
Dua hari dirawat di rumah sakit, Aira diizinkan untuk pulang membawa kedua putranya. Angga dan Daddy Dimas yang menggendong bayi untuk pelung ke rumah Dika.
"Lea sudah pulang belum Mom?"
"Belum sayang, katanya pulang bersamaan." Mommy mendorong kursi rodanya untuk pergi ke parkiran.
"Ye Kakek jemput." Angga mendekati Altha yang langsung menyambut cucunya.
Angga menggedong pelan Aira untuk masuk ke dalam mobil, senyuman Ai terlihat karena merasa malu. Dirinya sudah bisa berjalan, tapi masih digendong.
Kepulangan Aira diiringi banyak mobil karena pihak perusahaan sudah bersiap mengumumkan kelahiran Putra Blackat dan Aira, ada banyak media yang mencoba menyoroti sepasang selebriti yang dikaruniai buah hati.
"Ada berapa banyak penjaga Pa?"
"Banyak nak, ada kamera juga di jalanan. Kita lewat jalur VIP." Altha tidak mengizinkan kedua cucunya jadi sorotan media.
Mobil melaju pergi meninggalkan rumah sakit menuju rumah mewah yang paling besar di kota, mobil langsung masuk ke rumah dan disambut oleh pemiliknya.
"Ura!" teriakkan Aira besar melihat putrinya bergelantungan di pohon besar.
Pintu mobil terbuka, Angga langsung berlari menggedong Putrinya yang hanya menggunakan pampers.
"Di mana bajunya, kamu ini anak selebriti atau anak orang hutan?" tanya Angga kepada putrinya yang berantakan.
Tawa Aura terdengar, memeluk erat papanya karena berapa hari tidak bertemu, dirinya sibuk bermain sepuasnya, sedangkan orang tuanya ada di rumah sakit.
"Baju Ura tadi basah," ucap Ura menatap Mamanya.
"Sini peluk Mama." Tangan Aira terentang, menyambut Putri nakalnya yang semakin gemuk karena tinggal bersama keluarga Dika yang tidak kalah heboh.
Dua bayi di bawa masuk, Lea tersenyum lebar melihat dua lelaki tampan. Ai memeluk Lea yang juga sudah memiliki Putri.
"Subhanallah cantiknya," puji Aira yang meyambut bayi cantik.
Lirikan mata tajam, Aira langsung menghela napas melihat anak Lea sejak kecil sudah sinis. Bahkan menutup matanya tidak suka disentuh.
Senyuman lebar Lea terlihat, menggedong dua bayi tampan yang terlihat menggemaskan.
"Ramai sekali keluarga ini," sindir Dika yang pusing melihat anak-anak ribut.
__ADS_1
"Pulang ke rumah nanti jika Devan lebih heboh lagi," pinta Papa Altha agar Dika menghabiskan waktunya bersama cucu.
Kepala Dika menggeleng, kepalanya bisa cepat ubanan karena melihat kenakalan para wanita.
Bunda meminta Aliya dan Mommy Anggun tinggal satu hari lagi, membiarkan Aira beristirahat terlebih dahulu, baru pulang.
"Kita sebenarnya tidak terburu-buru, tapi di sana Isel juga menunggu. Kak Anggun pasti tidak sabar lagi melihat anak-anak Dean." Mami Al tersenyum mengucapkan terima kasih karena anak-anak dijaga dengan baik, meksipun tahu nakalnya Ura, Mira dan Mora, ditambah lagi Ajun yang menjadi lelaki satu-satunya paling aktif.
Kepala Bunda mengangguk, hanya ada satu anak yang masih harus dijaga, Ajun memiliki tiga Kakak lelaki yang selalu mengawasinya.
Jika Andra tidak banyak ulah, dia hanya minta makan, mandi dan tidur, ada Mimor yang melakukannya.
Andri juga anak yang mandiri, bisa mengurus dirinya sendiri, kecuali membuat susu. Saat para orang tua sibuk, anak-anak berubah siaga semua.
"Mimor mirip sekali Tika dan Shin, keduanya saling mengimbangi. Didikan kedua orang tuanya tidak gagal," puji Bunda.
