
Sejak Angga menjadi anggota keluarga, tidak ada yang melewatkan acaranya. Mommy sangat senang melihat anaknya yang tampil kembali.
"Sekarang televisi ada harga dirinya, biasanya sampai berdebu." Diana duduk di samping Mommynya.
"Iya, benar juga. Rasanya bangga melihat Angga ada di sana, meksipun namanya sudah besar sikap dermawan sungguh tidak bisa Mommy ucapkan dengan kata-kata." Air mata Anggun menetes saat melihat beberapa sarjana memberikan poster mendukung Blackat.
Berkat biaya pendidikan yang Angga berikan ada beberapa anak kurang mampu berhasil menggapai mimpinya.
Senyuman Shin terlihat, bangga sekali melihat penggemar yang mensupport Agga. Penghasilan yang di dapatkan dikembalikan untuk orang yang membutuhkan.
"Tika yang hidup mewah sejak kecil juga tidak terpikirkan untuk membiayai hidup orang lain, tapi Blackat melakukannya. Dia tidak menjadi dokter, namun banyak Dokter yang sukses dibalik namanya." Tika mengusap air matanya melihat Angga di televisi.
Saat keluar langsung dikerumuni banyak wartawan, Aira juga keluar bersamanya. Demi keamanan Black merangkul Aira untuk masuk ke dalam mobil.
Angga keluar lagi dari mobil, berjalan mendekati beberapa orang yang sedang menangis sesenggukan.
Senyuman Black terlihat, mengambil hadiah dari penggemarnya yang menunjukkan almamater. Mata Angga juga berkaca-kaca hanya bisa memberikan jempolnya.
"Terima kasih Kakak,"
Tubuh Angga membungkuk, melangkah masuk ke dalam mobil. Masih sempat membuka jendela mobil untuk mengambil surat dari penggemarnya.
"Semakin cinta sama Angga, baik sekali pantas saja Aira tidak ingin melepaskan." Al langsung duduk menatap Anggun yang sangat tulus menyayangi anak Dimas.
Diana menujukkan sesuatu, Isel sudah mengumpulkan pasukannya karena Blackat akan ada konser tunggal.
Semua diam melihat ke arah pemberitaan soal konser, keluarga tidak pernah pergi ke acara musik atau apapun yang bisa bertemu dengan keramaian.
Tidak mungkin juga membawa anak-anak yang sangat aktif, tapi jika tidak datang pasti akan mengecewakan karena orang yang tidak dikenal juga datang, tapi keluarga tidak.
"Kita harus menonton konser juga." Mommy mengambil ponsel Diana meminta bergabung bersama Isel.
"Bagaimana Tika bisa pergi? anak Tika ada tiga," rengek Tika ingin pergi juga.
"Kalian ingin pergi ke mana?"
"Blackat ada konser musik Daddy, diadakan di luar negeri. Aira juga ada di sana karena mereka mengeluarkan singel terbaru. Mommy ingin pergi untuk mendukung Putra kita,"
"Aku rasa tidak perlu, Angga sudah biasa konser tanpa siapapun." Dimas berjalan ke arah kamarnya.
Mata tajam Anggun terlihat, tidak terima dengan keputusan suaminya. Jika dirinya ingin pergi maka tidak ada yang boleh menghalangi.
Melihat mata tajam, Diana langsung lari pulang begitupun yang lainnya. Anggun jika sudah mengeluarkan kata-kata Daddy-nya bisa terusir.
__ADS_1
"Kenapa kita pulang Tika?" Shin mengejar Tika sampai di rumah mereka.
"Takut jika Mommy marah,"
Beberapa mobil tiba, Angga melangkah keluar melihat Mora dan Mira berlari sambil menggendong kucing.
Keduanya sangat menyukai Angga, setiap pulang selalu membelikan hadiah. Tidak pernah Angga lupa dengan Husein Hasan, juga dua anak kecil yang sedang aktif.
"Uncle hari ini membawa apa?"
"Ini makanan kalian, dan untuk kucing. Ingat, jangan salah makan," peringatan Angga terdengar.
"Siap Uncle, lalu Aunty Aira membawa apa?"
"Makanan, tapi untuk aku sendiri." Lidah Aira terjulur langsung berlari pulang.
Angga berpisah dengan Aira karena harus beristirahat sebelum berangkat untuk pekerjaan di luar negeri.
Langkah Angga terhenti saat mendengar teriakan Mommynya, cepat Angga berlari ke arah kamar.
