SELEBRITI BUKAN ARTIS

SELEBRITI BUKAN ARTIS
LICIK


__ADS_3

Matahari sudah tinggi, Lea meraba tempat tidur yang hanya ada dirinya sendiri. Lea menatap jam yang sudah menunjukkan pukul sebelas siang.


"Mati aku, tidak tahu diri tidur di rumah orang, tapi bangun kesiangan." Lea mengacak-acak rambutnya merasa kesal dengan dirinya sendiri.


Cepat Lea membuka pintu, melihat Juan ada di depannya membawa sarapan pagi. Wajah Juan kebingungan karena malu ingin memberikan.


"Pagi Kak Juan,"


"Sudah siang,"


"Oh iya, maaf Lea kesiangan seharusnya Ai membangunkan aku." Wajah Lea nampak merasa bersalah.


Tangan Lea menyambut sarapan berniat mengantarkan kepada seseorang, Lea tidak enak jika tidak melakukan apapun.


Tanpa menjawab ocehan Lea, Juan langsung melangkah menuruni tangga memukul kepalanya sendiri karena membuat malu.


"Juan, ini buat siapa?"


Kepala Aliya geleng-geleng bersama Altha yang tertawa lucu melihat putranya yang malu dengan tindakannya sendiri.


"Juan mirip sekali dengan kamu, cinta sangat besar, tapi tingkat gengsi tinggi." Al memukul layar monitor yang asik menonton Juan yang sibuk mondar-mandir di depan kamar Aira.


"Kenapa menyalahkan aku?" Alt memeluk istrinya yang masih tetap emosional.


Teriak Lea terdengar hampir menangis karena takut, Juan sampai balik lagi melihat Lea yang menatap makanan.


"Boleh makan tidak? lapar,"


"Bawa ke meja makan, aku temani." Juan melangkah lebih dulu sambil tersenyum karena gemes melihat wajah Lea yang masih kekanakan.


Di meja makan tanpa malu Lea mengunyah, sedangkan Juan sibuk menyelesaikan pekerjaan.


Senyuman Lea terlihat karena kenyang, mengambil minum langsung menghabiskannya. Beberapa hari makan tidak teratur karena banyaknya masalah.


"Sekarang Lea harus kembali, banyak hal yang harus aku kerjakan." Lea menatap wajah pria dihadapannya yang hanya duduk diam tidak mengeluarkan sepatah katapun.


"Rumah ini sepi sekali, kenapa hanya ada kita berdua?" Lea memutari kursi Juan menatap apa yang sedang dikerjakan.


Kepala Lea ada di pundak Juan, tapi masih belum disadari. Juan sibuk menyelesaikan laporan perusahaan yang harus diperiksa setiap akhir bulan.


Senyuman Lea terlihat mengangumi Juan yang sangat jenius, pekerjaan cepat dan sangat detail.

__ADS_1


Kepala Juan menolak begitupun dengan Lea yang langsung tabrakan, bibir keduanya bersentuhan. Juan langsung terjatuh dari kursinya.


Tangan Lea menutup bibirnya, menyentuh bibirnya yang tidak sengaja tabrakan. Wajah Lea langsung cemberut.


"Kenapa mencium Lea seperti itu?"


"Kamu jangan salah paham, aku tidak mungkin melakukannya. Lagian kenapa kamu bisa pindah dari depan ke belakang." Juan berdiri menunjuk posisi mereka duduk.


"Oh jadi Lea sengaja melakukannya?"


"Aku tidak menuduh kamu, sentuhan itu tidak sengaja." Kepanikan terlihat sekali di wajah Juan yang memang tidak sengaja.


Bibir Lea mengulum menahan tawa, Juan sangat lucu jika dalam keadaan panik. Dirinya tidak salah, tapi langsung meminta maaf.


Sikap jahil Lea kumat, berpura-pura ingin menangis sehingga Juan semakin merasa bersalah. Dia sangat menghormati wanita, termasuk Lea.


"Jika tabrakan harus ditabrakkan lagi?"


"Apa?"


"Nanti Lea terkena sialnya, bagaimana jika keluar rumah ketemu banyak laki-laki ... terus, kamu harus tanggung jawab jika bibir Lea ternodai." Pukulan Lea mendarat di dada Juan yang masih polos.


"Tidak mungkin, Kamu gunakan masker saja agar tidak menjadi pusat perhatian." Kepala Juan geleng-geleng.