"Jangan terlalu sering memuji mereka nanti kepalanya besar, kita pamit pulang sekarang karena takut banyak media yang mengejar Aira dan Angga." Mami Al pamitan kepada keluarga Dika yang mengangguk.
Ada satu mobil lagi yang berhenti, Devan dan Vio tersenyum lebar karena datang terlambat. Vio menyapa semua keluarga Isel.
"Kakak Aira selamat ya, Kak Lea juga. Vio titip salam kepada Isel, nanti jika diizinkan ingin berkunjung melihat twins." Vio tersenyum melihat bayi yang ada dalam gendongan Lea.
Air mata Vio menetes, Mommy Anggun memeluk. Vio mengucapkan banyak terima kasih karena keluarga Isel sangat baik, dirinya hanya yatim piatu, namun diistimewakan layaknya seorang putri.
"Jangan menangis, harus banyak senyum. Vio memiliki mertua yang baik, Isel sudah memberikan keluarga hebat untuk kamu, jaga itu Nak," pesan Mommy agar Vio tidak mengecewakan.
Kepala Vio mengangguk, membungkukan tubuhnya mengucapkan banyak terima kasih sudah dipertemukan dengan orang-orang yang luar biasa.
Satu-persatu anak-anak masuk ke dalam mobil untuk segera pulang, Ura langsung berlari hanya menggunakan pampers menolak menggunakan baju.
Tawa Devan terdengar menggedong Ura yang tidak tahu malu, Ai paling repot karena memiliki anak dengan jarak yang sangat dekat.
"Kak satu ini tinggal saja, Devan akan mengambilnya."
"Ambilah, pusing aku mengurusnya."
"Tidak boleh, Papa tolong selamatkan Ura dari muka bumi ini." Pukulan Ura mendarat di wajah Devan membuat semua orang tertawa.
"Pakai baju Ura," tegur Angga menatap santai.
__ADS_1
"Ura tidak punya baju lagi, sudah habis."
Lirikan mata Angga tajam, barulah Ura berlari lagi ke dalam rumah mengambil tasnya membawa baju berbentuk dinosaurus.
Kepala Angga geleng-geleng tidak mengizinkan memakainya karena pasti panas sekali di dalam mobil.
"Ura tidak pulang baju," rengek Ura ingin menangis.
"Biarkan saja dia memakai baju itu, tidak pulang lagi jika bicara dengan Ura." Aira meminta suaminya berhenti.
Vio membantu Ura memakai baju dinosaurus berwarna hijau, tas dukung hello Kitty, tersenyum lebar menunjukan wajahnya saja.
Semua orang hanya geleng-geleng melihat Ura yang bingung memilih mobil, berkali-kali keluar mobil.
"Ura satu mobil sama Abi," pinta Ura.
"Tidak ada Abi di sini," jawab Angga.
"Kenapa Abi tidak membawa Ura pulang." Tangisan terdengar, berjalan ke arah mobil kakeknya mengadu karena ditinggal oleh Abinya.
Dimas mengusap air mata cucunya, meminta Ura sabar karena Abi Dean sedang mengurus babi Delvin, Ira dan Ara di rumah.
Cara bicara Dimas sangat lembut kepada Ura, meminta menyalami dulu semua orang, mengabsen saudaranya siapa yang belum masuk mobil.
"Dada semuanya, Ura pulang dulu. Nanti main lagi," pamit Ura melambaikan tangannya.
Satu-persatu mobil jalan meninggalkan rumah mewah Dika, pulang ke rumah untuk menemui tiga bayi yang sudah menunggu.
"Nenda, kenapa kita pulang bawa bayi?"
"Iya sayang, soalnya dedek yang ada di perut Mimi dan Mami sudah lahir." Mommy Anggun menatap bayi Lea yang sudah tidur dalam pelukannya.
Kepala Ura mengangguk, duduk dipangkuan kakeknya sambil memejamkan matanya mulai mengantuk.
Juan mengeluarkan botol susu, menyerahkan kepada manusia dinosaurus yang paling aneh. Kondisi mobil akhirnya tenang, Ura tidur dengan lelap.
"Bismillah, semoga kita semua selamat sampai tujuan, bisa berkumpul bersama kembali." Juan menatap istrinya yang tersenyum manis.
***
__ADS_1
Follow Ig Vhiaazaira