SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
MENABUR BUNGA


__ADS_3

Selama dua minggu pencarian hanya dua korban yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, sedangkan Gilang yang mendapatkan pertolongan lebih cepat langsung dirawat secara intensif.


Dua korban yang masih terus dicari keberadaannya, Imel dan Black hilang terbawa arus.


Sepanjang aliran sungai banyak terlihat bunga bertaburan meminta Blackat dikembalikan dalam keadaan baik.


"Kamu ke mana Black? di sungai dingin dan sedang musim hujan. Kenapa memilih menemani Anggrek daripada menepati janji." Ai bermain air kolam, menatap kakinya yang mulai kram.


"Kak Ai, pencarian akan segera dihentikan. Apa yang harus kita lakukan?"


"Tidak ada yang bisa dilakukan, dia memilih tinggal di dasar air, Ai akan menunggu sampai dia keluar." Air mata Aira menetes, tersenyum menatap kakinya yang basah.


Langkah kaki Juan terdengar, dia sudah kembali dari rumah sakit. Menunjukan berita terbaru jika pencarian akan dihentikan.


"Ada ribuan penggemar di pinggir sungai, menabur bunga melepaskan Blackat. Kepolisian sudah mengumumkan kematian Black dan Imel." Mata Juan juga menahan air mata agar tidak keluar.


"Ai harus ke sana, Ai harus datang." Tetesan air mata Aira jatuh, berjalan masuk untuk berganti baju.


Pintu kamar Aira terbuka, Aliya menatap Putrinya yang sedang bermake-up. Menggunakan baju terbaiknya.


"Kamu ingin ke mana Ai?"


"Bertemu Kakak hitam, Ai juga ingin menabur bunga kematian untuk Imel. Aira pergi dulu Mami." Jalan Aira sempoyongan membuat Aliya semakin sedih melihat kondisi Putrinya yang nampak sangat terpukul.


Tidak kuat melihat kondisi Adiknya, Juan memeluk Ai dengan sangat erat. Menemani untuk pergi menemui Kakak hitam.


Sepanjang jalan Aira tersenyum sambil menatap fotonya bersama Blackat, dibalik senyumannya menetes air mata.


Sesampainya di lokasi sudah penuh dengan penggemar, Aira tidak menutupi wajahnya sama sekali.


Isel berjalan lebih dulu diikuti oleh Aira yang melangkah ke tengah jembatan. Banyak orang yang melihat kondisi Aira, dan semakin sedih karena Ai kehilangan kekasihnya.


"Tolong jangan ada yang mendekat," pinta Juan kepada penggemar di sekitar jembatan.


Air mata Isel menetes, masih berat baginya untuk melepaskan idola yang sangat dicintainya.


Diana dan Gemal juga datang, tangan Gemal merangkul Putrinya. Aliya dan Altha juga datang untuk melihat penaburan bunga yang dilakukan jutaan penggemar dari beberapa negara.


Tangisan Shin tidak terbendung, dulu dia diselamatkan oleh Blackat, hari itu Black terlihat sangat bahagia karena shooting pertama sebagai seorang aktris.

__ADS_1


"Kenapa kamu dibawah? katanya di sana dingin?" Shin memeluk Juna erat merasa belum bisa melepaskan.


"Kenapa harus pergi begini?" Tika mengusap air matanya. Genta hanya bisa mengusap punggung istrinya agar tidak memberatkan kepergian Black.


Dari kejauhan Dean juga tidak kuasa menahan air matanya melihat bunga mulai bertaburan menutupi sungai hingga tidak terlihat aliran air.


Pertama dalam sejarah, sungai yang tidak pernah menjadi sorotan namun paling banyak dikunjungi.


"Kembalilah Kak sehingga Kami tidak terus berharap." Dean mengusap air matanya.


Sampai larut malam, Aira hanya duduk dipinggir sungai, banyak wartawan yang menyaksikan betapa hancurnya seorang Aira yang selalu ceria.


Penggemar Aira juga berdatangan, memberikan dukungan kepadanya agar tidak berlarut-larut dalam kesedihan.


"Ai, lihatlah betapa banyak orang yang mencintai kamu. Mereka semua khawatir dengan kesehatan kamu." Juan mengusap punggung adiknya yang masih tetap fokus ke bawah sungai.


Banyak polisi yang mengelilingi Aira, khawatir jika ada yang mendekatinya melihat betapa besarnya penggemar Blackat dan Aira yang sedang berduka.