Wanita yang Angga pikir lemah lembut bisa marah membuat Daddy Dimas duduk tertunduk tidak berani menatap istrinya yang bicara tanpa rem.
"Mommy, Daddy ada apa? maaf Angga tidak bermaksud ikut campur, tapi suara Mommy sampai keluar." Angga menoleh sekitar yang memang sepi.
"Sudah pulang sayang, kamu ingin makan apa? Mommy masakan." Anggun mengusap lengan Putranya berjalan ke dapur untuk menyiapkan makanan.
Dimas langsung terbaring di atas tempat tidur, Angga duduk di pinggir ranjang melihat Daddy yang dimarah habis-habisan.
"Daddy baik-baik saja?" tanya Angga khawatir.
"Lihatlah, sikap Mommy buruk sekali, dia begitu kurang ajar kepada suami," ucap Daddy Dimas meminta Angga tidak terlalu perduli kepada Mommynya.
"Seandainya di minta memilih, kamu ikut siapa?"
"Mommy. Marahnya Mommy pasti ada alasan, tidak mungkin istri kurang ajar tanpa sebab, Daddy mengalah saja karena kodratnya lelaki harsu mengalah. Salah tidak salah minta maaf saja," pinta Angga tetap membela Mommynya.
Dimas tersentak kaget, menujukkan penyebab dirinya dimarah. Hanya karena konser Putranya membuat Dimas dimarah habis-habisan.
"Sabar Daddy,"
"Sabar kamu bilang, keluar. Temui saja Mommy kamu, punya tiga anak semua berada di belakang Mommy." Dimas tidur tengkurap karena kesal.
Senyuman Mommy Anggun terlihat, kembali lagi ke dapur meletakkan minuman di atas meja. Angga duduk langsung minum.
__ADS_1
"Mommy baik-baik saja?"
Kepala Anggun mengangguk, meletakkan makanan agar anaknya semakin sehat dan selalu memberikan sisi positif.
"Mommy, Dean pulang,"
"Satu anakku pulang dengan senyuman, dan yang satunya berantakan. Mandi dulu, Mommy siapkan makan,"
"Dean tidak kalah tampan dari Kak Angga." Dean melangkah pergi setelah mengecup telapak tangan Mommynya.
Selesai meyiapkan makan untuk kedua anaknya, Mommy duduk melihat anak-anaknya makan dengan lahap.
Dean mengatakan masakan Mommynya tidak enak, tapi habis karena dia lapar. Sedangkan Angga memuji masakan Mommynya, setidaknya tidak seburuk masakannya.
"Mom, Daddy mengatakan Mommy ingin menonton konser?"
"Iya, Mommy akan pergi bersama Daddy,"
Kepala Dean menggeleng, dia tidak ingin pergi. Cukup satu kali dirinya merasakan yang namanya berdesakan.
Angga juga mengkhawatirkan Mommy, penonton bisa lima kali lipat dari sebelumnya karena kemunculan Angga menarik perhatian dunia, baik positif maupun negatif.
"Mommy menonton dari rumah saja, Angga tidak yakin soal keamanannya,"
"Iya Mommy, jangan aneh-aneh. Kita menonton di rumah saja,"
Helaan napas Anggun terdengar, langsung menganggukkan kepalanya. Jika tidak diizinkan maka tidak akan memaksa. Tujuan Mommy hanya ingin mensupport.
"Mommy, Diana bisa bangkrut karena ulah cucu Mommy, masa iya Isel menyewa sepuluh pesawat untuk mengelilingi area konser yang berisikan spanduk dukungan." Diana menujukkan tingkah laku Putrinya.
Bukan hanya soal pesawat, Isel membeli seribu tiket yang akan dia sebar secara gratis. Langsung mendapatkan fasilitas hotel, tiket pesawat dan makan.
Tawa Dean terdengar, menujuk ke arah kamar. Jika kakaknya kehabisan uang, ada ranjang emas yang bisa dijual.
"Dean benar, anak kurang ajar satu ini. Kamu habiskan lagi uang, Mama jual mas kamu, lalu ganti dengan batu bata berwarna emas." Diana kesal sekali melihat Putrinya.
"Black yang menyumbang seribu tiket bagi penggemar yang tidak beruntung, jika Isel juga melakukannya maka total dua ribu." Angga tersenyum melihat Diana yang bertepuk tangan.
Kepala Dean dan Diana menggeleng, dua sultan yang sangat enak menghamburkan uang.
***
follow Ig Vhiaazaira
__ADS_1