gagal apa itu dosa?" Angga membela Isel dan menjadi satu-satunya orang yang memberikan kesempatan juga menerima perasan yang diangggap tidak pantas.


Tidak ada satupun yang mengeluarkan sepatah katapun, hanya diam memikirkan perasaan Isel yang sudah berusaha melupakan.


"Dulu, Isel datang mengatakan jika dia jatuh cinta, tapi cintanya bodoh salah tempat. Aku meminta berjuang sampai akhir meskipun hasilnya tidak baik. Aku tidak menyangka jika cinta rumit yang Isel bicarakan ternyata soal Dean." Senyuman kecil Papa Calvin terlihat, tidak ingin menyalahkan Isel lagi karena dia sudah memberikan banyak petunjuk hanya mereka saja yang tidak peka.


Daddy Dimas mengangguk membenarkan ucapan Papa Calvin, Isel juga pernah datang kepadanya mengatakan jika suatu hari mungkin Isel akan mengecewakan banyak orang, tapi Dimas mengatakan jika tidak akan ada yang kecewa.


"Keputusan sebenarnya ada pada Dean, bukan kita," ujar Daddy menatap Diana yang masih mengusap air matanya.


Dimas berdiri meminta Diana memeluknya, pelukan Diana sangat erat tidak ingin kehilangan Daddy dan Mommynya yang sangat dirinya cintai.


Diana meminta maaf karena tidak mampu menghentikan Isel yang bahkan menantang berurusan dengan orang yang berbahaya demi meluapkan kekecewaannya.


"Nak, tidak akan ada yang berubah antara kita, kamu putri Daddy, tidak akaan pernah berubah. Daddy memiliki tiga anak itu tidak akan pernah diubah." Dimas mengusap air mata Diana untuk berhenti menangis dan takut mengacaukan hubungan baik keluarga hanya karena Isel.


"Maafkan Diana Daddy, permintaan putri Di sangat berat," ucap Diana bicara terbata-bata.


"Tidak akan ada yang berubah Diana, hanya status Dean dan Isel yang berubah bukan kita. Jika memang mereka ditakdirkan berjodoh maka kita sebagai orang yang jauh lebih tua hanya bisa mensupport."Dimas merasa Dean lebih mampu menjaga Isel karena sejak Isel lahir hanya Dean yang sangat mencintainya.


***

__ADS_1


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2