"Lelaki yang Aira cintai memilih pergi meninggalkan, sakitnya." Senyuman Aira terlihat menarik pergelangan tangan Imel.


Beberapa wartawan menyorot Aira, kepergian Black juga akhir dari karir Aira. Tidak ada lagi alasan baginya untuk berada di dunia entertainment.


"Kalian tidak perlu mencemaskan aku, ini hari terakhir aku berduka. Kalian juga harus kembali tersenyum, jangan berlarut dalam kesedihan." Ai tersenyum melambaikan tangannya di depan kamera.


"Jangan berhenti Aira, jika Black tidak bisa menemani sampai puncak, ada kami yang akan mengiringi kamu hingga bisa membuktikan kepada Blackat jika bisa mewujudkan keinginannya." Teriakan penggemar Aira terdengar meminta Ai tetap bertahan.


Kepala Aira menggeleng, dia tidak sanggup bertahan tanpa siapapun. Black tiada, dan Lea juga belum bangun.


"Kita akan menunggu kamu Ai, kita akan menanti kamu kembali,"


"Baiklah, aku pulang duluan. Kalian juga pulang, tetap semangat meskipun ini sangat berat." Punggung Aira membungkuk memberikan penghormatan terakhir.


Langkah Aira mundur, melambaikan tangannya berjalan pulang meninggalkan Black untuk selamanya.


Satu tangan Aira merangkul Isel, meminta kembali bersemangat. Black pasti menginginkan mereka hidup normal tanpa mengingat dirinya.


"Isel akan tetap mencintai Kakak Angga, dan menemukan lelaki yang menyerupai dia." Tangisan Isel terdengar kembali.


"Lakukanlah," jawab Aira.

__ADS_1


Jika Isel akan mencari pengganti, tidak bagi Aira. Dia ingin menjadi seseorang yang mati rasa, mengobati lukanya tanpa tahu sampai kapan.


Ai tidak pernah melepaskan Blackat, tidak akan melupakannya, sekalipun jasadnya ditemukan tidak akan mengubah perasaan Aira. Dia akan menunggu tanpa tahu siapa yang sedang dia tunggu.


Sakit hatinya tidak bisa dia utarakan dengan kata-kata, Ai merasa dirinya hampir hilang akal sehat karena kehilangan lelaki yang dicintainya, sebelum mengatakan isi hatinya.


Sesampainya di rumah, Altha meminta Aira duduk bersamanya. Alt tahu Putrinya tidak akan merelakan Black.


"Papi lebih senang melihat kamu menangis Ai daripada berusaha untuk tegar,"


"Ai harus bagaimana Papi? haruskah Aira juga mati. Ai sangat terluka, tapi kita yang hidup harus tetap bertahan. Aira akan baik-baik saja, Papi tidak perlu khawatir." Senyuman Aira terlihat, berjalan ke lantai atas.


Suara Aira terjatuh terdengar, tubuhnya menggelinding dari lantai atas. Kepalanya terbentur sampai mengeluarkan darah.


Aliya yang melihat Putrinya berusaha bangkit hanya bisa meneteskan air matanya, Ai berjalan sambil berpegangan beberapa kali berhenti karena kakinya lemas.


"Kamu ingin dirawat?" Juan menggendong Aira untuk beristirahat di kamar.


"Bagaimana kondisi Lea Kak?"


"Kamu pulihkan diri sendiri, jangan memikirkan orang lain." Juan menarik selimut menutupi tubuh Aira.


Infus dipasang ke tangannya, luka yang berdarah Juan obati. Melihat Aira memejamkan mata sangat menyayat hati.


"Kak, kenapa sakit sekali?"


"Kamu membutuhkan apa?"


"Rasanya Aira sudah gila Kak, bagaimana ya caranya melupakan semuanya?" Tarikan napas Aira panjang, dihembuskan perlahan.


Pesan dari Dean masuk, meminta Juan menemuinya di kolam berenang. Ada hal penting yang ingin Dean bicarakan.


Pelan-pelan pintu tertutup, Juan bergegas menuruni tangga menuju kolam berenang rumah Dirgantara. Dean menemukan hasil tes kesehatan Blackat yang mengejutkan.


"Ada apa Dean?"


"Kak Black, sudah tahu jika dia akan mati hari itu." Dean menyerahkan rekaman video terakhir Blackat.


***

__ADS_1


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2