Belum sempat Lea meluruskan jika dirinya berbohong, Juan menarik pinggang mengecup bibir Lea.


"Astaghfirullah Al azim tuan muda." Asisten rumah langsung berlarian tidak sengaja melihat Juan yang mereka ketahui mustahil memiliki wanita, ternyata terang-terangan mencium wanita di ruang makan.


"Tunggu dulu jangan salah paham,"


"Kamu baru saja mencium aku Juan." Lea menyentuh bibirnya.


"Salah lagi?" Juan mengambil laptonya langsung meninggalkan meja makan.


Aira yang menyaksikan sedari awal hanya bisa geleng-geleng kepala menatap kakaknya yang bisa-bisanya tertipu ucapan Lea.


Di dalam ruangan keamanan Aliya sudah tertawa terpingkal-pingkal sampai terguling di lantai gemes melihat Putranya yang bisa tertipu.


"Wanita licik atau Juan memang bodoh?" Altha menghela napas melihat istrinya yang kesenangan.


Al sangat menyukai wanita licik, dan tidak mudah dipermainkan, tetapi memainkan. Aliya tidak perlu cemas lagi karena Lea tidak akan kalah dari adiknya yang jahat karena dia sangat licik.

__ADS_1


"Sayang, Putra kamu ditipu kesuciannya,"


"Jangan berpura polos, dalam hati Juan pasti sangat suka. Aliya juga suka." Al keluar dari ruangan keamanan sambil joget-joget.


Altha yang pusing, berharap menantu di rumah seorang wanita yang kalem dan pendiam, lemah lembut juga pintar masak dan mengurus rumah, bukan para wanita licik dan jahil.


"Aku rasa keturunan aku terkena kutukan." Alt melihat Juan pergi dari rumah sambil menyentuh bibirnya.


Di ruang makan Lea tidak merasa bersalah sama sekali menatap Aira yang melihatnya dengan tatapan tajam. Senyuman Aira juga menyeringai menunjukkan wajahnya yang kejam.


"Bagaimana pekerjaan kamu selama aku tidak ada?"


"Ada seorang selebriti yang harus kamu hancurkan." Ai mengusap bibir Lea yang baru saja merampas ciuman pertama kakaknya.


Tangan Lea menyentuh tangan Ai, langsung menurunkan. Bukan hanya Aira yang bisa menyerang Blackat, Lea juga bisa menyerang Juan agar mereka imbang.


"Siapa dia? apa ada sangkut-pautnya dengan YN entertainment?"


Kepala Aira mengangguk, ada beberapa artis yang mengakui jika mereka korban sehingga menutut perusahaan. Nama beberapa aktor dari beberapa agensi juga terseret salah satunya Blackat.


Imel memberikan pengumuman jika dia tidak bertanggungjawab atas apa yang terjadi di luar perusahaan, siapapun orang sebelumya yang merekrut wajib tanggung jawab sehingga ada beberapa staf yang melarikan membawa uang dengan nominal besar.


"Perusahan itu positif tutup?"


"Ya, jika aku memutuskan mereka hancur maka tidak ada yang bisa menghentikannya. Tetapi soal kehamilan Selvia terseret ke publik dan menarik nama Black." Ai tahu hanya Lea yang bisa melenyapkan Selvi dari dunia entertainment.


Tawa Lea terdengar, dia sudah terlalu lama mengincar Selvi, tapi belum ada kesempatan untuk menjatuhkannya. Sejak awal Lea memang berencana menyingkirkannya.


"Biarkan saja berita heboh, apapun berita yang membawa nama Black akan segera naik. Kamu juga bersiaplah untuk tetap ada di samping Black." Tangan Lea tergempal, dia akan menjatuhkan Imel dan membuka matanya jika keluarga yang dia cintai, tidak tulus kepada-nya.


"Ais, Kenapa Juan begitu polos? pintar belum tentu tahu segalanya." Tawa Lea terdengar menyentuh bibirnya.


"Kamu menyukai Kak Juan? dia sudah memiliki calon istri,"


"Haruskah aku melenyapkan calon istrinya." Lea mengikuti langkah Aira yang berjalan lebih dulu.


Suara Mami Al tertawa terdengar, menatap Aira yang tersenyum sangat yakin jika Maminya tahu perbuatan Lea.


"Kalian ingin pergi ke mana?"


"Astaga Lea lupa mencuci piring, dasar tidak tahu diri." Lea berlari kembali ke dapur.

__ADS_1


***


follow Ig Vhiaazaira


__ADS_2